Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Tiga): Mulai Hienkusa sampai Kurinsō, dari Simbol Kebahagiaan sampai Lambang Penyembuhan

Erie Dewangga • Jumat, 17 Januari 2025 | 15:30 WIB

Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba.
Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba.

JawaPos.com — Serial Mahoutsukai no Yome (The Ancient Magus Bride), adaptasi anime dari manga karangan Kore Yamazaki, selain penuh dengan keajaiban sihir, ternyata juga kaya dengan simbolisme yang hadir melalui bahasa bunga, lho!

Yuk, simak hanakotoba dari bebungaan yang tumbuh subur di sekitar rumah Elias Ainsworth, sang Penyihir Berduri dari serial Mahoutsukai no Yome atau MahoYome.

Hienkusa: Lambang Kehidupan, Kebesaran Hati, serta Kebahagiaan

Dikenal juga sebagai larkspur (Delphinium sp.), bunga ini miliki warna-warni yang beragam, mulai dari putih, biru, indigo, ungu, sampai dengan merah muda.

Secara umum, bunga ini membawa makna cinta, kasih sayang, hati yang murni, serta sifat yang manis. Bunga yang sering pula disebut hiensou (ひえんそう) ini miliki hanakotoba yang bermakna kehidupan; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini menyimbolkan kebesaran hati, keterikatan yang kuat, serta perasaan menyenangkan.

Bunga larkspur yang muncul dalam serial MahoYome berwarna putih, dan memiliki makna kebahagiaan. Tentu, makna ini sejalan dengan perjalanan Hatori Chise, si Sleigh Beggy, yang ‘hidup kembali’ dan bisa saja kelak akan menemukan bahagianya setelah bertemu dan diangkat menjadi murid oleh Elias Ainsworth, sang Penyihir Berduri.

Yagurumagiku: Simbol Kepercayaan, Pendidikan, dan Pernikahan

Bunga yang berkelopak unik dengan warna-warni cerah ini dikenal sebagai cornflower (Centaurea cyanus) dan mendapatkan namanya sebab pada zaman dahulu bunga ini tidak bisa ditemukan selain di ladang jagung; sementara itu, di Jepang, bunga ini disebut dengan yagurumagiku (矢車花) sebab bentuk kelopaknya mirip dengan ruji-ruji roda.

Secara umum, bunga ini menyimbolkan harapan, kesucian, dan kenangan; pada era Victoria, bunga milu biru lekat dengan simbol pernikahan; sementara, dalam floriografi Barat, cornflower melambangkan kehalusan budi, sikap, dan perasaan; sedangkan, dalam seni bahasa bunga Jepang, yagurumagiku dimaknai sebagai ungkapan kepercayaan, rahmat, dan juga pendidikan.

Dengan mengaitkan hanakotoba dari bunga ini dengan plot MahoYome, maka dapat dipahami bahwa kehadiran yagurumagiku menjadi simbol dari kepercayaan di antara Chise dengan Elias, baik itu sebagai murid dan guru atau sebagai bakal sepasang mempelai.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Dua): Makna Bunga Poppy, Simbol Kehidupan dan Kematian sampai Lambang Harapan serta Penghiburan

Keshi: Ungkapan Selamat, Rasa Syukur, Penghiburan, dan Kenangan

Bunga berikutnya bisa jadi poppy atau anemone, sebab keduanya secara sekilas cukup mirip. Namun, perbedaan yang paling jelas ialah kelopak bunga anemon biasanya sedikit lebih panjang dan berbentuk oval, sedangkan kelopak bunga poppy tampak lebih lebar.

Bila bunga dalam sekuen ini adalah poppy, maka maknanya adalah sebagai berikut:

Bunga poppy merah, atau hinageshi (雛芥子) ini memiliki hanakotoba yang berkaitan dengan perasaan syukur dan kenyamanan; sementara, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan penghiburan, kenangan, serta kematian; secara umum, selain melambangkan tidur abadi, bunga poppy merah juga melambangkan kenangan, harapan, pengorbanan, serta pesan perdamaian.

Sementara itu, bunga poppy ungu, atau murasaki no keshi (紫のケシの花), baik dalam hanakotoba maupun floriografi Barat, membawa ungkapan agar tak melupakan mereka yang telah berpulang.

Sedangkan, bunga poppy merah jambu atau pinku no keshi (ピンクのケシ) melambangkan pertumbuhan, awal yang baru, harapan, ketahanan dalam menghadapi kesulitan; selain itu, dalam floriografi era Victoria, bunga ini ideal untuk menunjukkan ungkapan kepedulian terhadap seseorang selama masa-masa sulit atau memberi selamat atas dimulainya babak baru dalam hidup.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Satu): Mulai dari Poinsettia hingga Lavender, Simbol Kemurnian Hati sampai Harapan Dapat Jawaban

Ketiganya sejalan dengan harapan perkembangan karakter Chise setelah bertemu dengan Elias. Bunga-bunga tersebut seolah menyiratkan bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap Si Sleigh Beggy, seperti memberi selamat atas babak baru dalam hidupnya, sekaligus menjadi ungkapan harapan agar ia dapat menemu perdamaian dengan diri dan masa lalunya yang suram supaya bisa melangkah menuju masa depan.

