Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dirut BTN Usulkan Kombinasi Skema Subsidi Bunga-FLPP, Untuk Program 3 Juta Rumah yang Tidak Bergantung APBN

Agas Putra Hartanto • Kamis, 19 Desember 2024 | 11:30 WIB

Ilustrasi - Foto udara area perumahan di kawasan Tangsel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Ilustrasi - Foto udara area perumahan di kawasan Tangsel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)


JawaPos.com – Pemerintah akan menjalankan program 3 juta rumah di tengah kondisi likuiditas yang terbatas. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengusulkan gabungan skema subsidi bunga (SSB) dan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), sedangkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) pun menyediakan pendanaan jangka panjang baik lewat sekuritisasi maupun refinancing.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa skema kombinasi SSB dan FLPP untuk program 3 juta membuat perbankan tidak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pemerintah. Selain itu, aset kredit kepemilikan rumah (KPR) yang dapat dilakukan sekuritisasi.

“Makanya kami usulkan ada SSB juga, karena pakai duitnya bank, pemerintah hanya menyubsidi selisih bunga. Portofolio KPR-nya bisa dijual atau sekuritisasi, duitnya buat KPR baru lagi jadi tidak berhenti dan diputar terus. Lebuh cepat tidak bergantung APBN lebih bagus,”ungkap Nixon.

KPR subsidi melalui skema FLPP tidak bisa dilakukan sekuritisasi. Mengingat terdapat uang negara sebagai sumber likuiditasnya. Pilihan terbaiknya hybrid antara FLPP dan SSB meski, keputusan final untuk skema KPR subsidi tetap dikembalikan kepada pemerintah.

Nixon menyebutkan bahwa market share BTN mencapai 82 persen dari total KPR. Pada 2025 terdapat total potensi penyaluran KPR Sejahtera sebanyak 631.978 unit rumah. Terdiri dari 142.769 unit dalam proses pembangunan dan 489.209 unit yang belum terbangun.

Dari total potensi itu, mayoritas terkonsentrasi di pulau Jawa. Jumlahnya mencapai 96.215 unit dalam proses pembangunan. Ada juga 327.831 unit yang belum terbangun.

Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BTN) Raih Penghargaan 10 Besar BUMN Paling Informatif versi Komisi Informasi Pusat (KIP)

Di tempat terpisah, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menuturkan, pada Januari 2023 telah dibentuk ekosistem pembiayaan perumahan. Pihaknya ditunjuk sebagai sekretariat ekosistem pembiayaan perumahan. Terkait dengan 3 juta rumah, BUMN bidang pembiayaan perumahaan tersebut berperan aktif dalam mefasilitasi diskusi perumusan kebijakan  sebagai katalisator dalam pengentasan backlog di Indonesia.

Sedangkan sisi pendanaan, saat ini belum terdapat arahan formal terkait detail pendanaan 3 juta rumah. “Namun demikian sebagai liquidity provider, SMF siap untuk mendorong penyediaan pendanaan jangka panjang melalui sekuritisasi maupun refinancing,” kata Ananta kepada Jawa Pos, kemarin (18/12).

Hingga November 2024, perseroan telah menyalurkan penyaluran KPR FLPP sebesar Rp 3,8 triliun atau setara dengan 95.855 debitur. Sedangkan, pembiayaan komersial mencapai Rp 12 triliun kepada kurang lebih 268 ribu debitur.

Selain perlunya orkestrasi untuk kerjasama antar pemangku kepentingan, SMF mengusulkan pendataan target penerima manfaat dan jenis intervensi yang akan diberikan. Dengan pemetaan tersebut, kebijakan dapat lebih terarah dan sesuai kebutuhan setiap kelompok. (han/dio)

 

Editor : Hendra
#flpp #perumahan #rumah #subsidi #btn