JawaPos.com – Perdana Menteri Han Duck-soo langsung bekerja seusai mendapat mandat sebagai presiden sementara Korea Selatan (Korsel). Kemarin (15/12) Han melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang notabene sekutu utama Korsel.
Han resmi menjabat sebagai penjabat presiden Korsel setelah Majelis Nasional memakzulkan Presiden Yoon Suk-yeol pada Sabtu (14/12). Yoon dimakzulkan setelah dinilai melakukan pemberontakan atas keputusan dekrit militer pada Selasa (3/12).
Dilansir dari Yonhap, komunikasi Han dengan Biden melalui telepon itu berlangsung selama 16 menit. Han menggarisbawahi hubungan bilateral kedua negara. AS adalah sekutu perjanjian utama Seoul, yang menempatkan sekitar 28.000 tentara di Korsel.
Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih menyatakan bahwa Biden meyakini selama kepemimpinan Penjabat Presiden Han, aliansi kedua negara akan tetap menjadi poros perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. ’’Presiden Biden menyampaikan apresiasinya atas ketahanan demokrasi dan supremasi hukum di Republik Korea,’’ kata Gedung Putih.
Han kemarin telah memerintahkan militer untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Korea Utara. Negara tetangga itu secara teknis masih berperang dengan Korsel. Di sisi lain, Pyongyang belum mengomentari secara terbuka perkembangan politik di Seoul.
Sementara itu, pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung mendesak Mahkamah Konstitusi Korsel untuk segera meresmikan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol. Lee menilai, semakin cepat Yoon lengser, hal itu akan semakin meringankan penderitaan rakyat.
’’Untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas situasi yang tidak masuk akal ini dan mencegah terulangnya kembali, penting mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban,’’ kata Lee, dilansir AFP. MK memiliki waktu 180 hari untuk memutuskan masa depan Yoon.
Penolakan atas darurat militer yang ditetapkan Yoon dinilai menjadi bukti kekuatan demokrasi di Negeri Ginseng. Upaya Yoon untuk menangguhkan pemerintahan sipil dan klaim adanya konspirasi komunis mendapat perlawanan dari oposisi dan aksi warga Korsel yang turun ke jalan.
’’Situasi ini telah memberi rakyat Korea pelajaran yang tak ternilai tentang apa sebenarnya demokrasi dan bagaimana republik demokrasi kita dapat dilindungi,’’ kata pengacara Yun Bok-nam, presiden Lawyers for a Democratic Society, kepada AFP.
’’Bagi rakyat, ini merupakan pengalaman yang mengubah dalam membangun kesadaran demokrasi yang lebih kuat di antara mereka,’’ lanjut Yun. (*/c6/bay)
Baca Juga: Girlband Korea OH MY GIRL Senang Cuaca Hangat Indonesia dan Sambutan Hangat Miracle Indonesia
Editor : Hendra