JawaPos.com - Musim 2024 Formula 1 telah diakhiri dengan Grand Prix Abu Dhabi, di mana Max Verstappen berhasil mengukuhkan gelar juara dunia keempatnya secara berturut-turut. Dalam balapan yang penuh emosi ini, Lewis Hamilton juga mengucapkan perpisahan yang mengharukan dengan Mercedes setelah 12 musim.
Di musim yang penuh aksi ini, Verstappen kembali mendominasi, memenangkan empat dari lima balapan pertama. Namun, kompetisi semakin seru dengan delapan pemenang balapan berbeda, termasuk kemenangan pertama Oscar Piastri dan Lando Norris. Keduanya membantu McLaren meraih gelar juara konstruktor 2025.
Biaya Lisensi Super Formula 1 2025
Untuk ikut serta di Formula 1, setiap pembalap wajib memiliki FIA Super Licence. Biaya lisensi ini terdiri dari tarif dasar dan biaya tambahan tergantung dengan jumlah poin yang diperoleh pembalap di musim sebelumnya.
Mengutip laman GiveMeSport, Kamis (9/1), sebagai juara dunia, Max Verstappen akan membayar biaya lisensi tertinggi untuk musim 2025, yaitu USD 1.079.448 (sekitar Rp16,2 miliar). Angka ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu, mengingat Verstappen memenangkan lebih sedikit balapan pada 2024.
Sebaliknya, Gabriel Bortoleto, pembalap pendatang baru dari Brasil yang akan membela tim Sauber, hanya perlu membayar USD 12.097 (sekitar Rp181 juta), biaya terendah bersama Kimi Antonelli dan Jack Doohan. Berikut adalah daftar lengkap biaya yang harus dibayar para pembalap, dengan mencerminkan jumlah poin di musim 2024.
Daftar Biaya Lisensi Super F1 2025
Max Verstappen - USD 1.079.448 (Rp16,2 Milliar)
Lando Norris - USD 925.779 (Rp13,9 Milliar)
Charles Leclerc - USD 881.805 (Rp13,2 Milliar)
Oscar Piastri - USD 725.453 (Rp10,9 Milliar)
Carlos Sainz Jr - USD 720.567 (Rp10,8 Milliar)
George Russell - USD 610.632 (Rp9,2 Milliar)
Lewis Hamilton - USD 556.886 (Rp8,4 Milliar)
Fernando Alonso - USD 183.107 (Rp2,8 Milliar)
Pierre Gasly - USD 114.703 (Rp1,7 Milliar)
Mengapa Biaya Ini Begitu Mahal?
Lisensi Super adalah tiket resmi untuk berlaga di Formula 1. Dengan biaya yang ditentukan berdasarkan performa, sistem ini mencerminkan pencapaian pembalap sekaligus membantu mendanai regulasi dan pengembangan olahraga balap ini.
Musim 2025 akan menjadi tantangan baru bagi semua pembalap, baik yang berpengalaman maupun pendatang baru. Biaya ini hanyalah langkah awal untuk masuk ke arena Formula 1 yang penuh persaingan ketat dan teknologi canggih.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah