JawaPos.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait berupaya mencapai target pemenuhan tiga juta unit hunian untuk rakyat. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan sitaan dari kasus korupsi. Strategi tersebut sudah dibicarakan dengan Kejaksaan Agung serta disampaikan ke DPR.
Rencana membangun rumah murah untuk rakyat itu disampaikan pada rapat bersama Komisi V DPR (29/10). Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan, hasil komunikasi dengan Kejaksaan Agung, ada lahan seluas 1.000 hektare yang bisa dibangun perumahan rakyat. ”Lokasinya di Banten. Jaksa agung sudah siap menyerahkan,” katanya. Namun, harga dan spesifikasi rumah belum dibahas. Yang pasti, harganya akan jauh lebih murah daripada harga pasaran.
Ara menuturkan, dibutuhkan cara ekstra untuk mengejar target pembangunan tiga juta unit hunian rakyat. Tidak bisa dengan cara-cara reguler, apalagi hanya bertumpu pada APBN. Dia mencontohkan, tahun ini alokasi rumah rakyat dipatok 145.976 unit. Tetapi, sampai kemarin baru terealisasi 34.314 unit.
Dia menegaskan, diperlukan semangat gotong royong untuk mewujudkan target pembangunan tiga juta unit hunian rakyat itu. Rencananya, rumah murah tersebut dibangun di kawasan pedesaan atau non perkotaan sebanyak dua juta unit. Lalu, di kawasan perkotaan satu juta unit. Ara menginginkan ada gotong royong antara pemerintah, developer, konsultan, pemasok material bangunan, dan pemangku kebijakan lainnya.
Kerja sama dengan Kejaksaan Agung tersebut, kata Ara, merupakan bagian dari gotong royong. ”Bagaimana nanti tanah sitaan digunakan untuk rakyat. Tanah koruptor untuk rakyat kecil,” tuturnya. Dia mengakui masih banyak warga yang kesulitan membeli rumah. Mulai aparatur kepolisian, tentara, ASN, hingga masyarakat lainnya.
Dalam rapat tersebut, Ara juga menyampaikan perkembangan Rusunawa Pasar Rumput di Jakarta. Dua tahun lalu, rusunawa itu sudah diserahkan ke DKI Jakarta. Kemudian dipatok biaya sewa Rp 3,5 juta sebulan. Ara mengatakan, harga tersebut terlalu tinggi. ”Uang sewa Rp 3,5 juta/bulan itu bukan untuk rakyat kecil,” katanya. Akhirnya dilakukan hitung ulang. Setelah disesuaikan dengan biaya perawatan, ketemu harga sewa Rp 1,25 juta/bulan.
Dalam kesempatan sebelumnya, Ara menyumbangkan lahannya seluas 2,5 hektare untuk program tiga juta rumah rakyat. Pembangunannya dibantu pengembang Agung Sedayu. Lahan yang berada di Tangerang, Banten, itu rencananya mulai dibangun pada 10 November nanti. Rumahnya akan diberikan secara gratis kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ”Nanti mungkin 10 persennya TNI berpenghasilan rendah, ASN berpenghasilan rendah, dan guru berpenghasilan rendah,” ujarnya. (wan/c19/oni)
Editor : Hendra