Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengungkap Alasan Hujan Selalu Turun saat Imlek: Pertanda Baik atau Kebetulan? Ini Penjelasan Ilmiah dan Tradisi Tionghoa

Rita Salsabilla • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Hari Raya Imlek 2025 akan dirayakan pada 29 Januari 2025, yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional dan cuti bersama.

Perayaan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa, dan sering kali dikaitkan dengan fenomena hujan yang turun di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Mari simak penjelasan berikut lebih dalam mengenai hubungan antara musim hujan dan perayaan Imlek serta makna di baliknya.

Menurut Tradisi dan Kepercayaan

Imlek atau Tahun Baru Tiongkok, merupakan perayaan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia yang biasanya berlangsung antara akhir Januari hingga awal Februari.

Dalam kepercayaan Tionghoa, hujan yang turun saat perayaan Imlek dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Semakin deras hujan yang turun, maka semakin besar pula keberuntungan yang diyakini akan menyertai mereka.

Oleh sebab itu, hujan saat Imlek sering dianggap sebagai pertanda baik untuk mengawali awal tahun baru.

Menurut Penjelasan BMKG

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang identik sering turun pada saat perayaan Imlek di Indonesia berkaitan dengan puncak musim hujan yang terjadi antara bulan Januari hingga Februari.

Beberapa faktor atmosfer dan cuaca yang mempengaruhi curah hujan tinggi di wilayah seperti Jabodetabek meliputi:

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanti, memprediksi bahwa pada perayaan Imlek 2025, Jabodetabek akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa saja melanda saat sedang melaksanakan perayaan Imlek.

Imlek 2025 Tetap Bermakna Meski Dihiasi Hujan

Meskipun hujan sering kali menyertai perayaan Imlek, hal ini tidak mengurangi semaraknya perayaan tersebut.

Kepercayaan bahwa hujan membawa berkah menjadi pengingat bahwa setiap tahun baru adalah awal baru yang penuh harapan.

Masyarakat Tionghoa merayakan dengan berbagai tradisi seperti menghias rumah dengan ornamen merah, menyajikan hidangan khas, serta berkumpul bersama keluarga.

Perayaan Hari Raya Imlek tidak hanya sekadar momen untuk merayakan tahun baru, tetapi juga mengandung berbagai makna budaya dan tradisi yang mendalam.

Jadwal Libur dan Cuti Bersama

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, berikut adalah rincian hari libur perayaan Imlek 2025:

Dengan adanya cuti bersama ini, masyarakat dapat menikmati long weekend selama lima hari berturut-turut mulai dari tanggal 25 hingga 29 Januari 2025, dan dapat merayakan dengan lebih khidmat. Selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili!

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#hari raya imlek #2025 #hujan