JawaPos.com - Anda warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), atau punya kerabat di kota tersebut? Tahukah Anda bagaimana sejarah kota Tangsel? Simak ceritanya yang diolah dari situs Tangsel Life!
Kota Tangsel merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Tangerang.
Pembentukan wilayah sebagai kota otonom ini berawal dari warga yang merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Adapun kota Tangsel ini mulai menjadi kota mandiri sejak tahun 2008, sesuai dengan pembentukan UU Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pendirian Tangerang Selatan.
UU Nomor 51 Tahun 2008 yang dikeluarkan tertangal 26 November 2008 ini menjadi pelengkap sejarah Kota Tangsel.
Pembentukan Kota Tangsel diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia pada masa itu, Mardiyanto.
Sejak berdiri, sudah ada tujuh kecamatan di Tangsel, yakni kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.
Kemudian, ditetapkan Kecamatan Ciputat sebagai pusat pemerinahan untuk kota Tangsel.
Dari sisi geografis, wilayah kota Tangsel dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesangrahan, dan Sungai Cisadane yang juga jadi batas administrasi.
Kota Tangsel juga berbatasan langsung dengan wilayah Jakarta Selatan, Depok, hingga Bogor.
Lalu, pada Februari 2024 silam, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mencanangkan anggrek sebagai ikon kota Tangsel.
Kala itu, dilakukan kegiatan penanaman pohon anggrek di Puspemkot Tangsel. Benyamin pun mengajak seluruh aparatur dan masyarakat untuk gemar melakukan penanaman pohon anggrek yang menjadi ikon kota.
Sumber: Tangsel Life
Editor : Hendra