Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

12 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Para Travellers, Ajak Anda Jelajahi Dunia dan Ajarkan Makna dari Sebuah Perjalanan

Erie Dewangga • Kamis, 6 Maret 2025 | 11:00 WIB
Rekomendasi anime bertemakan perjalanan yang cocok ditonton orang-orang yang hobi travelling (Dok. MyAnimeList)
Rekomendasi anime bertemakan perjalanan yang cocok ditonton orang-orang yang hobi travelling (Dok. MyAnimeList)

JawaPos.com - Anda travellers yang tidak bisa diam di rumah dan hobi bepergian ke sana-kemari menjelajahi berbagai destinasi wisata, mendaki gunung, menuruni lembah, menyusuri pantai, atau sekadar berkeliling di dalam kota? Berikut 12 rekomendasi anime untuk anda yang gemar berpetualang sembari mencari esensi kehidupan dari sebuah perjalanan.

1. Sousou no Frieren

Serial anime garapan studio Madhouse yang segera mendapat adaptasi musim keduanya pada tahun 2026 (1) ini berusaha untuk menemukan apa yang ada di balik akhir dari kisah-kisah fantasi klasik, apa yang terjadi setelah sebuah kisah petualangan itu selesai, sebab bukankah sebuah akhir sejatinya merupakan awal dari sesuatu yang baru?

Tentu bukan hal yang biasa untuk sebuah cerita petualangan-fantasi untuk memulai kisahnya justru dari bagian akhir ketika tujuan telah tercapai dan bukan dari awal-mula sebuah petualangan itu sendiri. Namun, inilah yang membuat Sousou no Frieren (2) menjadi menarik dan layak ditonton sebab kesegaran ide yang ditawarkan kepada penonton.

Anda akan dibawa pada sebuah petualangan baru, sebuah tujuan yang baru!

2. Mushi-Shi

"The cure is lies in the curse," begitulah kata Ginko, si tokoh utama, seorang 'Ahli Mushi' yang berjalan kaki sambil memanggul tas kayu khas milik para tabib keliling Jepang pada era peralihan antara zaman Edo (1603-1867) dan Meiji (1868-1912).

Ginko, sebagai seorang tabib atau dukun musafir, selalu berkeliling untuk membantu orang-orang yang sedang kesusahan karena ‘mushi’ sambil merenungi hakikat dari makhluk supranatural yang eksistensinya cukup sulit dijelaskan.

Gaya penceritaan anime ini mirip dengan penyampaian folklore, yang mana banyak bersumber dari tuturan-tuturan di tengah masyarakat Jepang saat itu, sehingga memberi kesan ketika kita sedang dibacakan dongeng oleh kakek-nenek di desa.

Menonton Mushi-Shi (48 episode dan 1 film), selain anda seolah diajak ikut bersama Ginko mengembara keliling Jepang di zaman dahulu, anda mungkin juga bakalan menemukan makna-makna tersembunyi dari berbagai peristiwa di dalam kehidupan ini.

3. Ookami to Koushinryou

Anime jadul yang baru saja mendapat remake tahun lalu ini bercerita tentang Lawrence Kraft, seorang pedagang keliling yang singgah di desa Pasloe yang dipercaya membuat janji dengan dewa serigala Holo, yang bersumpah untuk memberkati desa itu dengan panen gandum yang melimpah. Namun, seiring berjalannya waktu, kisah-kisah seperti itu menjadi tak lebih dari sekadar dongeng folklore yang didengar-tuturkan sambil lalu.

Betapa terkejutnya Lawrence, sebab perjalanannya berubah tak terduga ketika ia menemukan Holo, serigala dalam legenda tidur di gerobaknya. Holo ingin kembali ke kampung halamannya di utara seraya meyakinkan Lawrence untuk menemani sang Dewi dalam perjalanannya. Sebagai balasannya, ia bersumpah untuk mencari nafkah, menggunakan kecerdasannya yang cepat dan pengalaman seumur hidupnya untuk membantu rekan barunya dalam urusan bisnis mereka.

