JawaPos.com – Sejumlah operator transportasi massal milik Pemprov DKI melakukan penyesuaian kebijakan selama Ramadhan. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi menuturkan, PT LRT Jakarta mengizinkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta hingga 10 menit setelah azan Magrib.
Kebijakan ini dimaksudkan agar pelanggan yang masih dalam perjalanan dapat segera berbuka tanpa harus menunggu tiba di stasiun tujuan.
“Penumpang dapat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman ringan, namun kami mengimbau untuk tidak mengonsumsi makanan dengan aroma menyengat,” ujarnya.
Selama Ramadhan, dia juga menyebutkan bahwa operasional LRT Jakarta tetap berjalan normal pukul 05.30–23.00 dengan headway 10 menit. Fasilitas musala dan area ritel juga tersedia di sejumlah stasiun untuk mendukung kebutuhan pelanggan.
Kebijakan serupa juga diterapkan PT Transportasi Jakarta (TJ). TJ memperbolehkan pelanggan berbuka puasa dengan air minum dan makanan ringan di dalam bus maksimal 10 menit setelah azan Magrib.
Kepala Departemen Humas dan CSR TJ Ayu Wardhani menuturkan, kebijakan itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pelanggan yang menjalankan ibadah puasa.
“Kami ingin memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, termasuk saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan. Tentunya, kami juga mengajak pelanggan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” ujar Ayu.
Selama bulan Ramadhan, TJ tetap beroperasi normal dan melayani pelanggan selama 24 jam pada 14 koridor utama.
Editor : Hendra