Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Rp100 Triliun Subsidi Energi Tidak Tepat Sasaran, Presiden Prabowo Subianto Beri Waktu Bahlil Lahadalia Dua Minggu Cari Solusi

Dinda Juwita • Senin, 4 November 2024 | 21:00 WIB

 

 

Pengendara sepeda motor dan mobil mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kramat, Jakarta, Selasa (1/10/2024). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.950 per liter menjadi Rp12.100 pe
Pengendara sepeda motor dan mobil mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kramat, Jakarta, Selasa (1/10/2024). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.950 per liter menjadi Rp12.100 pe

JawaPos.com – Pemberian subsidi energi dievaluasi. Pasalnya, hingga saat ini sebagian subsidi dinikmati oleh mereka yang sebenarnya tidak berhak menerimanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuturkan, pemerintah mengalokasikan dana subsidi energi mencapai Rp 435 triliun untuk subsidi BBM, LPG, dan listrik. Sayang, sekitar 30 persen dana subsidi energi itu justru dinikmati oleh orang mampu. ”Jujur, saya katakan ya kurang lebih sekitar 20–30 persen subsidi BBM dan listrik itu berpotensi tidak tepat sasaran dan itu gede angkanya, kurang lebih Rp 100 triliun,” bebernya ditemui pada rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Hotel Four Seasons, Jakarta, kemarin (3/11).

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Bahlil untuk mencari solusi terkait penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemberian subsidi melalui bantuan langsung tunai (BLT). ”Apakah subsidi itu akan diberikan dalam bentuk BLT kepada masyarakat, atau mungkin opsi lain, atau kita blend,” katanya.

Baca Juga: November 2024 Harga Pertamax Green Naik Rp450, Pertamax Turbo Naik Rp250, Dexlite Naik Rp350, dan Pertamina Dex Juga Naik Rp290

Bahlil yang ditunjuk sebagai ketua tim optimalisasi subsidi energi mengungkapkan, tim akan menggelar rapat perdana pada Senin (4/11) untuk merumuskan formula yang lebih tepat. Dia membantah adanya kabar terkait subsidi energi yang akan dialihkan pada program 3 juta rumah.

Dia menekankan, kebijakan subsidi yang tepat harus ditinjau secara cermat karena berpengaruh langsung pada masyarakat. Pemerintah tidak ingin subsidi justru diberikan pada kelompok yang tidak berhak. ”Tidak mau kan subsidi yang harusnya itu untuk saudara-saudara kita yang ekonominya belum bagus, kemudian malah diterima oleh saudara-saudara kita yang ekonominya sudah bagus,” jelas mantan ketum Hipmi itu.

Pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran subsidi energi untuk tahun anggaran 2025 mendatang. Fokus utama subsidi tahun depan tetap pada BBM dan LPG. Berdasar hasil rapat kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada 27 Agustus 2024, volume BBM bersubsidi yang dialokasikan pada 2025 mencapai 19,41 juta kiloliter (kl).

Perinciannya, minyak tanah sebesar 0,52 juta kl dan minyak solar sebesar 18,89 juta kl. Sementara itu, untuk LPG 3 kg, pemerintah mengalokasikan volume sebesar 8,2 juta metrik ton. (dee/fal

Baca Juga: Dishub Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Bensin dan Diesel di Ocean Park BSD Serpong, Sejumlah Kendaraan Didapati Belum Lulus Uji

 

Editor : Hendra
#bbm #energi #BLT #bahlil lahadalia #Prabowo Subianto #subsidi