Mari kita telusuri bersama alasan di balik popularitas warna pink sebagai simbol perayaan Hari Kasih Sayang ini, sebagaimana dilansir dari laman shopchristinasboutique pada Jumat (14/2).
Sejarah
Tradisi Valentine sangat dipengaruhi oleh era Victoria. Pada era itu, 'floriografi' atau bahasa bunga sangat popular, khususnya bunga merah muda, seperti anyelir dan mawar banyak digunakan untuk menyampaikan pesan kekaguman dan penghargaan. Ini menguatkan hubungan merah muda dengan cinta dan romansa.
Berlanjut di periode Renaisans yang mengaitkan warna merah muda dengan cinta dan keindahan. Merah muda yang lembut menjadi simbol cita-cita romantis sehingga memengaruhi persepsi warna dalam konteks cinta dan hubungan.
Kemudian di era modern, Hari Valentine berkembang menjadi hari yang dikomersialkan. Maksudnya, banyak permen berbentuk hati atau hadiah-hadiah lainnya yang menggunakan tema merah muda, membuat warna pink menjadi bagian integral identitas visual perayaan Valentine.
Semakin popular lagi warna pink yang dinobatkan sebagai warna netral gender sehingga memungkinkan ekspresi cinta lebih inklusif dan fleksibel.
Makna
Melihat dari sejarahnya, warna pink sudah dianggap sebagai simbol cinta, kelembutan, dan kasih sayang sejak zaman dahulu kala. Mungkin karena kualitas menenangkan sekaligus menyehatkan sehingga dinilai sangat cocok dengan emosi yang dirayakan pada saat Valentine.
Ditambah lagi dengan kelembutannya yang mampu menciptakan suasana hubungan kasih sayang antara pasangan.
Misalnya mawar merah muda yang melambangkan kekaguman, rasa terima kasih, kegembiraan, dan sentimen berkaitan erat dengan perayaan cinta. Keindahan bunga ini yang lembut melengkapi suasana romantis Hari Valentine.
Itulah alasan mengapa warna pink identik dengan Hari Valentine yang ternyata mengandung kekayaan makna dan sejarah di baliknya.
Jadi, silakan nikmati pesona warna pink dan biarkan warna itu memberi sentuhan manis di setiap perayaan Hari Valentine Anda.
Baca Juga: 7 Cara Mempersiapkan Hari Valentine yang Berkesan dengan Ide Romantis dan Kreatif
Editor : Candra Mega Sari