JawaPos.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan volume penjualan 1,7 juta ton baja pada 2025. Itu sejalan dengan pabrik hot strip mill (HSM) yang akan beroperasi kembali. Hingga kuartal III 2024, badan usaha milik negara (BUMN) produsen baja tersebut meraup pendapatan USD 657,5 juta.
Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar menegaskan bahwa pendapatan dan volume penjualan baja bakal meningkat tahun depan. ”Diperkuat setelah beberapa waktu lalu kami telah menandatangani long term supply agreement dengan 23 perusahaan distributor, pabrikan, maupun coil centre untuk suplai produk baja mencapai 38.500 ton per bulan selama 1 sampai 2 tahun ke depan,” ungkapnya dalam public expose kemarin (30/12).
Total volume penjualan baja sebanyak 535,2 ribu ton yang mencapai 66,3 persen dari total pendapatan. Meski demikian, kinerja Krakatau Steel masih tertekan dengan pendapatan yang turun 47,95 persen year-on-year (YoY) dari sebelumnya USD 1,26 miliar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Krakatau Steel Tardi berharap, restrukturisasi utang perseroan dapat rampung pada tahun 2025. Dengan begitu, akan ada perbaikan balance sheet atau neraca keuangan perusahaan yang mana
utang-utang yang sudah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan jangka waktu yang cukup memadai. ”Untuk membantu menyehatkan cashflow perseroan ke depan. Tapi, kami tidak bisa sampaikan secara angka,” ungkapnya. (han/fal)
Editor : Hendra