9 Kebiasaan Digital yang Tanpa Sadar Merusak Kesehatan Mental Menurut Psikologi

JawaPos.com - Di era digital, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan digital justru bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.
Psikologi mengungkap bahwa pola penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi suasana hati, produktivitas, dan hubungan sosial. Agar tetap baik dalam kesehatan mental, penting untuk mengenali kebiasaan digital yang merusak dan bagaimana cara mengatasinya.
Dilansir dari laman Geediting pada Kamis (30/7), inilah sembilan kebiasaan digital yang perlu diwaspadi karena dapat merusak kesehatan mental seseorang menurut psikologi.
1. Kecanduan Mengecek Ponsel
Seperti sebuah refleks otomatis, tangan akan meraih ponsel setiap ada jeda dalam percakapan atau saat menunggu bus atau bahkan selama jeda iklan di TV. Kebiasaan ini sudah tertanam begitu dalam sehingga sering kali tidak disadari telah menjadi perilaku kompulsif yang sulit dikendalikan.
Setiap notifikasi yang masuk - baik itu pesan teks, email, atau update media sosial - memicu pelepasan dopamin di otak yang menciptakan siklus kecanduan dimana seseorang terus-menerus menginginkan "asupan" interaksi digital berikutnya. Kondisi ini membuat otak terprogram untuk tidak puas dengan momen saat ini dan selalu mencari stimulus eksternal.
2. Kebiasaan Mengecek Ponsel di Pagi dan Malam Hari
Memulai hari dengan mengecek notifikasi ponsel membuat pikiran langsung dipenuhi berbagai informasi sebelum otak benar-benar siap memproses. Ketika malam, kebiasaan scrolling tanpa batas membuat jam tidur tertunda dan kualitas istirahat terganggu.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel mengirim sinyal pada otak untuk tetap terjaga, mengganggu produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur berkualitas. Kebiasaan ini menciptakan siklus tidak sehat dimana tubuh selalu dalam mode siaga dan sulit mendapatkan ketenangan yang dibutuhkan.






