Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Viral Koperasi Merah Putih Sepi di Pakuhaji Tangerang! Bangunan Bekas Sanggar Senam, Dinkop UMKM Singgung Dana Agrinas

jpg • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:37 WIB
Tangkapan layar video Kopdes Merah Putih Desa Kalibaru, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang diunggah akun Instagram @b4risanmuda pada Selasa (12/5). (Dok. JP)
Tangkapan layar video Kopdes Merah Putih Desa Kalibaru, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang diunggah akun Instagram @b4risanmuda pada Selasa (12/5). (Dok. JP)

JawaPos.com - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kalibaru, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang viral di media sosial. 

Video yang diunggah akun Instagram @b4risanmuda pada Selasa (12/5) itu menampilkan bangunan koperasi yang tampak sepi aktivitas dan memicu beragam komentar warganet.

Dalam video tersebut, narator menyoroti kondisi bangunan koperasi yang disebut tampak memprihatinkan.

“Sebuah bangunan bernama Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kalibaru, Pakuhaji, Tangerang. Tapi kalau dilihat sekilas, masyarakat mungkin bingung. Ini koperasi atau bangunan bekas yang lupa dibongkar?” ungkap narasi dalam video, dikutip Jumat (15/5).

Narasi video juga menyebut bangunan koperasi terlihat sederhana dengan dinding triplek dan atap seng bekas. Tidak tampak adanya aktivitas operasional di lokasi tersebut.

“Dinding triplek seadanya, atap seng berkas, bangunan kumuh. Dan yang paling menarik, tidak ada aktivitas sama sekali. Sunyi, sepi, hening. Bahkan mungkin tikus lebih aktif daripada operasional koperasinya,” lanjut narasi video itu.

Video tersebut turut mempertanyakan penggunaan anggaran program yang digadang-gadang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi desa.

"Padahal program ini digadang-gadang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Tapi warga justru bertanya, anggarannya ke mana? Mulai dari pembangunan fisik, pengadaan fasilitas, sampai operasional pasca pembangunan, kok hasil akhirnya malah seperti bangunan yang ditinggal kabur?," sebut keterangan video

Bangunan itu sebelumnya disebut bekas sanggar senam yang disulap menjadi koperasi merah putih. Sontak hal ini menimbulkan pertanyaan warganet.

"Ironisnya lagi, bangunan ini disebut berasal dari bekas sanggar senam yang disulap jadi koperasi. Jadi konsep pemberdayaannya mungkin begini: warnai ulang sedikit, pasang nama program, lalu selesai. Sementara rakyat diminta percaya kalau semuanya berjalan sesuai rencana. Pertanyaannya sekarang, ini benar program pemberdayaan masyarakat?" tutup narasi video tersebut.

Bukan Digarap Agrinas 

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Rd. Anna Ratna Maemunah, menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kalibaru bukan merupakan bangunan yang dibangun oleh Agrinas.

“Itu tidak dibangun dari dana Agrinas sama sekali. Itu murni dari pengurus,” kata Anna saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, koperasi tersebut berdiri sejak Juni 2025 dan telah memiliki Administrasi Hukum Umum (AHU). Menurut dia, koperasi itu merupakan bagian dari 274 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kalau koperasi kan serentak. Waktu Juni 2025 sudah berdiri, sudah ada AHU-nya, Administrasi Hukum Umumnya. Jadi pendiriannya sudah jelas semua,” ujarnya.

Anna mengatakan, Dinas Koperasi telah memfasilitasi legalitas koperasi mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga NPWP. Namun dalam perjalanannya, koperasi menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait modal dan minimnya minat masyarakat menjadi anggota maupun pengurus.

“Tapi memang dengan segala keterbatasan. Karena kan koperasi itu butuh modal. Kemudian juga menarik anggota kan nggak mudah,” katanya.

Menurut Anna, pengurus koperasi bekerja secara swadaya dan tidak menerima gaji. Hal itu berbeda dengan Business Assistant atau PMO yang disebut mendapat bayaran dari pemerintah pusat.

“Kalau koperasi KDMP (Desa Kalibaru, Pakuhaji) itu benar-benar swadaya masyarakat. Jadi keinginannya masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, koperasi tersebut sebelumnya sempat menjalankan usaha sembako dan LPG. Namun seiring berjalan, pendapatannya menurun hingga akhirnya sejumlah pengurus memilih mundur.

“Penurunan, penurunan dia. Makanya yang sekarang pengurus males tuh, ah nggak untung ngapain gitu, makanya mereka memilih mundur,” kata Anna.

Dinas Koperasi, lanjut dia, kini tengah melakukan pembinaan dan monitoring terhadap koperasi tersebut sejak akhir Februari 2026. Salah satu persoalan yang dihadapi ialah mencari pengurus baru karena harus melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus).

“Itu yang masih jadi PR kami juga karena susah nyari orang yang mau jadi pengurus koperasi tuh, nggak pada mau,” ujarnya.

Anna juga menegaskan pihaknya belum menerima koordinasi ataupun arahan resmi dari Agrinas terkait pengelolaan koperasi tersebut.

“Agrinas-nya belum sama sekali belum koordinasi. Jadi Agrinas-nya juga ke kami di daerah belum ada informasi,” katanya.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Tangerang disebut tetap berupaya mendorong keberlanjutan program koperasi melalui pelatihan dan edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah sudah luar biasa ini, memberikan pelatihan-pelatihan, mengedukasi,” tutup Anna. (Dimas Choirul)

Editor : Hendra
#agrinas #koperasi desa merah putih #pakuhaji #tangerang #umkm