JawaPos.com - Buat Anda yang sedang suntuk di tengah padatnya jadwal, ada satu tempat di Pondok Aren yang bisa jadi pelarian kreatif. Rumah Tanah Liat Citra menghadirkan pengalaman seni yang menyenangkan untuk semua usia. Lokasinya berada di Ruko Pondok Aren Plaza, Jl. Raya Pd. Aren No.51 Kav. 11, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15224.
Pilihan Kelas yang Beragam
Di sini, Anda bisa memilih berbagai kelas seni seperti pottery, melukis gerabah, membatik, hingga kelas wayang. Ada juga kegiatan melukis totebag, kaos, dan menganyam rotan yang cocok untuk eksplorasi tanpa batas. Semua kelas dirancang edukatif dan menyenangkan, apalagi untuk anak-anak yang sedang tumbuh dengan rasa ingin tahu besar.
Pottery Class
Kelas tanah liat jadi primadona karena bisa mengasah kreativitas dan ketekunan dalam satu waktu. Anak-anak belajar membentuk, mengukir, dan menciptakan karya dari tanah yang lentur dan aman. Aktivitas ini juga bermanfaat meningkatkan motorik halus dan konsentrasi.
Peserta akan mendapatkan 1 kg tanah liat, meja putar, apron, dan perlengkapan dasar lainnya. Didampingi instruktur berpengalaman, proses belajar terasa hangat dan fun. Setiap anak juga akan pulang membawa sertifikat sebagai kenang-kenangan.
Melukis Gerabah
Kegiatan melukis gerabah memberi ruang imajinasi anak-anak untuk berkembang bebas. Mereka belajar mengenal bentuk, warna, dan cara menuangkan ide dalam medium tiga dimensi. Proses ini tak hanya menyenangkan tapi juga mendidik secara emosional.
Fasilitas yang didapat lengkap, dari cat warna, kuas, palet, hingga tisu dan gelas cat. Anak-anak akan membawa pulang hasil karyanya sendiri. Momen ini bisa jadi pengalaman pertama yang membekas di hati mereka.
Kelas Membatik
Kelas membatik di Rumah Tanah Liat Citra juga tak kalah menarik. Anak-anak dikenalkan pada alat-alat seperti canting, tungku, dan pamindangan yang penuh nilai budaya. Mereka belajar desain sederhana dan langsung praktik membatik dengan arahan profesional.
Peserta juga mendapat perlengkapan lengkap seperti pola batik, apron, kuas, dan tisu. Kelas ini cocok untuk mengenalkan warisan budaya Indonesia sejak dini. Serunya lagi, semua desain bisa dibawa pulang dan dibanggakan di rumah.
Baca Juga: Kurus Belum Tentu Sehat: Mitos yang Diluruskan dr. Tirta dan Fakta Medis Tentang Skinny Fat
Kelas Wayang
Melalui kelas wayang, anak-anak belajar membentuk tokoh dan karakter sesuai imajinasi mereka. Dari proses menggambar hingga mewarnai, mereka dilatih sabar dan teliti. Ini juga meningkatkan daya ingat dan rasa percaya diri lewat hasil karya yang bisa dilihat langsung.
Kelas ini dilengkapi alat seperti kuas, cat warna, apron, serta panduan langsung dari instruktur. Anak-anak akan belajar menghargai seni tradisional dengan cara yang menyenangkan. Di akhir sesi, semua peserta dapat mengakses video panduan dan membawa pulang karyanya.
Melukis Totebag
Melukis di atas totebag menjadi cara baru mengekspresikan seni yang bisa langsung dipakai. Anak-anak dikenalkan pada proses desain, pemindahan pola, hingga pewarnaan yang aman dan menarik. Proses ini membantu tumbuhnya rasa percaya diri dan jiwa mandiri.
Fasilitas yang didapat antara lain totebag ukuran 30x40 cm, pola gambar, cat, kuas, dan apron. Proses kreatif berlangsung di bawah bimbingan instruktur yang ramah. Hasil akhir bisa langsung dipakai atau dijadikan hadiah spesial.
Suasana Belajar yang Menyenangkan dan Digemari
Rumah Tanah Liat Citra buka setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Suasana ruang belajar dibuat nyaman dan mendukung eksplorasi bebas. Anak-anak tak hanya belajar seni, tapi juga belajar bekerja sama, sabar, dan bangga atas karyanya sendiri.
Model pembelajaran di sini mengusung pendekatan Contextual Teaching and Learning. Anak-anak belajar melalui pengalaman konkret yang terhubung langsung dengan kehidupan sehari-hari. Ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan relevan.
Banyak orang tua memilih Rumah Tanah Liat Citra karena suasananya edukatif dan menyenangkan. Anak-anak senang, orang tua pun merasa tenang karena anaknya mendapat pengalaman positif. Tempat ini menjadi ruang tumbuh yang kreatif dan inspiratif. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah