Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Karena Malas dan Tidak Kooperatif di Tempat Kerja, Enam dari 10 Perusahaan Pecat Kelompok Gen Z di Bulan Agustus 2024

Hendra Eka • Senin, 28 Oktober 2024 | 06:25 WIB
Ilustrasi seorang perempuan Gen Z yang ingin dipahami merasakan lelah saat baru mulai bekerja. (Dok. Freepik)
Ilustrasi seorang perempuan Gen Z yang ingin dipahami merasakan lelah saat baru mulai bekerja. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang dengan cepat dan mudah memecat para karyawan Gen Z. Perusahaan itu hanya perlu beberapa bulan setelah mereka mempekerjakan para karyawan mudanya, lalu melakukan PHK atau Layoff.

Menurut survei terbaru dari Intelligent.com yang dilansir Newsweek, mengungkapkan bahwa satu dari enam perusahaan mengatakan bahwa mereka ragu untuk mempekerjakan lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate. 

Sejumlah perusahaan khawatir apakah kelompok Gen Z siap untuk pekerjaan tersebut, serta bagaimana keterampilan komunikasi dan profesionalisme mereka dalam dunia kerja.

Fakta lain yang mengejutkan adalah enam dari 10 perusahaan telah memecat lulusan perguruan tinggi yang dipekerjakan pada tahun 2024, hampir semuanya adalah kelompok Gen Z.

Survei tersebut mengambil sample respon dari hampir 1.000 bos perusahaan pada bulan Agustus 2024, yang mengungkapkan pesimisme yang kuat dari perusahaan tentang seberapa berharganya Gen Z untuk direkrut sebagai karyawan.

"Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya, karena hal itu menjadi kontras yang besar dari apa yang biasa mereka alami selama perjalanan pendidikan mereka," kata Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelligent Huy Nguyen dalam laporan tersebut.

Mereka sering tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri. “Meskipun mereka mungkin memiliki beberapa pengetahuan teoritis dari perguruan tinggi, mereka sering kali tidak memiliki pengalaman praktis di dunia nyata dan keterampilan lunak yang dibutuhkan untuk berhasil di lingkungan kerja,” tambah Huy.

Dan karena Gen Z sudah memiliki stereotip umum tentang sifat malas atau tidak kooperatif di tempat kerja, masih dalam survei tersebut, para pengusaha mungkin telah siap bertemu dengan banyak masalah saat memberi peluang kerja kelompok Gen Z dengan pekerjaan penuh waktu untuk pertama kalinya.

"Manajer dapat dengan mudah menerima stereotip umum Gen Z dan mengabaikan mereka sepenuhnya," kata Nguyen.

Secara keseluruhan, 75 persen perusahaan melaporkan bahwa sebagian atau semua lulusan perguruan tinggi yang baru mereka rekrut tidak memuaskan.

Hasil lain dalam survei itu, sebesar 50 persen para pemberi kerja menyebutkan kurangnya motivasi untuk merekrut Gen Z, sementara 39 persen mengatakan keterampilan komunikasi yang buruk menjadi alasan perusahaan enggan memberikan kontrak kerja, dan 46 persen mengatakan kurangnya profesionalisme membuat Gen Z sulit diajak bekerja sama.

 

 

Editor : Hendra
#phk #Gen Z #Layoff #pekerjaan