Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Bedah Jantung Robotik Diharapkan Bisa Masuk Paket BPJS Kesehatan, RS Harapan Kita Jalankan Operasi Pertama di Indonesia 

Ferlynda Putri Sofyandari • Sabtu, 16 November 2024 | 11:00 WIB

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dr. Iwan Dakota (tengah) dan Sudhir Prem Srivastava , MD (kanan) berbincang usai memberikan keterangan hasil proses operasi bedah jantung menggunakan metode robotik per
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dr. Iwan Dakota (tengah) dan Sudhir Prem Srivastava , MD (kanan) berbincang usai memberikan keterangan hasil proses operasi bedah jantung menggunakan metode robotik per

 

JAKARTA – Rumah Sakit JPD (Jantung dan Pembuluh Darah) Harapan Kita, Jakarta, melaksanakan bedah jantung robotik pertama di Indonesia kemarin (15/11). Operasi tersebut tidak memerlukan pembedahan dengan luka yang besar.

Kasus yang ditangani dengan bedah robotik adalah operasi katup, bypass jantung koroner secara total (TECAB), dan menutup atrial septal defect (ASD). ’’Ini bedah jantung robotik pertama di Indonesia, tetapi untuk TECAB, Indonesia negara ketiga,” kata Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota.

Salah satu keuntungannya adalah lebih murah. Iwan berharap operasi tersebut masuk paket tarif yang dibayarkan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit (INA CBGs).

Baca Juga: Si Manis Ubi Jalar dan Kebaikannya bagi Tubuh: Sehat untuk Jantung dan Mata, serta Cegah Kanker, hingga Anti Diabetes

Spesialis bedah toraks dr Dudy Hanafy SpBTKV menyebutkan, waktu penyembuhan pasien hanya tiga sampai empat hari. Selain itu, dengan membuka dada seperti operasi pada umumnya, nyerinya sampai tiga bulan. Sehingga produktivitas turun. ’’Pasien bisa kembali kerja dengan baik,” katanya.

Dudy yakin operasi tersebut akan diminati pasien. Sebab, bedah jantung terbuka cukup ditakuti karena dadanya dibelah. ’’Masyarakat akan memilih robotik karena dada tidak perlu dibelah,” ucapnya.

Dia sempat menunjukkan bagaimana mengambil pembuluh darah dari dada untuk bypass jantung. Operasi robotik itu hanya memerlukan perlukaan kecil untuk memasukkan alat. Biasanya pasien harus dibuka dadanya dan dipotong tulang dada bagian tengah.

’’Karena ada kamera di alat robot itu, ya jadi memungkinkan kinerja pembesaran hingga 10 kali. Ini tentunya memudahkan para ahli kami sehingga akan lebih presisi,’’ imbuhnya.

Baca Juga: Tahu Rahasia Tahu? Kuliti Sepuluh Manfaat Konsumsi Tahu untuk Memelihara Kesehatan Tulang, Otak, hingga Menopause dan Sakit Jantung

’’Pembunuh’’ Terbanyak Kedua

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa jantung adalah penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia. Per tahun jumlahnya 250.000 orang. Sedangkan yang tertinggi adalah stroke.

’’Oleh karena itu, kami fokus penanganan kematian tertinggi. Saya berharap sebagai rumah sakit rujukan nasional (RSJPD Harapan Kita) membuat desain nasional referral system-nya,” kata Budi.

Setelah 514 rumah sakit di kabupaten/kota bisa intervensi penyakit jantung dengan cathlab, Budi berencana 34 rumah sakit tingkat provinsi bisa melakukan operasi bedah jantung terbuka. Selain itu, RSJPD Harapan Kita diharapkan untuk meningkatkan teknologinya sehingga waktu tunggu semakin pendek. ’’Untuk mendapatkan kualitas yang lebih bagus, waktu tunggu yang lebih pendek, dan  diharapkan lebih murah,” tuturnya.

Dia menambahkan, dengan operasi robotik, penyembuhan lebih singkat. ’’Dengan tidak membuka dada, pelayanan akan lebih cepat waktu tunggunya,” ujarnya. (lyn/c17/ttg)

Baca Juga: Enam Manfaat Luar Biasa Konsumsi Ikan Laut Bagi Kesehatan Tubuh : Memaksimalkan Fungsi Otak Hingga Menjaga Kesehatan Jantung

Editor : Hendra
#jantung #robotik #rs harapan kita #bpjs #bedah jantung