JawaPos.com - Tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu. Namun, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Rini Handayani mengungkapkan, 22 Desember bukan hanya untuk para ibu. Tapi juga para perempuan hebat dengan segala pencapaiannya.
“Hari ibu juga terkesan seremonial, ini kita ubah konsepnya. Jadi tidak perlu melihat pentingnya Hari Ibu dengan tema tertentu, tapi lebih kepada menyampaikan kondisi perempuan saat ini,” jelasnya dalam Media Talk KemenPPPA jelang Peringatan Hari Ibu ke-96, di Jakarta, Selasa (10/12).
Diakuinya, hingga kini perjuangan perempuan masih panjang. Perempuan masih mengalami kekerasan, begitu pula anak-anak perempuan. Kemudian, masih banyak perempuan yang tidak mendapatkan ruang partisipasi dan tak berani bersuara.
Nah, nantinya, ada beberapa kegiatan yang bakal digelar jelang peringatan Hari Ibu tahun ini. Akan ada anjangsana ke pejuang veteran perempuan. Anjangsana ini merupakan kerjasama Kementerian PPPA dengan Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (PINTI) dan organisasi Wirawati Catur Panca. (mia/bas)
Editor : Hendra