JawaPos.com - Pernahkah anda bertemu dengan seorang perempuan yang berkumis atau berjenggot? Kemungkinan perempuan itu memiliki kondisi bernama hirsutism.
Dilansir dari Cleveland Clinic, hirsutism adalah kondisi dimana seseorang, biasanya pada perempuan, mengalami pertumbuhan rambut di wajah yang berlebihan. Rambut-rambut ini cenderung lebih tebal, gelap, dan kasar dari rambut-rambut di wajah biasanya, sehingga terlihat seperti kumis atau jenggot.
Hirsutism biasanya terjadi pada perempuan, namun juga dapat terjadi pada laki-laki pula. Namun, pada laki-laki sulit untuk membedakan hirsutism dari pertumbuhan kumis dan jenggot biasa.
Dilansir dari Alomedika, penyebab kondisi ini bisa bermacam-macam, dari adrenal endokrinopati, tumor, hingga pengobatan. Namun, penyebab paling umum dari kondisi ini adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Hirsutism yang disebabkan oleh adrenal terjadi karena adanya hiperandrogen, atau produksi hormon androgen yang berlebihan.
Dilansir dari NHS, dalam kasus-kasus langka hirsutism dapat disebabkan oleh pengobatan yang dijalankan, steroid, atau kondisi hormon lainnya.
Kondisi ini tidak mengancam kesehatan, namun dapat mengganggu penderitanya. Untungnya kondisi ini dapat diobati.
Dilansir dari Mayo Clinic, androgen yang tinggi pada perempuan memang dapat menyebabkan hirsutism. Tapi juga memberatnya suara, pembotakan, jerawat, mengecilnya ukuran payudara, meningkatnya jumlah otot, dan membesarnya klitoris.
Hal-hal ini dapat dialami oleh seorang perempuan karena faktor genetik yang ia dapatkan dari orang tuanya atau leluhurnya, hingga obesitas, karena obesitas dapat meningkatkan produksi androgen.
Tidak perlu takut atau cemas, karena kondisi ini cukup umum. Hirsutism dapat terjadi pada 5 hingga 10 persen perempuan setelah masa puber mereka. Dan bertahan pada 40 persen populasi perempuan.
Kondisi ini tidak dapat dicegah, namun dapat diobati. Dokter-dokter umum dapat menyarankan para penderita untuk mencoba mengurangi berat badan terlebih dahulu, karena hal ini dapat membantu tubuh mengontrol tingkat hormon.
Selain itu, krim eflornithine dapat memperlambat pertumbuhan rambut di wajah. Serta konsumsi obat kontraseptif yang juga dapat membantu mengontrol hormon.
Apabila hal-hal di atas tidak dapat membantu, dokter umum akan menyarankan kita untuk bertemu dengan dokter spesialis. Dari situ akan diberikan obat-obat hormon lainnya.
Hirsutism dapat didiagnosis oleh para dokter dengan skala Ferriman-Gallwey. Menggunakan penilaian Ferriman-Gallwey, dokter-dokter akan memeriksa 9 area tubuh kita, atas bibir, dagu, dada, perut bagian atas, perut bagian bawah, lengan, paha, punggung dan pantat.
Semakin tinggi skor yang didapatkan dalam skala ini, maka semakin parah kondisi hirsutism yang dialami.
Setelah itu, mungkin akan dilakukan tes darah untuk mengecek tingkat hormon, USG dan X-ray untuk memeriksa kondisi uterus.
Editor : Candra Mega Sari