Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Merger Honda-Nissan: Bentuk Perusahaan Induk Baru, Dua Raksasa Otomotif Harapkan Bisa Goyang Dominasi Tiongkok

M. Salsabil Adn • Selasa, 24 Desember 2024 | 15:30 WIB

 

CEO Nissan dan Honda resmi sepakati kerjasama.
CEO Nissan dan Honda resmi sepakati kerjasama.

JawaPos.com – Dua raksasa otomotif Jepang, Honda dan Nissan, akhirnya membuka pembicaraan merger. Aksi korporasi tersebut diharapkan bisa menggoyang Tiongkok yang menguasai pasar mobil global, terutama mobil listrik. Namun, tidak sedikit yang menganggap merger itu lebih ke arah akuisisi.

CEO Honda Motor Toshihiro Mibe mengatakan, langkah itu adalah opsi yang dibicarakan untuk bisa memperkuat pengembangan kendaraan listrik dan teknologi kendaraan otonom. ”Kebangkitan pabrikan Tiongkok dan pemain baru cukup banyak mengubah industri mobil. Kita harus membangun kapabilitas untuk melawan mereka setidaknya sampai 2030. Jika tidak, kita akan dikalahkan,” ujar Toshihiro.

Namun, untuk merger, dia memberi syarat agar Nissan menyelesaikan persoalan efisiensi mereka. ”Ini bukan aksi penyelamatan (bail out, Red),” jelasnya seperti dilansir Agence France-Presse kemarin.

Nissan memang sedang dalam keadaan genting. Setelah labanya dilaporkan turun 93 persen pada semester pertama tahun ini, raksasa otomotif itu bakal memangkas 9 ribu posisi pekerjaan, mengurangi produksi sebanyak 20 persen, hingga mengurangi fixed cost sampai 300 miliar yen.

Baca Juga: Imbas PPN Naik 12 Persen, Bos Honda Pastikan Harga Sepeda Motor Ikut Naik Rp1-2 Juta

Kerja sama itu diproyeksikan mulai deal pada Juni tahun depan. Honda disebut bakal menominasikan presiden untuk holding baru. Sedangkan jajaran direktur bakal dipenuhi perwakilan Honda. Kerja sama itu juga dikabarkan sampai ke level fasilitas manufaktur. ”Honda punya kemampuan yang baik dalam bergerak di transformasi industri. Dengan berubahnya industri otomotif, saya percaya, kami tidak bisa maju, kecuali saat kami berubah,” ujar Makoto Uchida, CEO Nissan.

Nissan memang sedang oleng dengan tekanan yang cukup lama. Dimulai dari skandal Carlos Ghosn pada 2018, Nissan belum berhasil mengubah peruntungan. Maret lalu, mereka mulai setuju bekerja sama dengan Honda untuk melakukan riset komponen dan software kendaraan listrik. Mitsubishi Motors, afiliasi Nissan, juga ikut dalam kerja sama itu pada Agustus.

Jika benar kerja sama tersebut terealisasi, Nissan –yang sebelumnya bergabung dengan Mitsubishi– bersama Honda akan menciptakan grup otomotif terbesar ketiga di dunia berdasar penjualan kendaraan setelah Toyota dan Volkswagen. Reuters melansir, dalam rencana merger itu, Honda dan Nissan ingin beroperasi di bawah satu perusahaan induk.

Sebuah laporan terpisah, sebagaimana dituliskan NHK, kedua perusahaan diyakini sedang merencanakan aksi korporasi bisa terjadi setidaknya sampai 2026 dan menjadikan perusahaan induk sebagai kendaraan yang terdaftar.

Sementara itu, Representative Executive Officer, President, and CEO Mitsubishi Motor Corporation Takao Kato selaku prinsipal dari Jepang ikut bicara mengenai kabar merger tersebut. Menurut dia, saat ini proses penjajakan masih berlangsung sehingga belum ada keputusan apa pun dari para pabrikan itu. (bil/agf/c7/fal)

Baca Juga: Mercedes Rilis SUV GLB 200 AMG Line di Gaikindo Jakarta Auto Week 2024 ICE BSD Tangsel, Mirip Honda CR-V dan Hyundai Palisade Tapi Versi Sultan!

 

Editor : Hendra
#mobil #tiongkok #nissan #pasar global #honda #merger