Saat mereka melanjutkan perjalanan, Lawrence dan Holo memanfaatkan setiap peluang ekonomi yang mereka temukan, dan sering kali terjebak dalam situasi yang menguji keterampilan bisnis dan hubungan masing-masing. Namun, dengan keterampilan tawar-menawar yang tajam dan negosiator yang karismatik, Lawrence dan Holo pun semakin dekat dengan tujuan mereka.

4. Kino no Tabi

Kino adalah seorang pengelana berusia 15 tahun. Ia menjalin ikatan dengan Hermes, sepeda motor yang bisa berbicara. Bersama-sama, mereka menjelajahi berbagai negara serta tempat-tempat asing, meskipun tidak memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan. Bagaimanapun, hidup adalah perjalanan yang penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui. Tidak ada yang mengisi hatinya dengan kegembiraan seperti menjelajahi dunia yang indah dan menakjubkan di sekitarnya dan cara-cara menarik yang ditemukan orang untuk hidup.

Bersama-sama, mereka menjelajahi pedesaan yang luas dengan tujuan bersama untuk selalu bergerak maju, dan satu aturan: jangan pernah tinggal di satu negara selama lebih dari tiga hari.

Sepanjang perjalanan, mereka menjumpai berbagai macam adat istiadat, dari yang secara moral suram hingga yang tragis dan menarik. Mereka juga bertemu banyak orang: sebagian yang hidup untuk bekerja, sebagian yang hidup untuk membuat orang lain bahagia, dan sebagian yang hidup untuk mengejar impian mereka. Jadi, di setiap negara yang mereka kunjungi, selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari dari cara orang menjalani hidup mereka.

Bukan tugas Kino atau Hermes untuk memutuskan apakah nilai-nilai yang dinyatakan ini salah atau benar, karena mereka hanya berperan sebagai pengamat dalam dunia kecil ini. Mereka tidak berusaha mengubah atau memengaruhi tempat-tempat yang mereka kunjungi, meskipun nilai-nilai ini tampak tidak masuk akal. Itu karena dengan satu atau lain cara, mereka percaya bahwa segala sesuatunya baik-baik saja sebagaimana adanya, dan bahwa "dunia ini tidak indah; oleh karena itu, dunia ini indah."

5. Yokohama Kaidashi Kikou

Zaman manusia sudah hampir berakhir. Pada masa itu, hiduplah Alpha Hatsuseno, seorang android, yang bertanggung jawab menjalankan sebuah kafe kecil di luar Yokohama karena pemiliknya sedang bepergian untuk waktu yang tidak ditentukan. Sementara Alpha menunggu kepulangan pemiliknya, ia menjelajahi daerah sekitarnya dengan skuter dan kameranya.

Di antara sekian banyak cara menggambarkan kiamat, "damai" adalah hal yang tidak umum. Banyak dari kita mungkin suka membayangkan dunia berakhir dengan cara yang brutal, dramatis, dan secepat kilat. Namun, akhir dunia dalam anime jadul ini dibuat bertahap, cukup untuk memberi manusia waktu agar menerima takdirnya, duduk santai, dan menikmati saat-saat terakhir hidupnya. Apa pun yang akan terjadi, biarlah terjadi.

Begitulah terungkapnya senjakala umat manusia yang fana. Dan, eksistensi kecil manusia mendapatkan banyak kesempatan untuk mengalami berbagai kefanaan. Berkali-kali, kesedihan yang indah dari dunia yang sekarat menyentuh dan membanjiri. Ceritanya terungkap secara perlahan; kita mengikuti karakter-karakternya seiring berjalannya waktu, dan saat tirai ditutup pada sisa-sisa dunia.

