JawaPos.com — Serial Mahoutsukai no Yome (The Ancient Magus Bride), adaptasi anime dari manga karangan Kore Yamazaki, selain penuh dengan keajaiban sihir, ternyata juga kaya dengan simbolisme yang hadir melalui bahasa bunga, lho!
Berbagai bunga membingkai serial fantasi ini, dan semuanya miliki makna yang berkaitan dengan kisah perjalanan Hatori Chise si Sleigh Beggy. Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang muncul dalam anime MahoYome.
Silene: Simbol Cinta dan Kegigihan serta Ungkapan Penyesalan
Kerap disebut sebagai catchfly atau takishimamantema (タケシママンテマ) di Jepang, bunga yang biasa hadir dalam warna merah, merah muda, ungu, atau putih ini muncul dalam sekilas bersama dengan rumpun bunga daisy atau aster ketika Elias dan Chise mengunjungi Kerajaan Kucing.
Bunga ini memiliki hanakotoba yang cukup negatif, yaitu jebakan serta penyesalan; namun, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan cinta masa muda, hasrat, kegigihan, serta kasih sayang yang menyenangkan.
Karena miliki beragam warna, maka makna bunga ini pun bisa berubah-ubah; silene merah melambangkan cinta masa muda, sedangkan putih menyimbolkan ungkapan bahwa si pemberi mereasa dikhianati oleh si penerima.
Kehadiran bunga ini, menjadi penanda plot utama dalam kisah Mina dan Matthew yang berkaitan dengan cinta di antara keduanya, hasrat Mina untuk bisa sehat, kegigihan Matthew mencari segala cara agar kekasihnya sembuh, serta jebakan dan pengkhianatan yang di bawa oleh tabib misterius yang menanti mereka di ujung jalan yang membuat keduanya menyesal.
Daisy: Simbol Cinta dan Kasih Sayang yang Tulus
Bunga bernama ilmiah Bellis perennis yang lebih dikenal sebagai sendurat inggris ini telah lama dijadikan representasi dari kemurnian dan kepolosan; kelopak bunganya yang putih bersih telah menjadi simbol keindahan dan kesederhanaan yang murni.
Dalam floriografi Barat, bunga ini dipercaya menjadi simbol dari cinta yang tulus, kasih sayang, dan awal yang baru. Pun, bunga yang dikenal sebagai deijī (デイジー) di Jepang ini, miliki hanakotoba yang menyimbolkan kecantikan, keindahan, kepolosan, kedamaian, dan harapan.
Sementara itu, dalam beberapa kepercayaan, bunga ini dianggap merepresentasikan pertumbuhan dan menjadi lambang dari perjalanan pendewasaan manusia; dalam tradisi Seltik, dipercaya bahwa tiap kali ada seorang bayi yang meninggal, maka Dewa akan menurunkan bunga ini ke bumi sebagai penyembuh duka-lara para orang tua.
Bunga daisy hadir beberapa kali di sepanjang serial Mahoutsukai no Yome, dan pada setiap kemunculannya selalu membawa maksud yang berbeda-beda. Pada sekuen ini, kemunculan bunga ini menjadi simbol dari cinta dan kasih sayang yang tulus di antara Mina dan Matthew serta menandai perkembangan cerita mereka menuju awal yang baru nantinya.
Dandelion: Simbol Harapan serta Ungkapan Doa agar Lekas Sembuh
Bunga selanjutnya adalah dandelion (Taraxacum officinale) atau tanpopo (タンポポ). Makna yang paling umum dari bunga ini berkaitan erat dengan keceriaan dan pemenuhan keinginan.
Hal ini disebabkan setelah bunga dandelion mekar ia akan meninggalkan biji-biji putih yang konon katanya bila seseorang bisa meniup semua biji dari tangkainya dalam satu embusan napas, maka satu keinginannya akan terkabulkan. Kepercayaan inilah yang menjadikan bunga randa tapak sebagai simbol harapan dan kekuatan untuk mewujudkan keinginan terdalam siapa saja.
