Artikel kali ini akan membahas hanakotoba dari bebungaan yang hadir dalam serial anime Yagate Kimi ni Naru.
Sea Holly: Kekaguman, Kemandirian, dan Kegigihan
Bunga pertama yang muncul dalam rangkaian lagu tema pembuka serial anime Yagate Kimi ni Naru adalah bunga Eryngium sp. atau sea holly, yang menutupi bagian atas naskah yang sedang ditulis oleh teman Yuu, Koyomi. Bunga yang menyerupai thistle ini, dikatakan, membawa hanakotoba yang melambangkan kekaguman, kemandirian, kesederhanaan, serta ketahanan atau kegigihan.
Gerbera: Keceriaan dan Biarkan Kebahagian Menuntun Jalanmu
Bunga kedua dari Koyomi tampaknya adalah gerbera atau gaabera(ガーベラ), yang masih satu keluarga dengan daisy dan aster. Bunga ini memiliki hanakotoba yang melambangkan keceriaan atau kebahagiaan. Memberi hadiah bunga gerbera daisy kepada orang lain sering kali berarti bahwa penerimanya harus membiarkan kebahagiaan menuntun jalan mereka.
Selain kecintaannya pada membaca dan menulis, tak banyak yang penonton ketahui tentang sosok Koyomi. Bunga gerbera daisy dan bunga sea holly yang berasosiasi dengan karakternya, memperluas pemahaman penonton terhadap kediriannya dalam serial shoujo-ai ini. Koyomi adalah orang yang mandiri (yang diwakili oleh bunga sea holly); tidak seperti teman-teman dekatnya, seperti Akari, yang berada di tim basket, dan Yuu, yang terseret ke dalam kegiatan dewan siswa berkat ketidakmampuan gadis itu untuk mengatakan "tidak." Koyomi merupakan gadis yang lebih banyak menyendiri dan melakukan kegiatan sendiri.
Penonton dapat melihat betapa seriusnya dedikasi Koyomi ketika dia memberikan Yuu naskahnya yang sudah selesai. Bunga seperti gerbera daisy, yang juga membawa ungkapan untuk terus melangkah di jalan yang membuatnya bahagia, cocok untuk Koyomi karena gadis mandiri ini sudah memiliki kecintaan terhadap menulis, dan sedang dalam proses melihat apakah ia dapat mengubahnya menjadi karier yang potensial.
Anemone: Antisipasi Masa Depan dan Cinta yang Ditinggalkan
Karena banyaknya kombinasi warna yang tersedia, bunga anemone (アネモネ) memiliki beragam makna yang mencakup segala hal, mulai dari ketulusan hingga pertanda kematian. Dalam banyak budaya Timur, bahkan dalam hanakotoba, bunga anemon berarti kabar, nasib, atau pertanda buruk. Namun, pada era Victoria, membawa bunga ini dianggap dapat mencegah penyakit. Selain itu, ada yang percaya bahwa anemon juga dapat berarti cinta atau hubungan yang ditinggalkan. Tak hanya itu, bunga anemone juga bisa dimaknai sebagai pengingat untuk tidak meninggalkan orang yang anda sayangi sekaligus membawa pesan antisipasi untuk masa depan.
Anemon merah, khususnya, dikaitkan dengan kisah Adonis dan Aphrodite; warna merah pada bunga tersebut melambangkan darah Adonis saat ia meninggal di pelukan Aphrodite, sehingga anemone merah membawa makna cinta yang terabaikan atau cinta yang dipisahkan oleh kematian.
Meskipun unsur kematian tidak termasuk dalam cerita serial ini, mengaitkan sahabat karib Yuu, Akari Hyuuga, dengan anemone merah pada lagu tema pembuka seri menunjukkan banyak hal tentang dirinya, salah satunya adalah tentang pengakuan cinta Akari yang ditolak.
Akari mengakui, dalam episode ketiga, bahwa ia telah menyatakan cintanya dan ditolak oleh anggota basket senior yang telah lama ia sukai. Sementara Akari menepisnya, dengan mengatakan bahwa sang senior ingin fokus pada basket daripada menolak perasaannya secara langsung, Yuu berpikir tentang bagaimana kata-kata Akari terdengar seperti kata-kata yang sudah dilatihkan, seolah-olah ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa masih ada kesempatan.
Selain menjadi bunga yang merepresentasikan Akari, bunga anemone (ungu) juga mewakili tokoh Sayaka, dengan mana bunga ini membawa makna antisipasi dan perlindungan.
Sakurasō: Keputus-asaan dan Ketidakmampuan untuk Hidup Tanpamu
Bunga kedua Akari, yang juga sama tidak menguntungkan-nya bagi niat romantis si gadis, adalah bunga primrose (Primula vulgaris) atau Sakurasō (サクラソウ). Bunga primrose memiliki hanakotoba yang bermakna cinta (yang masih) muda, dan juga membawa sentimen perihal keputusasaan atau ketidakmampuan untuk hidup tanpa seseorang. Tidak seperti bunga Koyomi, yang menandakan kebahagiaan, bunga Akari tampaknya membawa malapetaka bagi hubungan dengan orang yang disukainya, dengan mana bunga anemone dan primrose sama-sama membawa makna yang cukup menyayat hati.
Himawari: Perasaan Hormat dan Cinta yang Penuh Gairah
Ada banyak bunga yang ditampilkan terkait Sayaka, dimulai dengan bunga matahari yang ceria di sudut kiri bawah bunga-bunga yang telah layu. Bunga matahari memiliki banyak makna yang berbeda, yang paling umum adalah positif, bahagia, dan panjang umur; dan, khususnya, dalam hanakotoba, bunga matahari berarti cinta yang penuh gairah, cahaya, serta rasa hormat.