Anemone: Kematian, Cinta yang Tertinggal, dan Antisipasi

Sedangkan, jika bunga tersebut adalah anemon, maka ia juga memiliki beragam makna. Dalam banyak budaya Timur, bunga anemon berarti kabar, nasib, atau pertanda buruk. Sedangkan, dalam hanakotoba, bunga ini bermakna cinta sesaat, dan rasa sakit karena cinta atau ditinggalkan. Namun, pada era Victoria, membawa bunga ini dianggap dapat mencegah penyakit. Selain itu, ada yang percaya bahwa anemon juga dapat berarti cinta atau hubungan yang ditinggalkan. Tak hanya itu, bunga ini juga bisa dimaknai sebagai pengingat agar tidak meninggalkan orang yang disayangi sekaligus membawa pesan antisipasi untuk masa depan.

Makna anemon memang bisa berubah, tergantung warnanya, dan bunga anemon yang hadir adalah yang berwarna merah muda, ungu, dan magenta (hampir merah).

Anemon ungu, dalam hanakotoba, membawa ungkapan bahwa seseorang percaya terhadap orang lain dan bersedia menunggunya; sedangkan dalam floriografi Barat, warna ini melambangkan perlindungan dari malapetaka; bahkan, pada era Victoria, anemon ungu berhubungan lekat dengan peri serta alam magis.

Anemon merah muda, dalam floriografi Barat, terkenal sebagai simbol dari perasaan cinta yang platonis dan persahabatan.

Sedangkan, anemon merah terkenal sebagai bentuk ungkapan cinta dalam hanakotoba; sedangkan dalam floriografi Barat, bunga ini dimaknai sebagai perasaan cinta yang ditinggalkan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Houseki no Kuni (Bagian Dua): Hasu sampai Suzuhime, Lambang Buddha sampai Simbol Cinta Abadi

Pun, makna-makna di atas juga masih sejalan dengan ciptabuana serial MahoYome yang kaya dengan makhluk-makhluk mitologi, perkembangan plot, serta karakter Hatori Chise dan Elias Ainsworth; dengan mana kedua tokoh utama ini saling percaya dan bersedia untuk menunggu satu sama lain sampai siap seraya membangun jalinan hubungan mereka dimulai dari sebuah persahabatan yang platonis menuju sebuah ikatan suci nan romantis.

Kurinsō: Lambang Masa Muda, Penyembuhan, dan Petualangan

Lebih dikenal sebagai cowslip (Primula veris), bunga ini adalah tanaman herba dari famili primrose (Primulaceae). Spesies ini berasal dari sebagian besar wilayah Eropa, Skandinavia, dan juga ditemukan di Asia Barat.

Tanaman yang berbunga sepanjang tahun ini miliki banyak makna simbolis; dalam floriografi era Victoria, cowslip melambangkan masa muda, kesederhanaan, ketenangan, dan penyembuhan; sementara, secara umum, kurinsō (九輪草) dianggap melambangkan kematian, kelahiran, serta malapetaka.

Salah satu kepercayaan yang paling populer adalah referensi cowslip dengan legenda Santo Peter, Penjaga Pintu Surga, dengan mana bunga ini dipercaya sebagai kunci surga yang jatuh ke Bumi.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Houseki no Kuni (Bagian Satu): dari Tanpopo sebagai Simbol Harapan sampai Fuurosou yang Miliki Beragam Makna Ungkapan

Selain itu, ada juga legenda lain yang sama menariknya, yaitu hubungan cowslip dengan para peri; bunga ini dikatakan sangat berharga bagi peri, disebut sebagai “Fairy Cups” dan digunakan untuk menemukan harta karun dan hadiah tersembunyi mereka. Selain membawa makna kematian, kelahiran, dan malapetaka, bunga cowslip juga berarti petualangan dan kenakalan yang berasal dari dongeng ini.

Makna simbolis yang hadir melalui dongeng folklor di atas sangat berasosiasi dengan ciptabuana serial MahoYome, yang lekat dengan petualangan, sihir, kejadian supranatural, dan makhluk-makhluk mitologis. Pun, maknanya secara umum juga sejalan dengan perkembangan karakter Chise sebagai Sleigh Beggy yang mampu menarik segala sesuatu untuk menghampirinya, tak peduli keberuntungan atau malapetaka. Selain itu, arti bunga ini dalam floriografi era Victoria juga cocok dengan karakter si Gadis Berambut Merah ini, yang bersemi karena terlahir kembali dan sedang mencari ketenangan serta penyembuhan dari luka batin di masa lalu.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#bahasa bunga #anime #hanakotoba #manga #The Ancient Magus Bride #Mahoutsukai no Yome