Hanakotoba dari bunga yang sering kali dianggap sebagai gulma ini adalah ramalan (khususnya terkait percintaan), cinta sejati, dan perpisahan; sementara, dalam floriografi Barat, bunga ini lekat artinya dengan harapan, pertumbuhan, dan penyembuhan; selain itu, bunga randa tapak juga kerap dijadikan simbol dari keberanian, keceriaan, dan masa kanak-kanak.
Sebab warnanya yang secerah mentari, beberapa orang memandang bunga ini sebagai pengingat visual akan kehangatan sang surya, terutama di kala seseorang sedang berada pada titik terendah dalam hidupnya atau ketika menghadapi kesedihan luar biasa yang membuat mereka sulit untuk tetap berseri-seri.
Tak hanya itu, bunga yang pada zaman Edo disebut tsuzumigusa ini juga menjadi lambang dari kekuatan, tekad, dan kegigihan sebab kemampuannya untuk bertahan di segala macam keadaan. Maka, tak heran, sebagian orang menganggap dandelion sebagai simbol perjuangan menghadapi tantangan dalam hidup dan bangkit kembali sebagai pemenang.
Pun, memberikan bunga ini kepada orang lain juga menjadi bentuk ungkapan doa agar orang yang sakit lekas sembuh serta menjadi simbol kebahagiaan di saat-saat tergelap dalam kehidupan, hal ini karena teh dandelion memiliki beberapa manfaat pengobatan serta kesehatan.
Dandelion hadir dan membingkai kisah dari pasangan Mina dan Matthew pada episode kedua serial ini, dengan mana bunga ini seolah menjadi lambang dari harapan; harapan Mina agar ia bisa tetap hidup, harapan Matthew agar Mina bisa sembuh, serta harapan Molly si Ratu Kucing untuk mengenyahkan kejahatan dari negerinya yang sejalan dengan keinginannya melindungi putri sang majikan. Semua harapan tersebut membingkai hasrat yang kian bertumbuh dalam diri Chise, yaitu keinginan untuk tetap hidup, sebuah harapan yang tidak dia kenali dan akui hingga paruh kedua cerita Mina dan Matthew.
Nemophila: Ungkapan Selamat serta Kata Maaf
Bunga yang lebih akrab disebut sebagai Baby Blue Eyes sebab miliki kelopak berwarna biru ini hadir sebagai lambang konklusi dari kisah Mina dan Matthew.
Baby Blue Eyes (Nemophila menziesii) atau dikenal dengan rurikarakusa (ルリカラクサ)adalah bunga tahunan yang mekar di musim semi dan juga sangat terkenal di Jepang, terutama karena pemandangan hanabatake-nya nan menawan mata di Hitachi Seaside Park di Prefektur Ibaraki.
Bunga ini miliki hanakotoba yang bermakna cantik atau elok, dan melambangkan kesuksesan di manapun anda berada, serta menjadi ungkapan bahwa si pemberi memaafkan si penerima; sementara dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan cinta, kepercayaan, kepolosan, kepekaan yang lembut, serta ketenangan dalam hubungan romantis; selain itu, Nemophila juga melambangkan sifat fana dari keindahan dalam hidup, mendorong siapapun untuk menghargai setiap momen dan menghargai kesederhanaan yang mana merupakan salah satu tema dalam serial ini.
Bunga ini, konon, juga melambangkan ungkapan pencapaian yang mustahil, yang mana sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Mina dan Matthew: pengampunan dan penyembuhan.
Setelah bertahun-tahun menderita dan kesakitan sebab hilang arah karena dendam, Chise membersihkan jiwa mereka, membebaskan Matthew dari keadaannya yang tersiksa. Di akhir kisah mengerikan mereka, Mina dan Matthew akhirnya bertemu di padang Nemophila, hampir seolah mendoakan mereka kebahagiaan, penyembuhan, dan cinta, terlepas dari kekejaman yang telah dilakukan oleh Matthew. Mereka berpelukan sebelum menghilang bersama kelopak-kelopak biru Nemophila yang berhamburan terembus angin.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah