Terutama para kriminal yang mendekam di dalam penjara yang akan dijatuhi hukuman mati. Dimana beberapa negara memberikan hak khusus akan pemenuhan santapan terakhir sebelum hukuman mati.
Dilansir dari Unilad, praktik pemberian hak khusus ini sudah dilakukan sejak era Yunani Kuno karena adanya kepercayaan roh yang meninggal dapat menyeberangi Sungai Styx dan tidak kembali sebagai arwah kelaparan.
Walaupun begitu, tidak semua negara mempercayai hal itu dan tidak memberikan hak makanan terakhir kepada para narapidana.
Ada pula yang dulunya memberikan hak khusus ini, namun menariknya kembali. Seperti Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, tidak lagi memberikan hak ini karena kriminal Lawrence Russell Brewer meminta makanan yang sangat banyak lalu tidak menyentuhnya sama sekali.
Ada pula yang membatasi para narapidana dengan batas maksimal harga. Seperti Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, memberikan dua syarat, yaitu makanan tersebut dapat dibeli di kota setempat dan harganya tidak melebihi 40 USD.
Dilansir dari Psychologs, pemenuhan santapan terakhir kepada para narapidana ini secara simbolis membuat lupa akan hukuman mati yang akan mereka jalankan dan sebagai aksi pengampunan.
Ketika para narapidana memikirkan apa yang mereka inginkan, kita akan melihat apakah ada penyesalan, pemberontakan, atau pengampunan di dalamnya.
Di saat yang sama kita juga dapat melihat bagaimana para narapidana menerima kenyataan bahwa mereka akan mati.
Makna di Balik Hak Khusus
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada kepercayaan bahwa arwah kelaparan dapat terus menghantui orang-orang yang masih hidup.
Namun kebiasaan ini juga dilakukan sebagai aksi belas kasih terhadap para kriminal dan pengampunan singkat dari masyarakat.
Serta mengurangi sifat kekejaman dalam praktik hukuman mati pula. Karena ketika narapidana menikmati santapan terakhir mereka, si narapidana, masyarakat dan algojo dapat menikmati detik-detik yang tenang sebelum eksekusi.
Dilansir dari jurnal karya Sarah Gerwig-Moore di laman digitalcommons.law.mercer.edu, tradisi pemberian santapan terakhir ini seringkali menunjukkan apa yang ada di dalam hati atau pikiran para pembunuh.
Karena itu, makanan yang mereka santap seringkali menjadi sensasi dimana orang-orang ingin menelaah misteri di baliknya. Dari penelitian ini, ditemukan makanan terakhir para narapidana bukanlah makanan favorit mereka. Namun arti atau makna dari makanan itu dan kenangan di baliknya.
Banyak sekali narapidana mengajukan permintaan-permintaan yang aneh. Seperti roti komuni atau permintaan untuk dapat berbagi makanan dengan narapidana lain, hingga penolakan akan hak khusus ini.
Editor : Candra Mega Sari