Itulah, di antara kejadian-kejadian drama yang tidak terlalu ditonjolkan, yang membuat Yokohama Kaidashi Kikou menjadi anime yang luar biasa: ratapan dunianya yang sekarat, tenang, tetapi mengejutkan.

6. Sora yori mo Tooi Basho

Bercerita tentang Mari Tamaki yang selalu memimpikan hal-hal yang berada di luar jangkauan alam semesta. Namun, meskipun menyimpan aspirasi yang begitu besar, rasa takutnya terhadap hal yang tidak diketahui selalu menahan si gadis dari mengejar mimpinya. Dan semuanya berubah ketika akhirnya ia bertemu dengan seorang gadis yang memiliki impian besarnya sendiri: Shirase Kobuchizara yang bekerja keras untuk mendanai perjalanannya ke Antartika. Meskipun mendapat ejekan dari hampir semua orang, Shirase bertekad untuk memulai ekspedisi ini untuk mencari ibunya di tempat yang lebih jauh dari alam semesta itu sendiri.

Terinspirasi oleh tekad Shirase, Mari langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk bergabung dengannya. Tak lama kemudian, usaha mereka menarik perhatian Hinata Miyake dan Yuzuki Shiraishi. Bersama-sama, keempat gadis yang bersemangat itu berlayar menuju selatan yang beku, semuanya untuk mencari sesuatu yang hebat.

Menonton Sora yori mo Tooi Basho, anda tidak hanya diajak untuk mengagumi kegigihan empat sekawan ini untuk bisa menjelajahi Antartika, tapi juga akan dibawa untuk menghayati lagi makna dari persahabatan dan meraih mimpi.

7. Yuru Camp

Bercerita tentang Shima Rin, yang hobi solo camping, sebuah hobi yang mungkin tidak banyak dilakukan, apalagi oleh para kaum wanita. Namun, Rin menemukan ketenangan dalam dunianya sendiri itu ketika ia mendirikan tenda ataupun mengumpulkan kayu bakar, yang mana selalu ia lakukan seorang diri di spot-spot kamping yang tersebar di sekitar tempat tinggalnya.

Tapi, suatu hari, dalam salah satu agenda solo camping-nya, Rin tidak sengaja bertemu Nadeshiko Kagamihara yang tersesat, yang memaksanya untuk diperbolehkan ikut menginap di tenda. Berkat Nadeshiko, Rin pun mulai melihat keseruan kamping bersama teman atau orang-orang tersayang.

Buat anda yang sudah kebelet pengin pergi kamping juga tapi terhalang peralatan dan minimnya pengalaman, anime satu ini bisa jadi sarana untuk belajar tips dan trik kamping dari Rin, Nadeshiko, dan kawan-kawan. Selain diajari soal kamping dari A sampai Z, anda juga akan melihat betapa menggemaskannya persahabatan di antara gadis-gadis camper ini.

8. Majo no Tabitabi

Sejak kecil, Elaina selalu terpesona dengan cerita-cerita yang tertulis di buku favoritnya, terutama tentang Nike, seorang penyihir terkenal yang telah melakukan banyak perjalanan hebat ke seluruh dunia. Karena ingin merasakan sendiri sensasi petualangan itu, Elaina pun berusaha keras untuk menjadi seorang penyihir, dan meskipun banyak cobaan yang menghadangnya, ia akhirnya berhasil.

Sekarang sebagai penyihir sejati, Elaina akhirnya memulai perjalanannya yang telah lama ditunggu-tunggu, di mana ia bertemu banyak orang di sepanjang jalan, mempelajari berbagai kisah mereka. Melalui semua ini, ia menjelajahi dunia, mengalami sisi terang dan gelapnya, serta memulai sendiri kisah legendarisnya.

9. Shoujo Shumatsu Ryokou

Anime ini, sekilas seperti gabungan Yuru Camp dan Kino no Tabi, karena anime ini seperti mencampurkan genre CGDCT (Cute Girl Doing Cute Things) yang santai dan imut, dengan genre philosophical yang cukup membuat otak siapapun melintir.

