Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Crab Mentality: Fenomena ketika Orang-Orang Berusaha Menjatuhkan Mereka yang Ingin Mendaki Tangga Kesuksesan

Erie Dewangga • Senin, 10 Februari 2025 | 14:00 WIB

Ilustrasi Crab Mentality.(Pixabay/stevevaudry).
Ilustrasi Crab Mentality.(Pixabay/stevevaudry).

JawaPos.com — Apakah anda merasa orang lain menahan perkembangan diri anda menuju kesuksesan? Mungkin anda merasa hal itu terjadi pada diri anda—entah itu keluarga, teman, atau rekan kerja; entah itu secara aktif merendahkan anda atau sekadar tidak memuji saat anda merasa pantas menerimanya.

Ternyata kejadian itu ada istilahnya dalam psikologis, lho! Fenomena di atas disebut sebagai Crab Mentality atau Crab in Bucket Syndrome, karena kepiting menarik orang yang mencoba melarikan diri. Yuk, simak artikel berikut untuk tahu lebih banyak tentang mentalitas kepiting yang menghambat orang lain mencapai kesuksesan itu.

Crab Mentality: Sikap Tidak Sehat yang Halangi Orang Lain Capai Kesuksesan

Crab mentality atau mentalitas kepiting adalah fenomena ketika seseorang bereaksi secara negatif, dalam hal pikiran, pernyataan, atau tindakan mereka, terhadap orang yang lebih maju dari mereka, meskipun mereka tidak mengharapkan manfaat langsung dari tindakan tersebut.

Sikap ini merupakan salah satu bentuk persaingan tidak sehat yang dapat merugikan orang lain. Mentalitas kepiting dapat menyebabkan seseorang mengecilkan hati atau menyabotase teman mereka yang mulai berprestasi di sekolah, hanya karena mereka merasa kesal karena kesulitan belajar.

Baca Juga: 7 Teknik Aplikasi Maskara yang Tepat untuk Bulu Mata Lebih Lentik, Tebal, dan Bervolume Tanpa Gumpalan

Istilah crab mentality atau mentalitas kepiting berasal dari penganalogian sifat dan pola pikir egois serta iri dari seseorang dengan sifat kepiting ketika penuh sesak dalam sebuah ember. Jika salah satu dari kepiting tersebut berhasil naik dan akan keluar dari ember, maka ketiping lainnya akan mencapit dan menarik kepiting tersebut agar kembali masuk ke dalam ember. Dibanding bertahan hidup atau melarikan diri dari kelompoknya, kepiting memilih untuk mati bersama.

Mentalitas kepiting dapat sangat memengaruhi pikiran, pernyataan, dan tindakan seseorang dalam berbagai situasi, jadi penting untuk memahaminya. Oleh karena itu, dalam artikel berikut ini anda akan mempelajari lebih lanjut tentang mentalitas kepiting, memahami apa yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya dan melihat bagaimana menghindarinya.

Mengapa Crab Mentality Bisa Ada?

Kepiting tidak berevolusi dalam ember, mereka berevolusi di tepi pantai, di mana menempel pada kepiting lain dapat meningkatkan keberlangsungan hidup. Kepiting tidak secara sadar berusaha menahan pasangannya. Ia juga tidak secara sadar berusaha menyelamatkan mereka. Ia hanya mengulang perilaku yang telah dipilih secara alami.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia secara alamiah cenderung hidup berkelompok. Hal ini akan memudahkan manusia dalam mencapai suatu tujuan. Dalam hidup berkelompok, sifat kompetitif adalah hal yang wajar dan bahkan bisa bermanfaat.

Baca Juga: Resep Mudah Membuat Donat Bomboloni Tanpa Telur dan Mixer: Hasil Tetap Empuk, Lembut, dan Lumer di Mulut!

Namun, sifat kompetitif yang berlebihan justru bisa membuat seseorang mengalami crab mentality. Selain itu, rasa percaya diri yang rendah, iri hati, rasa putus asa, bahkan depresi juga dapat menumbuhkan sikap crab mentality.

Hidup dalam kelompok berarti persaingan terus-menerus untuk mendapatkan makanan dan pasangan. Seleksi alam membangun otak yang memberi serotonin saat anda berada dalam posisi kuat, dan memperingatkan seseorang dengan kortisol saat mereka melihat bahwa dirinya berada dalam posisi lemah.

