JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan tidak pernah terjadi praktik jual-beli jabatan maupun permintaan bantuan/sumbangan yang mengatasnamakan Wali Kota Tangerang Sachrudin.
Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai oknum tak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan nama Wali Kota Tangerang Sachrudin untuk kepentingan pribadi.
Wali Kota Tangerang Sachrudin membantah isu tersebut. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap klaim-klaim mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan mutasi, penerimaan pegawai, maupun permintaan sumbangan kepada pihak swasta atau perusahaan.
"Saya tegaskan, tidak ada yang namanya jual-beli jabatan atau membayar untuk masuk menjadi pegawai Pemkot Tangerang. Apalagi sampai meminta bantuan ke perusahaan dengan mengatasnamakan saya," tegas Sachrudin, (7/9).
Sachrudin menegaskan lagi, apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk minta bantuan atau sumbangan ke swasta atau perusahaan kemudian juga mengaku bisa meloloskan dengan imbalan uang, itu merupakan penipuan.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mu'alim mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali menerima laporan dari masyarakat soal aksi oknum yang mengatasnamakan Wali Kota Tangerang untuk kepentingan mereka. Bahkan ada yang menggunakan teknologi deep fake suara untuk menipu calon korban.
"Ada yang sampai memakai deep fake suara Pak Wali untuk lebih meyakinkan korban," ungkapnya.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak segan melapor kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Tangerang, yakni LAKSA.
"Silakan laporkan jika ada oknum yang mengatasnamakan pak wali kota atau pejabat pemkot yang meminta-minta bantuan atau imbalan," ucapnya.