Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mechanical Arms: Berawal dari Proyek Anime Indie, Menjadi Serial Animasi Mecha yang Patut Dinanti

Erie Dewangga • Senin, 21 Oktober 2024 | 16:30 WIB

Mechanical Arms, anime produksi TRiF Studio dan digarap oleh Sae Okamoto, yang bangkitkan kembali semangat seniman animasi indie (Dok. IMDb).
Mechanical Arms, anime produksi TRiF Studio dan digarap oleh Sae Okamoto, yang bangkitkan kembali semangat seniman animasi indie (Dok. IMDb).

JawaPos.com — Memasuki minggu ketiga musim gugur di Jepang, mulai terlihat beberapa anime yang menunjukkan potensinya setelah menayangkan dua atau tiga episode. Cukup banyak judul baru yang secara mengejutkan menjadi perbincangan di musim ini, salah satunya adalah serial Mechanical Arms atau Mecha-Ude yang diproduksi oleh TriF Studio.

Tayang bersama dengan serial-serial terkenal yang mendapat kelanjutan seperti Bleach: Thousand Year Blood WarRe:Zero – Starting Live in Another WorldNatsume’s Book of Friend, dan Shangri-La Frontier; serta anime-anime pendatang baru seperti Blue BoxDanDaDan365 Days to the WeddingNegaPosi Angler, dan Orb: On the Movements of the EarthMechanical Arms atau juga disebut dengan Mecha-Ude garapan TRiF Studio ini menjadi salah satu judul anime mecha yang patut untuk diperhitungkan keberadaannya.

Apakah serial orisinal ini pantas untuk dimasukkan ke dalam daftar plan-to-watch musim ini? Penasaran sebagus apa, sih, anime mecha yang bermula dari proyek animasi indie ini? Yuk, simak ulasan berikut!

Formula Cerita Shounen Klasik yang Dieksekusi dengan Apik

Anime orisinal ini mengikuti alur cerita yang mirip dengan banyak anime shonen klasik. Mengutip situs MyAnimelist, serial ini berkisah tentang seorang siswa sekolah menengah biasa bernama Hikaru Amatsuga yang bekerja sama dengan Mecha-ude bernama Alma, yang merupakan artefak mekanik yang sangat langka dan istimewa.

Untuk melindungi artefak yang hilang ingatan itu, kelompok perlawanan ARMS menugaskan pengguna Mecha-ude ganda bernama Aki Murasame untuk mengikuti ke manapun Hikaru pergi. Namun, dia juga mencari pengguna Mecha-ude Tipe Ular yang telah menempatkan banyak rekannya dalam kondisi kritis. Namun, ketika nyawa Aki terancam oleh Kelompok Kagami yang mencari artefak legendaris, Hikaru harus bekerja sama dengan Alma untuk melawan dan, di sepanjang jalan, belajar bahwa hidupnya tidak akan pernah biasa lagi.

Baca Juga: Empat Rekomendasi Anime Tentang Memancing yang Ajarkan Bahwa Hobi Ini Tak Hanya Soal Menangkap Ikan, Tapi Juga Perihal Menghargai Kehidupan

Membangkitkan Kembali Semangat Produksi Anime Indie

Serial ini hadir sebab didukung oleh tekad yang kuat seorang sutradara indie, Sae Okamoto, ketika industri profesional dibangun untuk memberikan lampu hijau bagi wajah-wajah yang dikenal dan konten yang enak di atas segalanya. Tentu saja, siapa yang tidak akan tertarik pada anime yang telah diperjuangkan oleh seorang sutradara wanita sejak penggalangan dana oleh Kickstarter pada tahun 2016 lalu.

Sae Okamoto, merupakan animator muda ambisius yang telah bekerja dengan beberapa studio animasi, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan untuk memimpin proyek animasinya sendiri. Dan, ia memimpin gerakan tersebut setelah menggalang dana, membentuk tim, dan mengemukakan ide-idenya. Kampanye tersebut telah berhasil dengan mana lahirlah Mechanical Arms sebagai proyek indie-nya yang mana setelah mendapat dukungan fans kini sukses diadaptasi menjadi sebuah serial animasi yang utuh.

