Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

143 Juta Pemudik Diantaranya Melewati Tol Tangerang, Pantau Resiko Kemacetan Lebaran dengan Analitik Cerdas Ini

Hilmi Setiawan • Senin, 16 Maret 2026 | 17:48 WIB
Antrean mobil pribadi dan bus berisi pemudik menunggu kapal di Pelabuhan Merak, Banten. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Antrean mobil pribadi dan bus berisi pemudik menunggu kapal di Pelabuhan Merak, Banten. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gelombang arus mudik diperkirakan terjadi mulai beberapa hari lalu. Catatan Pemerintah, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Kendaraan pribadi masih mendominasi, sehingga berpotensi memicu kemacetan. Khususnya di ruas jalan tol meninggalkan Jakarta.

Salah satu ruas tol yang dilalui pemudik ada di wilayah Tangerang. Simpul kemacetan yang kerap terjadi ada di akses menuju Pelabuhan Merak. Pemicunya adalah antrean kendaraan yang akan menyebrang ke Lampung.

Seperti diketahui hasil kajian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan akan ada 143,91 juta orang pemudik tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan 50,6 persen populasi Indonesia. Mobil pribadi diperkirakan tetap menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan.

Dengan jumlah 76,24 juta pemudik menggunakan mobil pribadi. Kemudian pemudik dengan sepeda motor diperkirakan berjumlah 24,08 juta orang. Lalu pemudik yang menggunakan bus sekitar 23,34 juta penumpang.

Banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil, berpotensi memicu kemacetan. Khususnya di ruas jalan tol yang meninggalkan Jakarta. Hampir setiap tahun, selalu ada laporan kasus kemacetan panjang di jalan tol.

Baca Juga: Tegas! Kapolres Tangsel Tolak Warga Kirim Parsel Idul Fitri, AKBP Boy Jumalolo Minta Kembalikan ke Pengirim

Fenomena mudik yang kerap diikuti laporan kemacetan tersebut jadi perhatian Country Manager Axis Communication Indonesia Johny Dermawan. Dia menjelaskan perlu ada upaya khusus untuk antisipasi kemacetan tersebut. Termasuk upaya mengurai jika kemacetan sudah terlanjur terjadi.

"Salah satu cara yang bisa digunakan lewat analisis cerdas, berdasarkan pemantauan CCTV," katanya dalam diskusi dengan media di Jakarta (12/3) malam. Menurut dia saat ini CCTV sudah bisa memberikan laporan analisis yang bisa digunakan sebagai bahan mengambil kebijakan. Pasalnya CCTV sudah dibenamkan chip khusus sebagai otak untuk memproses data lalu lintas dan lainnya.

Johny menambahkan teknologi pemantauan saat ini sudah menjadi komponen penting dalam membantu pemangku kebijakan dan operator mengelola mobilitas selama periode lalu lintas padat.

Menurut dia teknologi pemantauan saat ini telah melampaui pengawasan tradisional. Sistem modern mampu menghasilkan data yang membantu otoritas memahami pola lalu lintas, mendeteksi insiden lebih awal, dan meningkatkan respons operasional.

Laporan Thought Lab berjudul From Future Vision to Urban Reality, yang didukung oleh Axis Communications, menyoroti bahwa data real-time memainkan peran penting dalam mengelola mobilitas perkotaan.

Data yang dihasilkan dari sistem pemantauan dapat membantu pemangku kebijakan di sektor transportasi mengoperasikan berbagai layanan secara lebih efektif. Termasuk manajemen lalu lintas, sistem parkir, transportasi publik, dan platform mobilitas digital.

Editor : Hendra
#cctv #mudik #tol