Orang dengan pola pikir tetap percaya bahwa karakter, kecerdasan, dan kualitas kreatif mereka sudah tetap dan tidak dapat ditingkatkan. Itulah sebabnya mereka cenderung menghindari tantangan, mudah menyerah, tidak berusaha, mengabaikan umpan balik, dan merasa terancam oleh keberhasilan orang lain. Jadi, alih-alih melakukan pekerjaan yang menantang dan memajukan diri, mereka secara alami bermain kecil dan menjatuhkan orang lain sebagai cara untuk "tetap di atas".

Itulah sebabnya mentalitas kepiting ada.

Mentalitas ini terwujud pada orang dengan pola pikir tetap yang tidak mau memperluas batasan berpikir mereka atau melihat melampaui ego yang mereka bangun sendiri. Mereka tidak puas dengan keadaan mereka saat ini, tetapi tidak menerima bahwa mereka memiliki pilihan atau kemampuan untuk menciptakan apa yang benar-benar mereka inginkan dalam hidup.

Baca Juga: Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis 2025 Tersedia di Seluruh Puskesmas Tangsel, Hadiah Bagi Warga yang Berulang Tahun

Akibatnya, alih-alih mengakui situasi mereka dan menghadapi masalah masing-masing, mereka mencoba untuk mengurangi rasa percaya diri dan menghentikan kemajuan siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda mencapai kesuksesan di luar mereka. Dan mereka melakukannya karena rasa iri dan dendam mereka dan melalui sikap meremehkan, kritik, keputusasaan, dan tindakan yang tidak baik.

Singkatnya, orang-orang yang jatuh ke dalam mentalitas kepiting ini, membawa mantra ini bersama mereka: "Jika saya tidak bisa memilikinya, anda juga tidak bisa."

Dan itulah sebabnya terkadang, tanpa menyadarinya, lingkungan kita dapat menahan kita untuk bergerak maju ke arah yang kita inginkan.

Salah satu contoh crab mentality adalah ketergantungan seseorang dalam hidup berkelompok; kepergian salah satu anggota kelompok akan membuat kelompok tersebut jadi sulit berkembang, terlebih jika yang pergi adalah orang yang sangat berpengaruh.

Oleh karena itu, orang dengan crab mentality akan berusaha untuk menahan langkah temannya yang akan pergi agar ia tetap berada di dalam kelompok.

Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kukuhkan 4 Guru Besar dengan Beragam Keahlian, Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan

Bahaya Crab Mentality: Merusak Kinerja sampai Membuat Lingkungan Tidak Kondusif

Mentalitas kepiting dikaitkan dengan berbagai macam masalah, baik bagi orang yang mengalaminya maupun bagi orang yang menjadi sasarannya. Yang paling menonjol:

Cara Jitu Menghindari Crab Mentality: dari Ubah Pola Pikir sampai Pilah-Pilih Pertemanan

Realitas dari fenomena mentalitas kepiting adalah bahwa kita semua memiliki kapasitas untuk menjadi pelaku sekaligus korban. Faktanya, sebagian besar dari kita pernah berada di kedua sisi ember pada berbagai titik dalam hidup. Berikut adalah beberapa tips-nya:

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya dan Mengubah Menjadi Format Elektronik

1. Ubah Pola Pikir

Langkah pertama adalah hidup dengan pola pikir bahwa anda hanya bersaing dengan diri sendiri dalam hidup ini. Ketika kita melakukan ini, kita dapat mengukur kemajuan dengan melihat seberapa jauh kita telah melangkah dibandingkan dengan versi diri kita yang lama, bukan dengan melihat bagaimana kita dibandingkan dengan orang lain.

2. Terapkan Timbal-Balik

Dengan berfokus pada membantu orang lain meraih mimpi mereka, anda menyatakan bahwa anda memiliki kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan masing-masing tanpa menjatuhkan orang lain.

3. Tetapkan Tujuan Sendiri

Bila anda memiliki visi sendiri, anda dapat mulai membuat rencana yang memiliki tujuan yang realistis dan terukur. Begitu anda memiliki tujuan sendiri, anda mungkin menemukan bahwa melihat keberhasilan orang lain sebenarnya memberi anda cetak biru untuk keberhasilan anda sendiri alih-alih menjadi sumber keputusasaan.

4. Pilah-Pilih Hubungan Sosial

Ingatlah bahwa kita punya kendali atas orang-orang yang akan kita ajak berhubungan sosial. "Kepiting" sering kali akan menunjukkan sifat asli mereka lewat kata-kata dan tindakan jauh sebelum mereka menyerang kita. Perhatikan saja bagaimana orang-orang yang anda ajak bergaul berbicara tentang orang lain.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#crab mentality #kesuksesan