JawaPos.com – Nail polish atau yang dikenal juga sebagai cat kuku atau kuteks merupakan salah satu aksesori kecantikan yang digunakan untuk memperindah tampilan, khususnya pada jari tangan dan kaki. Penggunaan kuteks memberikan sentuhan warna yang menarik pada kuku, menciptakan daya tarik visual yang sering kali membuat orang lain terpukau dan memperhatikan lebih lama.
Saat ini, kuteks telah berkembang menjadi alat ekspresi diri yang populer, digunakan oleh berbagai kalangan, baik perempuan maupun laki-laki. Tidak heran jika ungkapan seperti "Let your nails do the talking" sering muncul, mencerminkan peran kuteks sebagai sarana untuk menunjukkan kepribadian dan gaya seseorang.
Dihimpun oleh JawaPos.com, berikut adalah perbedaan yang dimiliki masing-masing jenis kuteks berdasarkan hasil akhir dan tingkat ketahannya.
Baca Juga: Simak Resep Ketan Bintul Khas Banten, Hidangan Favorit Sultan yang Selalu Ada di Bulan Ramadan
1. Base Coat dan Top Coat
Base coat dan top coat menjadi jenis kuteks yang harus dimiliki jika menginginkan hasil akhir yang mulus dan bagus. Seperti namanya, base coat digunakan sebelum menggunakan kuteks berwarna, hal ini bertujuan agar kuku terlihat lebih rata dan mulus.
Berbeda dengan base coat, top coat digunakan di akhir pengaplikasian kuteks. Ketika kuteks sudah mengering, ada baiknya mengaplikasikan top coat agar ketahanan kuteks bertahan lebih lama dan tidak mudah mengelupas.
2. Kuteks Gel
Kuteks dengan jenis gel dikenal paling tahan lama dan tidak mudah untuk dihapus. Biasanya kuteks jenis ini sering digunakan oleh para pembuat nail arts yang menggunakan ekstensi kuku palsu. Untuk mengeringkan kuteks gel diperlukan lampu sinar UV, hal tersebut yang membuatnya tahan lama.
Karena sifatnya yang sulit dihapus, kuteks jenis ini biasanya memerlukan aseton untuk menghilangkannya. Kuku perlu direndam atau dibalut dengan kapas yang telah dibasahi aseton agar kuteks gel bisa terhapus. Setelahnya, jari atau kuku mungkin akan tampak lebih kering, sehingga penggunaan minyak kuku (nail oil) sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan penampilan kuku agar tetap terlihat baik.
3. Kuteks Matte
Kuteks matte mungkin menjadi favorit banyak orang karena hasil akhirnya yang berbeda dengan kuteks pada umumnya. Jika kuteks gel atau akrilik memberikan hasil akhir yang glossy, kuteks jenis matte memberikan tampilan yang lembut dan modern.
Jenis kuteks yang satu ini cocok untuk dipakai untuk keperluan apa pun karena tampilannya yang subtle namun tetap elegan. Kuteks matte termasuk jenis yang tahan lama, namun untuk menghapusnya sedikit lebih mudah dibandingkan kuteks gel.
4. Kuteks Akrilik
Kuteks akrilik umumnya hanya dapat ditemukan di toko nail art dan memerlukan nail artist untuk mengaplikasikannya. Hal ini karena kuteks akrilik memerlukan ekstensi kuku terlebih dahulu untuk menjaga kesehatan kuku pengguna.
Hasil akhir kuteks akrilik hampir mirip dengan kuteks matte, yakni memberikan tampilan yang mulus dan halus. Kuteks akrilik biasanya tersedia dalam bentuk bubuk yang harus dibentuk terlebih dahulu oleh nail artist sebelum diubah menjadi kuku palsu.
5. Kuteks Glitter
Bagi masyarakat yang sering pergi ke toko kecantikan, pasti sudah tidak asing lagi dengan tipe kuteks yang satu ini. Kuteks glitter sangat mudah untuk ditemukan oleh para pecinta nail arts dan sering dijadikan opsi untuk dikenakan saat acara-acara spesial.
Kuteks glitter memberikan hasil akhir yang glossy dan memantulkan warna partikel gliter yang sangat cantik. Umumnya ketika menggunakan kuteks jenis ini, mengaplikasikannya harus lebih dari dua kali karena sifatnya yang tidak terlalu berpigmen.
6. Kuteks Holographic
Berbeda dengan kuteks glitter yang mudah ditemukan, kuteks holographic mungkin sedikit lebih sulit didapatkan karena belum begitu populer di Indonesia. Namun, hal ini tidak berarti kuteks ini berkualitas rendah atau tidak tahan lama. Sebaliknya, kuteks holographic menawarkan kualitas yang menarik dan daya tahan yang baik.
Kuteks holographic menciptakan efek prismatik dengan tampilan yang menyerupai pelangi. Warna pelangi tersebut akan bergerak sesuai dengan arah cahaya yang mengenai permukaannya. Dengan efek akhir seperti ini, kuteks holographic sangat cocok dipakai untuk acara-acara spesial seperti pesta atau konser.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah