Sejarah Kecamatan Pamulang Sejak Era Belanda, Berawal dari Kebun Karet hingga Pernah Alami Pemekaran Wilayah
Ibnu Baihaqi• Selasa, 22 Oktober 2024 | 11:30 WIB
Suasana Alun-Alun Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (18/10). (Aulia Rachman/Jawa Pos)
JawaPos.com - Presiden Soekarno pernah mengucapkan sebuah slogan yang berbunyi Jangan Pernah Sekali-kali Melupakan Sejarah atau disingkat Jasmerah. Hal ini karena sejarah merupakan latar belakang yang membentuk diri kita yang sekarang. Sejarah juga merupakan media pembelajaran dari masa lalu yang sudah teruji, sehingga membuat kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Terletak di Pulau Jawa yang menyimpan beragam cerita, Pamulang juga menyimpan cerita sejarah yang panjang, bahkan dimulai sejak era kolonialisme Belanda. Artikel ini akan membahas perjalanan Pamulang yang sebelumnya bukan apa-apa, hingga menjadi salah satu kecamatan di Kota Anggrek.
Nama Pamulang berasal dari kata dalam Bahasa Sunda, yaitu Pamulangan yang berarti tempat pulang atau beristirahat. Konon daerah Pamulang sering dijadikan tempat beristirahat para pejuang kemerdekaan setelah mereka menyerang Batavia yang saat itu dikuasai oleh Kolonial Belanda.
Pada awal abad ke-19, daerah Pamulang adalah hutan lebat yang ditumbuhi berbagai tanaman pangan dan obat seperti nanas, mengkudu, dan sere wangi. Bahkan berbagai jenis hewan buas seperti ular dan macan dapat ditemukan di sini.
Kondisi ini berubah ketika Napoleon Bonaparte menunjuk Gubernur Jenderal ke-36 Hindia Belanda, Marsekal Herman Williem Daendels. Pemerintah Hindia Belanda mulai lebih memperhatikan wilayah ini.
Melansir dari arsip Desa Pamulang, pada tahun 1930-an sebuah perusahaan Tiongkok bernama Virma Tan Yam Hok membuka kebun karet seluas 100 hektare di wilayah Pamulang. Perkebunan ini mulai dibuka pada saat pemerintah Residen Van Meester Cornelis menguasai wilayah Pamulang.
Hingga pada tahun 1981, nama Pamulang masih asing di telinga kebanyakan orang. Masyarakat mengenal Desa Pamulang sebagai Kemantren Kedaung. Kemudian Bupati Tangerang ke-15, Tadjus Sobirin mengubah Kemantren Kedaung menjadi Kemantren Pamulang dan Kecamatan Pamulang.
Tahun 2000, ketika Banten menjadi provinsi mandiri, Pamulang ikut menjadi bagian dari wilayah Banten. Kemudian Kabupaten Tangerang mengalami pemekaran pada tahun 2008, dan Pamulang menjadi salah satu kecamatan dari kota hasil pemekaran tersebut, yaitu Tangerang Selatan.