Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Empat): Mulai Baranohana sampai Wasurenagusa, dari Simbol Cinta sampai Lambang Kenangan

Erie Dewangga • Minggu, 19 Januari 2025 | 17:00 WIB
Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba
Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba

JawaPos.com - Serial Mahoutsukai no Yome (The Ancient Magus Bride), adaptasi anime dari manga karangan Kore Yamazaki, selain penuh dengan keajaiban sihir, ternyata juga kaya dengan simbolisme yang hadir melalui bahasa bunga, lho! Yuk, simak rangkaian artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang tumbuh subur di sekitar rumah Elias Ainsworth, sang Penyihir Berduri dari serial MahoYome.

Bara-no-hana: Kemurnian, Misteri, Cinta, dan Rasa Syukur

Sesampainya di rumah Elias, penonton akan melihat begitu banyak bunga yang tumbuh di sekitar taman yang asri, salah satu dari sekian banyak bunga itu adalah mawar atau secara umum dalam bahasa Jepang disebut baranohana (バラの花). Ada beragam warna mawar di taman milik Elias, mulai dari putih, biru, merah, sampai dengan merah muda.

Mawar putih, atau bara (薔薇), dalam hanakotoba dan floriografi Barat melambangkan kemurnian, kepolosan, pengabdian, serta rasa hormat yang mendalam, selain itu juga bunga ini menjadi bentuk ungkapan bahwa seseorang pantas untuk mendapatkan orang yang dicintainya.

Makna bunga warna putih ini sejalan dengan perkembangan karakter Chise serta plot MahoYome, dengan mana si Sleigh Beggy, yang selama ini merasa sengsara, akhirnya bisa memahami bahwa dirinya pun layak untuk bahagia bersama dengan orang yang ia cintai.

Kemudian, mawar biru atau aoibara (青いバラ), yang secara natural tidak tumbuh dengan sendirinya di alam. Dalam hanakotoba, mawar biru melambangkan misteri, kemustahilan, keajaiban, keberkahan, dan mimpi yang jadi nyata; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini bermakna pencapaian atas sesuatu yang mustahil, cinta pada pandangan pertama, dan juga cinta yang tak berbalas.

Makna mawar biru yang lekat dengan misteri, keajaiban, dan hal-hal yang mustahil, cocok dengan perjalanan Chise dalam serial ini, mengingat dunia yang akan dimasuki oleh si Gadis Berambut Merah ini adalah dunia sihir yang penuh dengan misteri dan hal-hal supernatural.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Tiga): Mulai Hienkusa sampai Kurinsō, dari Simbol Kebahagiaan sampai Lambang Penyembuhan

Lalu, mawar merah atau benibara (紅薔薇), yang membawa makna yang jelas, baik dalam hanakotoba ataupun floriografi Barat, pun dalam berbagai kebudayaan, yaitu berkaitan dengan cinta dan gairah.

Bunga ini hadir sebagai perwujudan cinta yang pelan-pelan akan semakin terjalin di antara kedua tokoh utama dalam serial ini, yaitu Hatori Chise dan Elias Ainsworth, walaupun pada awalnya hubungan mereka lebih terlihat seperti platonis, sebagai sahabat dan murid-guru, daripada romantis layaknya sepasang kekasih.

Terakhir, adalah mawar merah jambu atau momoirobara (桃色バラ), yang dalam hanakotoba melambangkan kepercayaan diri, kebahagiaan, dan keanggunan; sedangkan, menurut floriografi Barat, bunga ini melambangkan rasa syukur, kekaguman, dan melambangkan rasa terima kasih kepada dedikasi seorang guru atau teman sejati.

Kehadiran rumpun mawar merah muda menjadi perwujudan dari berbagai perasaan Chise, salah satunya adalah kebahagiaan dan rasa syukurnya sebab telah dipertemukan oleh takdir dengan Elias yang menjadi guru, teman, serta pasangannya kelak.

Kakitsubata: Kebahagiaan Pasti Akan Datang

Bunga iris tidak hanya cantik, tetapi juga dikaitkan dengan makna dan simbolisme yang kuat. Meskipun makna pastinya bervariasi tergantung pada habitat dan warnanya, tapi bunga ini dikaitkan dengan banyak perasaan positif sebab memiliki nama yang sama dengan dewi Yunani, Iris, yang bertindak sebagai pembawa pesan antara dewa dan manusia; dapat dikatakan bahwa bunga ini seperti pelangi yang membangun jembatan antara surga dan bumi.

Dan, bunga iris yang muncul di kolam milik sang Penyihir Berduri dalam serial anime Mahoutsukai no Yome adalah bunga Iris laevigata atau lebih dikenal sebagai kakitsubata (カキツバタ) yang tumbuh subur di perairan dangkal, seperti kolam atau rawa berair tenang, meskipun dapat juga tumbuh di tanah lembab jika kondisinya tepat.

Dalam hanakotoba, iris kakitsubata bermakna kebahagiaan pasti akan datang; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan keimanan, keberanian, kepahlawanan, harapan, dan kebijaksanaan; sementara itu, pada era Victoria, orang-orang sering memberikan bunga iris (berwarna ungu) sebagai ungkapan selamat atas keberhasilan atau kesuksesan besar yang orang lain raih.

Kehadiran bunga ini seolah menjadi ucapan selamat untuk Chise yang telah ‘lahir kembali’ dan sebagai wujud harapan bahwa kebahagian si gadis pasti akan datang.

