Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Teror Amerika: Cybertruck Tesla Meledak di Depan Trump Hotel, Veteran Perang Tabrak Warga di New Orleans

Ferlynda Putri Sofyandari • Jumat, 3 Januari 2025 | 14:00 WIB

 

 

Polisi mengecek TKP di New Orleans, Louisiana, AS.
Polisi mengecek TKP di New Orleans, Louisiana, AS.

JawaPos.com – Sedikitnya dua peristiwa mengagetkan warga Amerika Serikat (AS) di momen perayaan tahun baru. Sebuah mobil Cybertruck dilaporkan tiba-tiba meledak di depan Trump International Hotel di Nevada. Beberapa jam sebelumnya, terjadi aksi teror sebuah truk yang menabrak kerumunan warga di New Orleans. Akibat dua insiden itu, muncul laporan korban meninggal.

Dilansir dari Agence France-Presse (AFP) kemarin (2/1), Cybertruck itu berhenti tepat di depan pintu masuk hotel milik presiden terpilih Donald Trump. Sesaat kemudian, mobil tersebut meledak. ’’Ini terjadi sebelum ledakan besar,’’ kata sherif Las Vegas Kevin McMahill.

Baca Juga: Pembahasan Pembukaan Akses Starlink: CEO SpaceX Elon Musk Minta Pelonggaran Regulasi di Afrika Selatan, Temui Presiden Cyril Ramaphosa

Ini merupakan insiden ledakan pertama yang melibatkan Cybertruck dari Tesla, mobil listrik milik miliarder Elon Musk. Peristiwa ledakan di depan Trump International Hotel juga menjadi kisah tersendiri. Hal ini mengingat Musk adalah pendukung Trump saat pemilu AS lalu.

McMahill menyebut dalam insiden itu ada satu orang meninggal. Korban berada di dalam Cybertruck. ’’Tujuh orang mengalami luka ringan dan telah dievakuasi,’’ ujarnya.

Hal yang mengejutkan adalah isi bagasi atau bagian belakang Cybertruck. Terdapat tabung bensin, bahan bakar untuk kemah, dan mortir kembang api besar. ’’Sebagian besar ledakan menembus truk dan keluar,’’ ujarnya. Namun, pintu hotel yang terbuat dari kaca tidak pecah karena ledakan itu.

Baca Juga: Elon Musk Siap Jual Saham Tesla untuk Donasi, Tantang World Food Programme PBB Transparan soal Dana Bantuan

Merespons hal itu, Musk memosting lewat X bahwa ledakan tersebut bukan karena kendaraannya. Dia menyatakan, seluruh tim senior Tesla sedang menyelidiki ledakan tersebut. ’’Kami belum pernah melihat yang seperti ini,’’ katanya. Tim penyelidik saat ini juga tengah memeriksa kepastian penyebab ledakan Cybertruck tersebut.

Di lokasi terpisah, seorang veteran Angkatan Darat Amerika menabrakkan pikapnya di sebuah kerumunan di New Orleans. Sebanyak 15 orang meninggal dan puluhan orang terluka.

Biro Investigasi Federal (FBI) turun tangan melakukan penyelidikan. Diketahui, veteran itu bernama Shamsud-Din Jabbar. Pria 42 tahun itu berwarga negara Amerika. ’’Jabbar adalah teroris,’’ kata Inspektur Polisi Anne Kirkpatrick. FBI menambahkan, pria asli Texas itu membawa bendera ISIS di dalam kendaraannya.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, pihak berwenang sedang menyelidiki hubungan antara ledakan di Las Vegas dan New Orleans. Namun, hingga kemarin belum ditemukan kaitan seperti itu. ’’Sejauh ini, belum ada yang bisa dilaporkan terkait itu,’’ ujarnya.

Baca Juga: Elon Musk Sumringah xAI Raih Modal Rp97 T dari 97 Investor Besar Mulai Nvidia, AMD, Andreessen Horowitz, Blackrock, hingga, Kingdom Holdings

FBI dan penegak hukum setempat mengatakan, pihaknya yakin ledakan Cybertruck merupakan insiden yang terisolasi. Artinya, bisa jadi bukan tindakan teror. Tetapi, mereka sedang menyelidiki dan mengonfirmasi identitas pihak yang terlibat dalam insiden itu. ’’Termasuk menentukan apakah ini merupakan tindakan terorisme atau bukan,’’ kata agen FBI Jeremy Schwartz. (lyn/c19/bay)

Baca Juga: Elon Musk Gratiskan Grok ke Semua User X, Kecerdasan Buatan xAI yang Bisa Hasilkan Teks dan Gambar

Editor : Hendra
#trump #Peristiwa #meledak #amerika serikat (AS) #Cybertruck #tesla