Mitos: Food Coma Itu Tanda Kenyang dan Normal
Banyak orang menganggap bahwa merasa mengantuk setelah berbuka adalah hal yang wajar dan pertanda tubuh telah mendapatkan asupan yang cukup. Faktanya, rasa kantuk yang berlebihan bisa jadi merupakan indikasi bahwa tubuh sedang bekerja terlalu keras untuk mencerna makanan dalam jumlah besar sekaligus. Makan berlebihan atau mengonsumsi makanan yang kurang seimbang dapat membuat tubuh lebih cepat lelah setelah berbuka.
Fakta: Penyebab Utama Food Coma
Dilansir dari laman The Daily Star, salah satu penyebab utama food coma adalah perubahan aktivitas sistem saraf. Setelah makan, sistem saraf parasimpatis aktif untuk membantu proses pencernaan, sementara sistem saraf simpatik yang bertugas menjaga kewaspadaan menjadi kurang aktif. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rileks dan cenderung merasa mengantuk.
Selain itu, jenis makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh besar. Makanan yang kaya karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan makanan manis, dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan cepat. Peningkatan ini memicu pelepasan insulin yang membantu penyerapan glukosa, tetapi juga meningkatkan produksi serotonin dan melatonin di otak, dua hormon yang berperan dalam mengatur rasa kantuk.
Baca Juga: Anak Kos Wajib Tahu! 7 Tips Mengatur Pola Hidup saat Ramadhan agar Puasa Tetap Sehat dan Hemat
Penyebab lainnya adalah peningkatan aliran darah ke sistem pencernaan. Setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, tubuh mengalihkan lebih banyak darah ke organ pencernaan untuk memperlancar proses pencernaan. Hal ini menyebabkan berkurangnya suplai darah ke otak, yang dapat memicu rasa kantuk dan lemas.
Mitos: Gorengan dan Makanan Manis Cepat Pulihkan Energi
Banyak yang beranggapan bahwa makanan berminyak dan manis adalah pilihan terbaik untuk mengembalikan energi setelah berpuasa. Di Indonesia, takjil seperti aneka gorengan dan kolak sering menjadi menu favorit saat berbuka, padahal makanan tersebut bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti oleh penurunan energi drastis. Selain itu, makanan berminyak memperlambat pencernaan, membuat tubuh bekerja lebih keras dan justru terasa lebih lelah setelah makan.
Fakta: Pola Makan Sehat Bisa Mencegah Food Coma
Untuk menghindari rasa kantuk setelah berbuka, sebaiknya atur pola makan dengan baik. Hindari langsung makan dalam porsi besar sekaligus, melainkan makan secara bertahap. Mulailah berbuka dengan air dan kurma, lalu beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum makan utama agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
Selain itu, perhatikan komposisi makanan di piring. Sebaiknya setengah dari porsi makan terdiri dari sayur atau salad, seperempat berisi protein, dan seperempat sisanya berupa karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi. Pola makan seimbang ini membantu menjaga kadar energi lebih stabil dan mengurangi lonjakan gula darah yang berlebihan.
Kesimpulan: Wajar atau Tidak?
Merasa mengantuk setelah berbuka memang umum terjadi, tetapi bukan berarti selalu wajar. Jika rasa kantuk yang dialami terlalu berlebihan, bisa jadi ada yang salah dengan pola makan kita. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, terlalu banyak makanan manis, atau kurangnya keseimbangan gizi dapat memperburuk kondisi ini. Dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat dan seimbang, kita bisa tetap bertenaga dan produktif setelah berbuka puasa.
Editor : Candra Mega Sari