Renge: Pencerahan, Hati yang Murni, dan Kelahiran Kembali

Di Jepang, bunga teratai disebut sebagai renge (蓮華) atau hasu (はす) dan memiliki arti yang penting dalam beberapa agama serta kepercayaan di dunia.

Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan kefasihan, kesakralan, kegigihan, cinta yang tulus, cinta yang terasing, mengatasi kesulitan, serta hati yang murni. Simbolisme hati yang murni berasal dari bagaimana bunga ini mekar dengan indah meskipun muncul dari air keruh berlumpur. Makna simbolis tersebut beresonansi dengan diri Chise yang tetap murni meski hidupnya senantiasa diwarnai duka lara.

Bunga teratai juga secara global dikaitkan dengan kemurnian, kelahiran kembali, transformasi, dan pencerahan. Representasi simbolis bunga teratai tentang pencerahan dan transformasi dalam serial ini hadir melalui diri Chise yang ‘lahir kembali’ setelah bertemu Elias dan mendapat pencerahan setelah berkenalan dengan dunia yang baru yang membuatnya bertransformasi menjadi seorang gadis anggun yang selalu berbuat kebajikan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Satu): Mulai dari Poinsettia hingga Lavender, Simbol Kemurnian Hati sampai Harapan Dapat Jawaban

African Arrowroot: Ketakutan, Kepercayaan Diri, dan Khayalan

Selain iris dan lotus yang jadi perwujudan dari kabar baik serta kelahiran kembali, ada juga bunga tasbih (Canna indica), yang telah diteliti potensi ke-efektif-an antioksidannya dalam mengolah air limbah industri dengan menyerap beban organik tinggi serta logam berat; selain itu, bunga ini dikenal karena penggunaan obat tradisionalnya, terutama dalam mengobati luka.

Dalam hanakotoba, bunga ini melambangkan gairah, kelincahan, keabadian, serta khayalan; sedangkan, dalam floriografi Barat, ia memiliki makna yang cukup luas, mulai dari paranoid atau ketakutan sampai dengan kepercayaan dan harga diri; sementara itu, pada era Victoria, bunga ini sering kali menjadi simbol dari kemewahan.

Kehadiran bunga ini di sekitar kolam di taman Elias, menjadi simbol dari rasa takut Chise untuk mengenal dunia barunya yang lekat dengan hal-hal supranatural yang selama ini ditakutinya; serta ketakutan si gadis untuk mengenal dirinya sendiri sebagai Sleigh Beggy yang selama ini dianggapnya sebagai sumber kemalangan dalam hidupnya, yang mana dengan segera dikoreksi oleh Elias bahwa sejatinya Chise adalah seseorang yang beruntung.

Karakusa-shungiku: Kebahagiaan dan Kehangatan

Masih satu keluarga dengan daisy dan aster, bunga bristleleaf prickyleaf (Thymophylla tenuiloba) atau dikenal dengan karakusa-shungiku (カラクサシュンギク) ini miliki makna yang sama dengan bunga-bunga tersebut, yaitu berkaitan dengan kebahagiaan, kehangatan, dan positivisme.

Bunga yang juga disebut sebagai shooting star ini menjadi lambang dari kehangatan serta kebahagiaan yang didapatkan Chise ketika masuk ke rumah Elias dengan mana ia diperlakukan sebagaimana keluarga oleh sang Penyihir Berduri, Silk (roh atau peri yang mengurus rumah), bahkan oleh para "tetangga" yang berwujud peri-peri kecil yang usil.

Wasurenagusa: Cinta Sejati dan Kenangan Tak Terlupakan

Ada setidaknya tiga jenis bunga mamung atau lebih populer dikenal sebagai forget-me-not (Myosotis sp.) yang tumbuh di sekitar rumah Elias Ainsworth, yaitu:

Bunga yang disebut wasurenagusa (勿忘草) ini miliki hanakotoba yang melambangkan cinta sejati serta ungkapan bahwa sesuatu atau seseorang tersebut adalah kenangan yang tak terlupakan atau permintaan agar si penerima tidak melupakan si pemberi; sedangkan dalam floriografi Barat, bunga yang juga disebut kuping tikus ini cinta sejati serta kenangan.

Sementara itu, menurut bahasa bunga pada era Victoria, bunga ini digunakan sebagai ungkapan cinta sejati, dengan mana jadi tanda pengabdian yang setia; kesetiaan, yang mana mengekspresikan kepercayaan seseorang kepada orang yang mereka cintai atau hormati; pengabdian serta cinta abadi, dengan mana bunga mamung jadi simbol yang signifikan untuk mengutarakan cinta sejati seseorang dan jadi bukti bahwa mereka tidak akan melupakan orang yang telah ada di hatinya; dan lambang dari hubungan yang langgeng dan abadi. Secara makna, bunga forget-me-not mungkin jauh melampaui buket bunga till-death-do-us-part.

Kehadiran rumpun bunga mungil ini yang tersebar di sekitar taman dan kolam milik Elias Ainsworth, bisa jadi merupakan simbol dan harapan untuk hubungan yang terjalin di antara Chise dengan si Penyihir Berduri. Pun, bunga-bunga ini juga bisa dimaknai sebagai perwujudan dari orang-orang yang telah menjelma abadi dalam kenangan di hati si Sleigh Beggy.

Editor : Candra Mega Sari
#bahasa bunga #anime #hanakotoba #manga #Mahoutsukai no Yome