Kidachi Chōsen Asagao: Spiritualitas, Transformasi, serta Transendensi
Disebut juga sebagai angel's trumpet (Brugmansia suaveolens), bunga ini masih satu famili dengan devil's trumpet (Datura stramonium), yaitu Solanaceae, dan sama-sama beracun dengan kandungan alkaloid tropane-nya yang memiliki efek halusinogen.
Bunga yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Kidachi Chōsen Asagao (キダチチョウセンアサガオ) ini membawa makna yang mendalam.
Dalam berbagai tradisi dan kebudayaan, bunga ini melambangkan spiritualitas serta undangan transendensi yang memanggil seseorang untuk menuju kesadaran yang lebih tinggi; pun, bunga-bunganya yang berguguran dianggap selayaknya pesan surgawi yang menghubungkan antara alam dunia dengan akhirat.
Selain itu, bunga ini juga kerap kali dijadikan simbol transformasi serta pesona sebab kemampuannya untuk mekar secara dramatis di malam hari dan bunganya yang menggantung berbentuk terompet merupakan metafora untuk perubahan dan awal yang baru.
Kedalaman makna bunga ini terasa sesuai dengan perjalanan Chise untuk menjadi penyihir hebat di bawah bimbingan Elias. Keindahannya yang halus dan kehadirannya yang kuat menjadikan bunga ini sebagai inspirasi bagi mereka yang memulai perjalanan untuk mencari jati diri dan pencerahan.
Hananegi: Kesedihan, Kesabaran, serta Perlindungan
Bunga bernama latin Allium giganteum yang mungkin saja adalah bawang hias tertinggi dan sekilas mirip dengan hydrangea atau dandelion ini, disukai karena keindahan, simbolisme, serta potensi kulinernya.
Dalam hanakotoba, bunga yang juga disebut sebagai hananegi (花ネギ) ini bermakna kesedihan yang mendalam serta menjadi wujud ungkapan dari pernyataan yang sebenarnya; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan keberuntungan, kemakmuran, serta kerendahan hati; sementara dalam bahasa bunga era Victoria, allium membawa makna kesabaran dan keanggunan.
Selain itu, bunga bawang hias ini juga, secara umum, membawa makna dianggap sebagai simbol kesatuan karena bunganya yang banyak meski tumbuh dari satu umbi; dan, melambangkan kesabaran karena bunga ini terbilang lambat untuk mekar. Pun, dalam kebudayaan Roma Kuno, bunga ini disebut-sebut melambangkan perlindungan, penyembuhan, serta kesehatan yang baik.
Makna bunga ini sesuai dengan karakter Chise yang memang sabar, rendah hati, dan anggun; pun, makna kesedihan, kesabaran, keberuntungan, dan perlindungan yang menyertai bunga ini juga menggambarkan perjalanan si Sleigh Beggy yang dipenuhi kesedihan hingga akhirnya 'mekar' di saat ia bertemu dengan Elias yang menjadi pelindungnya di saat dirinya hendak menyerah dengan hidupnya.
Hanakazarizeri: Perlindungan, Keamanan, Kesabaran, dan Ketekunan
Dikenal juga dengan sebutan white laceflower atau Queen Anne's Lace (Orlaya grandiflora), bunga asli Eropa dan sebagian Asia ini, membawa makna yang berkaitan dengan perlindungan, keamanan, kemurnian, kemutakhiran, kesabaran, ketekunan, serta kelembutan dan pesona feminin.
Makna perlindungan serta keamanan dari bunga yang di Jepang disebut hanakazarizeri (ハナカザリゼリ) ini sejalan dengan peran Elias Ainsworth yang menjadi pelindung yang memastikan sang mempelai agar tetap aman bersamanya; pun, arti kesabaran dan ketekunan juga sesuai dengan Chise yang ketika bunga ini muncul sedang mempelajari buku-buku sihir dengan tekun dan sabar di taman Elias.
Nobori Fuji: Lambang Daya Imajinasi, Kreativitas, serta Pertumbuhan
Dikenal sebagai bunga lupine (Lupinus polyphyllus) atau nobori fuji (昇藤 のぼりふじ), bunga yang sekilas mirip dengan larkspur (Delphinium sp.), lavender (Lavandula sp.), atau heather (Calluna vulgaris) ini miliki hanakotoba yang bermakna imajinasi dan kerakusan, serta menjadi ungkapan untuk selalu bahagia dan wujud dari ekspresi bahwa si penerima adalah penghibur atau sumber kenyamanan bagi si pemberi.
Sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan kekaguman, kebahagiaan yang seutuhnya, kegigihan, dan pertumbuhan. Dalam folklor asli Amerika, bunga lupin dianggap sebagai simbol tantangan kepada jiwa manusia untuk melakukan tindakan kemurahan hati yang tidak mementingkan diri sendiri, dengan mana tantangan ini terutama dibutuhkan pada saat-saat ketika hati hendak mengeras atau menyerah.
Makna-makna di atas sesuai dengan kisah perjalanan Chise yang selalu bertindak murah hati, entah kepada sesama manusia ataupun makhluk-makhluk dari dunia sihir, dan tak jarang melupakan (keselamatan) dirinya sendiri; dan juga cocok untuk melambangkan perasaan Elias kepada si Sleigh Beggy, dengan mana si Penyihir Berduri merasa Chise adalah penghibur serta sumber kenyamanannya dan menjadi seutuh-utuhnya kebahagiaan.
Selain itu, makna imajinasi, kekaguman, kegigihan, dan pertumbuhan, sangat sejalan dengan elemen sihir yang menjadi penggerak utama plot serial ini.
Sakurasō: Kesedihan, Kepercayaan, Awal yang Baru, dan Cinta yang Bersemi
Bunga asli dataran Eropa nan berwarna-warni ini lebih dikenal sebagai primrose atau sembulau inggris (Primula vulgaris) telah lama digemari, dan bahkan dikabarkan menjadi bunga favorit Shakespeare karena ia sering menampilkannya dalam banyak karya-nya.
Bunga ini juga memiliki sejarah panjang yang terkait dengan peri. Dijuluki "Fairy Cups" atau "Piala Peri," sama dengan bunga cowslip (yang juga masih berada dalam satu genus: Primula), dalam cerita rakyat Inggris, orang-orang percaya bahwa jika anda memakan bunga primrose, maka anda akan bisa melihat peri.
Disebut sebagai sakurasō (桜草), bunga ini miliki hanakotoba yang secara umum melambangkan awal dan cinta masa muda, kesedihan dan keputus-asaan, simbol perasaan melankolis yang luar biasa, kenangan yang menyakitkan, dan cinta yang indah dan cepat berlalu; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan ungkapan bahwa si pemberi tak bisa hidup tanpa si penerima; sementara, pada era Victoria, memberikan bunga ini kepada seseorang dapat dimaknai sebagai ungkapan cinta yang bersemi atau cinta masa muda.
Bahasa bunga primrose sering kali mengungkapkan keindahan sekaligus melankolis dan kesedihan, dan berasal dari penampilannya yang lembut serta cepat berlalu, meskipun bunga yang namanya diambil dari bahasa Latin 'Primus' ini adalah bunga yang pertama kali mekar saat musim semi.
Makna bunga ini juga bisa berubah-ubah tergantung warnanya. Dan, bunga sakurasō yang tumbuh di pekarangan Elias (yang diketahui) adalah yang berwarna putih dan ungu.
Primrose ungu, dalam hanakotoba, bermakna rasa percaya atau kepercayaan; sedangkan dalam floriografi Barat, warna ini melambangkan awal yang baru, kepolosan, kesucian, dan penyembuhan luka batin.
Sedangkan, primrose putih, dalam hanakotoba dan floriografi Barat, melambangkan kesedihan, keduka-citaan, dan keputus-asaan.
Makna-makna sakurasō di atas seolah menjadi simbol dari perasaan sedih, putus asa, serta lambang dari kenangan-kenangan menyakitkan yang dialami Chise di masa lalu; selain itu juga, primrose juga jadi simbol dari awal yang baru, rasa cinta yang bersemi, serta penyembuhan luka batin si Gadis Berambut Merah ini.
Tak hanya itu, bunga ini menjadi wujud rasa percaya si Sleigh Beggy kepada Elias, pun sebaliknya.
Tsubomi: Kepolosan, Kesucian, dan Pesona Feminin
Yang terakhir adalah tsubomi (つぼみ) atau kuncup bunga, lebih tepatnya mawar. Memang, pada bagian sebelumnya telah dibahas, tetapi mawar yang masih kuncup ternyata miliki maknanya sendiri.
Kuncup mawar dapat melambangkan banyak hal, termasuk keindahan, kemurnian, harapan, dan cinta. Arti dari kuncup mawar juga dapat bergantung pada warna, ukuran, dan apakah kuncup tersebut segar atau kering.
Secara umum kuncup mawar bisa dimaknai sebagai lambang harapan dan pesona kecantikan.
Mawar kuncup yang muncul ketika Chise dan Elias dalam perjalanan pulang adalah yang berwarna putih, yang secara umum, mawar putih melambangkan kepolosan dan kesucian; sementara kuncupnya bermakna perempuan serta pesona feminin.
Editor : Candra Mega Sari