Dan, pada awal Oktober ini, Mechanical Arms dari TRiF Studio telah hadir sebagai produksi TV yang lengkap dengan penayangan episode perdananya yang dapat anda saksikan melalui kanal Crunchyroll ataupun aplikasi Bstation/BiliBili.

Dan meskipun visual animasinya terbilang cukup sederhana, tetapi serial ini masih harus dipuji sebagai anime orisinal yang akan menambah keluasan industri animasi. Dengan produksi anime yang didominasi oleh studio dan waralaba besar, sungguh mengejutkan melihat serial indie yang menyadari potensinya setelah penayangan episode ONA-nya pada tahun 2018 lalu.

Baik TRiF Studio maupun Sae Okamoto memang belum memiliki resume yang banyak sebagai studio animasi maupun sutradara, tetapi serial Mechanical Arms hadir menjadi proyek terbesar mereka.

Alih-alih terasa seperti anime beranggaran besar, anime orisinal ini lebih terasa seperti proyek indie yang mendapat kesempatan untuk ditayangkan di TV. Hal ini membuatnya semakin menonjol di dalam industri yang didominasi oleh popularitas daripada eksperimen, dengan mana studio besar yang membuat adaptasi setia dari IP-IP populer.

Dalam hal ini, serial Mechanical Arms menjadi salah satu proyek penting bagi TRiF Studio, karena ini mungkin menjadi peluang bagi studio muda untuk terus menambah kedalaman dan inovasi dalam industri animasi. Kebangkitan serial anime ini mungkin bisa menjadi peluang untuk membuktikan bahwa proyek indie masih dapat berkembang pesat di masa sekarang.

animeBaca Juga: 12 Rekomendasi Anime Misteri Buat Anda yang Berotak Detektif, Dijamin Bisa Bikin Pusing Tujuh Keliling!

Animasi yang Memukau, Memadukan Animasi 2D dengan CG Secara Mulus

Ide plot cerita serial ini memang terdengar seperti pertarungan shonen dengan sekelompok Dr. Octopus yang berkeliaran, tetapi desain konsep seninya, tak bisa dipungkiri, terlihat sangat keren. Sentuhan Mecha-Ude secara unik menggabungkan kepekaan shonen dan mecha, dengan para petarung yang terekspos harus bersaing dengan anggota tubuh tambahan yang dimekanisasi, yang berada pada tempat-tempat yang tidak biasa.

Hal yang demikian memang dapat memberikan beberapa adegan pertarungan yang unik secara visual dan angle kamera, karena sebagian besar anime dengan organ-organ mekanikal umumnya hanya puas dengan memvsiualisasikan empat alat gerak utama manusia saat merancang pertarungan.

Yang menarik, visual anime ini memperlihatkan gaya seni yang khas dengan mana desain karakter pada serial ini memang dibuat sederhana sebab mereka sengaja hendak mengingatkan penonton pada estetika anime shonen klasik, dan mungkin juga dimaksudkan untuk membantu menghidupkan adegan-adegan aksinya.

Visual gambar latarnya terlihat lugas dengan teknik penggunaan komposisi warna yang estetik yang disertai dengan animasi yang taktis dengan mana adegan-adegan pertarungan di antara para pengguna Mecha-Ude ini dieksekusi begitu apik mulai dari koreografi pertempuran antartokoh yang membuat jantung kembang-kempis sampai dengan detail pergerakan organ tubuh mekanis mereka yang terasa realistis.

Dalam hal ini TRiF Studio menggunakan campuran mulus antara teknologi CG dan animasi 2D yang digambar menggunakan tangan-tangan bertalenta sehingga tampak luar biasa dalam aksinya di layar gawai atau televisi.

Editor : Hendra
#anime #manga