Mengambil latar dunia paska-apokaliptik, di tengah sisa-sisa reruntuhan kota yang dulunya berkembang pesat, terdengar deru motor yang memecah kesunyian musim dingin. Adalah Chito dan Yuuri yang mengendarai motor tersebut dengan berboncengan. Mereka adalah manusia-manusia terakhir yang selamat di pengujung peradaban. Berdua, mereka menyelusuri kamp-kamp bekas militer di antara puing-puing kota demi bertahan hidup.

Selama mereka menjelajahi sisa-sisa peradaban di tanah yang terlantar, Chito dan Yuuri terus berspekulasi tentang dunia lama. Bagaimana bentuknya? Bagaimana kehidupan orang-orang pada masa itu? Apa saja yang mereka makan? Apakah perang itu baik atau buruk? Bagaimana dengan Tuhan mereka?

Di antara kehampaan pada pengujung usia semesta, kedua gadis itu, Chito dan Yuuri, berusaha menemukan secercah harapan di dunia yang suram dan sekarat. Jukstaposisi; meski terkesan suram, tapi dengan adanya karakter-karakter yang lucu dan imut seperti Chito dan Yuuri, beratnya topik dalam Shoujo Shumatsu Ryokou malah jadi tidak terasa sama sekali!

10. Yama no Susume

Aoi Yukimura, sedari kecil ia begitu mengagumi gunung dan sangat tertarik untuk mendakinya suatu saat nanti. Namun, sebuah kecelakaan di tempat bermain membuatnya fobia ketinggian dan membuatnya lebih memilih untuk beraktivitas di dalam ruangan.

Gara-gara trauma yang dideranya, Aoi jadi gadis pemalu dan sulit bersosialisasi dengan teman-temannya, sehingga praktis ia pun jadi anak yang penyendiri. Namun, kehadiran Hinata Kuraue, yang dulu juga sama terobsesinya dengan kegiatan mendaki gunung, mulai mengubah hari-hari Aoi yang tadinya tak berwarna.

Yuk, buat anda yang lagi rindu naik ke puncak tapi masih mager, bisa mulai nonton Yama no Susume sekarang juga!

11. Zatsu Tabi

Anime yang direncanakan tayang pada musim semi tahun 2025 ini bercerita tentang Chika Suzugamori, seorang seniman manga pemula, selalu ditolak setiap kali ia mengirimkan draf baru. Saat hampir menyerah, ia tiba-tiba mendapat ide untuk melakukan perjalanan-perjalanan yang menyembuhkan justru karena beratnya perjalanan itu. Ini adalah serial perjalanan terbaik!

12. Shuumatsu Touring

Bercerita tentang dua gadis yang bersepeda melewati reruntuhan Jepang yang kosong, sendirian setelah kiamat melanda; keduanya tidak akan membiarkan runtuhnya peradaban menghalangi hasrat mereka untuk jalan-jalan. Bahkan saat dunia kiamat, perjalanan mereka terus berlanjut.

Akhir dunia pada manga ini terjadi beberapa dekade yang lalu, dan anda dapat menyaksikan akibatnya melalui sudut pandang dua gadis yang hanya ingin melihat-lihat seperti apa dunia itu setelah kiamat melanda.

Walaupun mungkin tema yang diangkat oleh serial ini sudah sering kali dipakai, seperti pada manga Yokohama Kaidashi Kikou atau Shoujo Shuumatsu Ryokou, tetapi setidaknya tokoh manusia memiliki potensi untuk menggeser tema dan narasi dari sesuatu yang lebih nihilistik dan menyedihkan secara eksistensial menjadi refleksi tentang ketidakkekalan dan makna hidup.

Editor : Candra Mega Sari
#perjalanan #anime #travelling #rekomendasi anime