JawaPos.com — Kekecewaan akibat tersingkir dari kompetisi Asia belum benar-benar hilang dari ruang ganti Dewa United. Namun justru dari situ, pelatih Jan Olde Riekerink melihat peluang untuk membakar motivasi timnya saat menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium.
Pertandingan pekan lanjutan Super League 2025/2026 itu dijadwalkan berlangsung Minggu (15/3/2026). Duel ini diprediksi berlangsung panas karena kedua tim memiliki target berbeda di papan klasemen.
Dewa United datang dengan beban hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya tetap siap menghadapi laga besar melawan Persija Jakarta.
“Kami harus mengatasi kekecewaan akibat tersingkir (dari AFC Challenge League) di pertandingan pekan lalu, dan menurut saya Persija setidaknya akan menjadi pertandingan yang menarik untuk dimainkan. Maka itulah persiapannya,” kata Jan pada jumpa pers daring, Sabtu.
Situasi yang dihadapi Dewa United memang tidak ideal menjelang laga ini. Mereka baru saja menelan kekalahan di kompetisi domestik dan tersingkir dari turnamen Asia dalam waktu yang berdekatan.
Pada pertandingan terakhir di Super League, Dewa United dipermalukan Bhayangkara FC dengan skor 0-2 pada Minggu (1/3). Kekalahan itu menambah tekanan bagi skuad berjuluk Banten Warriors tersebut.
Belum selesai dengan luka itu, mereka kembali terpukul di pentas Asia. Dewa United gagal melangkah lebih jauh di AFC Challenge League setelah bermain imbang 2-2 melawan Manila Digger pada Kamis (12/3).
Hasil tersebut membuat mereka kalah agregat 2-3 dan harus mengakhiri perjalanan di turnamen tersebut. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap mental para pemain menjelang laga berikutnya.
Namun Jan Olde tidak melihat situasi itu sebagai ancaman besar bagi timnya. Ia justru menilai rasa kecewa merupakan bagian dari perjalanan setiap tim dalam dunia olahraga profesional.
Menurutnya, mentalitas tim dibangun melalui proses panjang, bukan hanya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Karena itu ia yakin fondasi mental Dewa United tetap cukup kuat untuk menghadapi laga penting berikutnya.
“Di olahraga, Anda akan selalu berurusan dengan kekecewaan. Namun itulah yang selalu Anda bangun sebagai tim, dan itu bukan dari pertandingan ke pertandingan lainnya, namun itu adalah proses secara keseluruhan. Dan menurut saya dasar itu cukup kuat bagi kami untuk mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.
Jan juga menilai Persija Jakarta tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya. Klub ibu kota itu dikenal memiliki kedalaman skuad yang cukup baik.
Menurutnya, Persija Jakarta masih mampu menjaga kualitas permainan meski beberapa pemain inti tidak tampil. Kedalaman pemain membuat Macan Kemayoran tetap kompetitif di setiap pertandingan.
Namun Jan Olde juga melihat peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Dewa United. Ia menilai setiap tim pasti memiliki celah yang bisa diserang jika mampu membaca permainan dengan baik.
“Menurut saya Persija memiliki lebih dari dua pemain kunci yang absen, maka mereka akan menggantinya. Dan menurut saya, mereka memiliki tim yang dinamis dengan beberapa kelemahan, maka kami harus mengambil keuntungan dari kesempatan yang mereka berikan,” ucap Jan Olde.
Strategi utama yang disiapkan Dewa United cukup sederhana namun krusial. Mereka harus mampu mencetak gol lebih banyak dibandingkan tuan rumah.
Jan menegaskan efektivitas di depan gawang akan menjadi kunci dalam laga nanti. Ia ingin para pemainnya tampil lebih berani dalam memanfaatkan peluang.
“Tentunya kami harus mencetak gol lebih banyak daripada mereka,” katanya.
Saat ini posisi kedua tim di klasemen memang cukup berbeda. Persija Jakarta masih berada di papan atas dan terus bersaing dalam perebutan gelar Super League musim ini.
Macan Kemayoran menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 51 poin. Tim ibu kota itu menjadi salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar musim ini.
Di sisi lain, Dewa United masih berada di papan tengah klasemen. Mereka menempati posisi kesembilan dengan koleksi 33 poin dari 24 pertandingan.
Meski terpaut cukup jauh di klasemen, peluang Dewa United mencuri poin tetap terbuka. Apalagi sepak bola sering menghadirkan kejutan, terutama ketika tim yang sedang tertekan justru tampil lebih lepas.
Statistik pertemuan kedua tim juga menunjukkan duel yang relatif seimbang. Persija Jakarta memang sedikit lebih unggul dalam catatan head to head.
Dari tujuh pertemuan di Super League, Persija Jakarta berhasil meraih empat kemenangan. Dewa United mencatat dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya berakhir imbang.
Dalam urusan produktivitas gol, Persija Jakarta juga sedikit lebih unggul. Macan Kemayoran telah mencetak total 12 gol ke gawang Dewa United.
Sebaliknya, Dewa United mampu mencetak delapan gol dalam tujuh pertemuan tersebut. Statistik ini menunjukkan pertandingan antara kedua tim kerap berlangsung terbuka dan menghadirkan banyak peluang.
Karena itu duel di Jakarta International Stadium diprediksi kembali menyajikan pertarungan menarik. Persija Jakarta ingin mempertahankan posisi di papan atas, sementara Dewa United berusaha bangkit dari rentetan hasil buruk.
Jika mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif, bukan tidak mungkin Banten Warriors memberikan kejutan di ibu kota.
Semua akan ditentukan oleh satu hal sederhana seperti yang dikatakan Jan Olde: siapa yang mencetak gol lebih banyak.
Editor : Hendra