JawaPos.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut tidak ada kendala pasokan listrik nasional. Namun, di Jawa saja, listrik masih byar-pet di lintas kabupaten/kota. Kerugian yang dialami masyarakat sangat beragam, tapi PLN cuma bisa minta maaf.
Namun, apa yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia jauh panggang dari api. Tak sesuai kenyataan.
Bahlil menyebut, pemerintah tidak memiliki rencana melakukan pemadaman listrik dalam waktu dekat. Menurut Bahlil, secara umum tidak terdapat persoalan mendasar terkait ketersediaan listrik nasional. “Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah,” ujarnya.
Baca Juga: Stop MBG Saat Libur Sekolah, BGN Klaim Hemat Insentif Rp 3,4 T
Namun, yang terjadi di lapangan, pemadaman listrik masih terjadi di banyak kabupaten dan kota. Berbagai kalangan pun mengeluhkan kerugian yang harus mereka tanggung akibat pemadaman bergilir tanpa pemberitahuan itu.
Di Kota Surabaya, Jawa Timur, pemadaman bergilir berdampak pada sejumlah traffic light (TL) di jalan-jalan protokol kemarin (19/6). Durasi bervariasi mulai dari sejam hingga tiga jam. Hingga pukul 17.45 terdapat tujuh simpang yang padam.
“Mayoritas yang belum menyala di Surabaya Pusat dan kami siagakan genset. Kami tidak bisa meng-cover semua titik menggunakan genset karena keterbatasan personel dan genset,” tutur Ketua Tim Kerja Penyediaan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Surabaya Abi Dwi Septianto saat dikonfirmasi Jawa Pos.
Masih di Surabaya, pemadaman listrik bergilir juga diantisipasi pengelola mal sejak tiga bulan lalu. Genset, pasokan bahan bakar, personel, dan sistem telah disiapkan.
Menurut General Manager Pakuwon Mall Surabaya Hendie Santoso, kesiapan tersebut diterapkan di seluruh jaringan mal Pakuwon, mulai Pakuwon Mall, Grand Pakuwon, Tunjungan Plaza, Pakuwon City Mall, Royal Plaza, hingga Pakuwon Trade Center. Hendie mengungkapkan, pemadaman listrik sempat terjadi selama sekitar tiga jam di kawasan Grand Pakuwon.
“Namun, aktivitas pusat perbelanjaan tetap berjalan normal karena sistem cadangan listrik langsung berfungsi,” katanya.
Baca Juga: Listrik Byarpet Masih Berpotensi Berlanjut, Kementerian ESDM Akui PLN Kekurangan Pasokan Batu Bara
Di Kota Malang, Jawa Timur, Yuliati, pemilik Rumah Vermak Malang (RVM) di Jalan Puntodewo, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, sangat merasakan dampak pemadaman yang berlangsung kemarin pagi (19/6). Pemadaman berlangsung mulai pukul 08.45 sampai menjelang siang.
Itu pemadaman kedua di wilayah tempat tinggalnya dalam sepekan terakhir. “Padahal, ada 16 pesanan jahitan yang harus saya selesaikan,” kata Yuliati kepada Radar Malang Grup Jawa Pos.
Jeritan serupa disuarakan oleh Madu Mastuti, perajin kain perca sekaligus penggerak UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah. “Dua hari terakhir lini produksi kami mandek total selama berjam-jam karena listrik mati,” katanya kepada Radar Solo Grup Jawa Pos.
Di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, pemadaman pada Rabu (17/6) dan Kamis (18/6) juga sangat dikeluhkan. “Rabu (17/6) itu matinya hampir dua jam,” kata David, penjaga toko perlengkapan outdoor, kepada Jawa Pos.
Di Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, Faris, salah seorang warga, menyebut, waktu pemadaman bertepatan dengan jam belajar anak-anak di rumah. “Akhirnya pakai lilin. Untung masih ada lampu darurat untuk makan malam. Tak ada pemberitahuan jadi kami tak bisa antisipasi,” ungkapnya kepada Radar Semarang Grup Jawa Pos.
Klaim Jaga Keandalan
“Jaminan” Bahlil tadi disampaikan setelah bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membahas langkah menjaga keandalan pasokan listrik nasional di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6). Salah satu fokus pembahasan adalah skema pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PT PLN (Persero) agar perusahaan memiliki kemampuan keuangan yang memadai dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik.
Kementerian ESDM mengakui adanya kendala dalam penyediaan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional. Salah satunya disebabkan penurunan kualitas kalori batu bara serta beban biaya produksi yang semakin tinggi bagi para pengusaha tambang.
Untuk itu, Kementerian ESDM membuka peluang relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara di atas target awal 600 juta ton pada 2026. Langkah ini ditempuh untuk mengejar kekurangan pasokan batu bara bagi PT PLN (Persero) yang masih mencapai sekitar 20 juta metrik ton.
Dari total kebutuhan batu bara PLN sebesar 154 juta metrik ton per tahun, volume yang telah terikat kontrak baru mencapai 134 juta metrik ton sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta metrik ton.
“Pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pasokan batu bara bagi PLN. Menurut dia, kekurangan pasokan itu akan segera diupayakan pemenuhannya,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.
Adapun PLN dan semua kantor cabangnya punya jawaban template atas pemadaman bergilir yang terjadi di berbagai daerah. Manager Komunikasi PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari, misalnya, mengatakan, sistem kelistrikan Jawa sebenarnya masih dalam kondisi terkendali.
“PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” ujarnya dalam pernyataan pers Kamis (19/6).
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Dana Puspita Sari menjelaskan, sistem kelistrikan di Jawa Timur mengalami penurunan kapasitas pasokan akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya suplai daya ke sistem kelistrikan sehingga PLN perlu melakukan langkah pengaturan operasional berupa manajemen beban secara terbatas.
Menurut dia, pengaturan beban dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pada sisi pembangkitan. Dana menyampaikan, permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pelanggan.
“Kami memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Baik untuk aktivitas rumah tangga, usaha, pelayanan publik, maupun kegiatan produktif lainnya,” ujarnya.(bry/ata/bil/mau/dwi/kap/zal/hyo/her/mel/aff/by/alf/ttg)
Editor : Hendra