Pandangan ini juga dikutip oleh Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, dalam tulisannya yang membahas lafal niat shalat Idul Fitri.
Berikut ini bacaan niat shalat Idul Fitri berjamaah dan sendirian beserta dengan tata caranya, melansir dari laman NU Online pada Minggu (30/3).
Baca Juga: Panduan Lengkap Zakat Fitrah: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pembayaran yang Tepat
Niat Shalat Idul Fitri Berjamaah
Pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah memiliki keutamaan tersendiri. Berikut ini adalah lafal niat shalat Idul Fitri yang dikutip dari Kitab Irsyadul Anam karya Sayyid Utsman bin Yahya dan Perukunan Melayu:
Sebagai imam:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.”
(Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala)
Sebagai makmum:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā."
(Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala)
Niat Shalat Idul Fitri Sendirian
Jika seseorang tidak dapat melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah, ia tetap bisa menunaikannya secara sendiri. Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa shalat Id yang dilakukan sendirian tidak memerlukan takbir jahar maupun khutbah.
Lafal niat shalat Idul Fitri sendirian:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā."
(Saya niat shalat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah ta'ala)
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri memiliki tata cara khusus yang membedakannya dari shalat sunnah lainnya. Berikut adalah urutan pelaksanaannya:
1. Membaca niat shalat Idul Fitri, baik sebagai imam, makmum, atau sendiri.
2. Takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga 7 kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca: اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
Atau boleh juga membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
3. Membaca Surat al-Fatihah lalu dianjurkan membaca Surat al-A'lâ. Berlanjut ke ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
4. Pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan "Allâhu Akbar" seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.
5. Setelah salam, jamaah tidak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat Id ditunaikan tidak secara berjamaah.
Editor : Candra Mega Sari