Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

7 Barang yang Terlalu Sering Dicuci Bisa Cepat Rusak, Ketahui Frekuensi yang Tepat untuk Menjaganya Tetap Awet

Nurul Fitriyah • Jumat, 7 Februari 2025 | 13:00 WIB

Ilustrasi mencuci handuk
Ilustrasi mencuci handuk
JawaPos.com - Mencuci pakaian dan perlengkapan rumah tangga memang penting, tetapi terlalu sering melakukannya bisa berdampak buruk. Kebiasaan ini dapat mempercepat kerusakan bahan dan membuatnya tidak bertahan lama.

Mencuci berlebihan berarti membersihkan barang dengan frekuensi yang tidak diperlukan, sehingga menyebabkan serat kain lebih cepat aus dan kehilangan kualitas aslinya.

Menyesuaikan frekuensi mencuci dapat memperpanjang umur barang, menjaga kualitasnya, serta menghemat waktu dan energi.

Berikut adalah 7 barang yang terlalu sering dicuci bisa cepat rusak, ketahui frekuensi yang tepat untuk menjaganya tetap awet, dilansir dari laman Realsimple, Kamis (6/2).

Bra tidak perlu dicuci setiap kali selesai dipakai. Penggunaan 2 hingga 3 kali sebelum dicuci membantu menjaga elastisitas bahan.

Mencuci terlalu sering dapat merusak karet dan membuat bentuknya berubah lebih cepat. Disarankan mencuci dengan tangan menggunakan air dingin agar tetap awet.

Selain itu, biarkan bra beristirahat selama 1 hingga 2 hari sebelum digunakan kembali. Penggunaan kantong jaring saat mencuci dengan mesin juga membantu mencegah gesekan berlebihan.

2. Handuk Lebih Cepat Pudar

Mencuci handuk setelah setiap penggunaan dapat menyebabkan seratnya melemah dan warnanya cepat pudar. Handuk dapat digunakan 3 hingga 4 kali sebelum perlu dicuci, kecuali jika sudah berbau atau terkena kotoran.

Kelembaban yang tinggi memang dapat memicu jamur, tetapi menggantung handuk di tempat terbuka setelah digunakan dapat membantu mengurangi kelembaban. Pilih deterjen lembut dan hindari pemutih agar bahan tetap terjaga.

Selain itu, gunakan air dingin saat mencuci untuk menjaga kelembutan serat. Pengeringan di bawah sinar matahari secukupnya juga membantu mencegah bau tidak sedap.

3. Pakaian Olahraga Mudah Rusak

Tidak semua pakaian olahraga harus langsung dicuci setelah dipakai, terutama jika tidak berkeringat berlebihan. Bahan khusus seperti spandex dan nylon lebih rentan terhadap kerusakan akibat pencucian berlebihan.

Mencuci setelah 2 hingga 3 kali pemakaian dapat memperpanjang umur kain. Sebagai alternatif, menjemur pakaian olahraga di udara terbuka setelah digunakan dapat membantu menghilangkan bau tanpa perlu dicuci langsung.

Hindari penggunaan pelembut pakaian karena dapat merusak daya serap kain terhadap keringat. Mencuci dengan air dingin dan siklus lembut akan menjaga serat kain tetap elastis.

4. Jeans Kehilangan Bentuknya

Celana jeans yang terlalu sering dicuci akan lebih cepat pudar dan kehilangan strukturnya. Disarankan mencuci jeans setelah 4 hingga 6 kali pemakaian atau saat terlihat kotor.

Mencuci dengan air dingin dan membalik jeans sebelum mencuci dapat membantu mempertahankan warna aslinya. Mengeringkan jeans dengan cara diangin-anginkan juga lebih baik dibandingkan menggunakan mesin pengering.

Menggunakan deterjen khusus denim akan membantu menjaga serat kain tetap kuat. Jika jeans hanya berbau, cukup gantung di tempat terbuka atau gunakan uap panas agar tetap segar.

5. Sprei dan Perlengkapan Tidur

Meskipun menjaga kebersihan tempat tidur sangat penting, mencuci seprai setiap minggu bisa terlalu sering bagi sebagian orang. Frekuensi ideal mencuci seprai adalah setiap 1 hingga 2 minggu, kecuali jika ada kondisi tertentu seperti keringat berlebih atau penyakit.

Mengganti sarung bantal lebih sering dapat membantu menjaga kebersihan tanpa harus mencuci seluruh set seprai setiap minggu. Gunakan deterjen lembut agar kain tetap nyaman digunakan.

Pengeringan dengan sinar matahari dapat membantu membunuh bakteri dan tungau secara alami. Selain itu, menyemprotkan fabric freshener bisa menjadi solusi praktis agar sprei tetap segar.

6. Jaket Berbahan Tebal Mudah Rusak

Jaket berbahan tebal, seperti down jacket dan wol, sebaiknya tidak dicuci terlalu sering. Pencucian yang berlebihan dapat menghilangkan lapisan pelindung dan membuat bahan menjadi rapuh.

Idealnya, jaket tebal dicuci setelah 5 hingga 7 kali pemakaian atau jika terkena noda. Gunakan deterjen khusus dan pencucian dengan tangan atau siklus lembut di mesin cuci.

Hindari pemerasan berlebihan agar bahan tetap terjaga. Pengeringan alami lebih disarankan daripada menggunakan mesin pengering yang bisa merusak serat kain.

7. Sweater Mudah Melar

Sweater berbahan rajut atau katun rentan melar jika terlalu sering dicuci. Sebaiknya sweater dicuci setelah 3 hingga 5 kali pemakaian agar bentuknya tetap terjaga.

Mencuci dengan air dingin dan deterjen lembut dapat membantu mempertahankan elastisitas kain. Jangan menggantung sweater saat menjemur karena bisa membuat bahannya melar.

Lipat sweater dengan rapi setelah kering untuk menjaga bentuk aslinya. Menggunakan sikat kain atau steamer dapat membantu membersihkan debu tanpa perlu mencuci.

Mencuci pakaian dan perlengkapan rumah tangga memang penting, tetapi melakukannya dengan frekuensi yang tepat dapat menjaga kualitas barang lebih lama. Dengan mengurangi frekuensi mencuci yang tidak perlu, bahan tetap terawat dan bisa bertahan lebih lama.

Editor : Candra Mega Sari
#perlengkapan rumah tangga #mencuci pakaian #dicuci #Barang