Perasaan Sayaka terhadap Touko jelas kuat dan telah terbentuk selama persahabatan mereka yang telah berlangsung bertahun-tahun. Seperti yang Sayaka katakan kepada Yuu dengan nada agak merendahkan, kalau Yuu tidak perlu khawatir tentang Touko karena Sayaka akan selalu ada untuk Touko.
Hanamizuki: Simbol Cinta dan Afeksi yang Kuat
Di dekatnya terdapat bunga berkelopak empat yang tampak seperti bunga dogwood (Cornus florida) atau hanamizuki (ハナミズキ). Bunga dogwood membawa simbolisme keagamaan yang kuat dan terkait dengan kelahiran serta kebangkitan kembali. Dalam floriografi era Victoria, bunga dogwood diberikan sebagai tanda kasih sayang. Jika bunga itu dikembalikan, maka perasaan si pemberi tidak terbalas; tetapi jika bunga itu disimpan, maka ada ketertarikan timbal balik.
Melalui serial Yagate Kimi ni Naru, yang sepertinya belum mengadaptasi keseluruhan sumber aslinya, masih belum jelas perasaan Sayaka kepada Touko adalah romantis ataukah platonis berdasarkan apa yang telah ditunjukkan dalam anime. Namun, berdasarkan bunga-bunga yang berasosiasi dengan karakter Sayaka, termasuk hanamizuki, perasaan si gadis jelas menunjukkan niat romantis, meskipun ia tidak mengungkapkannya secara langsung.
Botan: Kecantikan, Romansa, dan Kehormatan
Peony (Paeonia suffructicosa) atau botan (牡丹) dikenal sebagai "Raja Bunga." Ada banyak variasi dalam warna dan bentuk bunga; mulai dari putih, merah, frambose, magenta, dan bahkan kuning, semua eksis; mulai dari yang memiliki kelopak tunggal atau ganda, pun ada.
Botan adalah pusat perhatian, dan sering digambarkan dalam lukisan, kimono, serta gulungan gantung. Namun, lebih dari sekadar terlihat luar biasa dan tahan lama, botan juga kaya makna. Dahulu, di Jepang, peony merupakan simbol kaum bangsawan dan kelas atas. Walaupun makna tersebut tidak luntur hingga kini, tapi sekarang bunga botan miliki hanakotoba yang melambangkan cinta, kehormatan, kebahagiaan, kekayaan, romansa, dan keindahan; maknanya berubah tergantung warnanya.
Bunga peony merah muda miliki hanakotoba yang berarti kecantikan, romansa, kehormatan, dan keberanian.
Bara: Kekaguman, Misteri, dan Pengabdian
Terdapat pula bunga mawar atau bara (薔薇) dengan berbagai warna, mulai dari merah muda, ungu, dan putih. Mawar miliki hanakotoba yang beragam, tergantung warnanya: merah muda, dapat berarti kekaguman, rasa terima kasih, romansa; ungu, bermakna kebangsawanan, misteri, dan mencapai apa yang dianggap mustahil; dan, putih melambangkan kepolosan, keheningan, pengabdian.
Ajisai: Penyesalan, Rasa Syukur, Harga Diri, dan Perhatian
Hydrangea atau ajisai (紫陽花) atau kembang bokor merupakan kumpulan bunga yang mekar dalam berbagai warna, mulai dari biru, merah muda, ungu, sampai putih, yang mana warnanya bergantung pada pH tanahnya.
Hydrangea mencakup spektrum makna yang luas, mulai dari kelimpahan, emosi yang tulus, rasa syukur, sampai kesombongan; tergantung warna bunganya. Dalam serial Heike Monogatari, terdapat tiga warna ajisai, yaitu biru, ungu, dan merah muda.
Ajisai biru membawa hanakotoba sebagai permintaan maaf dan penyesalan; saat ini, kehadiran warna biru yang elegan dengan anggun menandakan ketenangan dan rasa syukur. Hortensia ungu melambangkan harga diri, keningratan, rasa syukur, dan tenggang rasa; warnanya yang mewah membawa kesan kedudukan yang tinggi. Sedangkan kembang bokor merah muda melambangkan perhatian, keanggunan, dan cinta; warnanya yang anggun sangat ideal untuk mengungkapkan kasih sayang dan kekaguman kepada seseorang.
Pansy: Pengabdian Romantis dan Perasaan yang Tak Terungkapkan Kata
Bunga pansy ungu melambangkan pengabdian romantis, bahwa seseorang senantiasa memikirkan orang lain, penuh perhatian, dan kepedulian, terutama saat hal tersebut tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bunga ini sangat menggambarkan kuatnya perasaan Sayaka terhadap Touko yang memang tidak dapat ia ungkapkan menggunakan bahasa verbal.
Petunia: Pesona, Fantasi, dan Kebencian
Bunga terakhir yang menjadi representasi Sayaka adalah petunia bergaris putih dan ungu, yang melambangkan fantasi dan pesona. Namun, bunga petunia, secara khusus (tergantung pada situasi saat ia diberikan kepada orang lain), dapat berarti kemarahan atau kebencian terhadap orang tersebut.
Konteks terpenting untuk banyaknya bunga yang merepresentasikan Sayaka adalah tindakannya mengulurkan tangan ke arah Touko, tetapi si gadis malah menjauh sampai-sampai tidak dapat dijangkau. Bunga-bunga ini kemudian muncul dengan sendirinya, dan di frame berikutnya layu sepenuhnya. Hal ini bukanlah pertanda baik bagi perasaan Sayaka, dan juga dapat menandakan niat buruknya terhadap hubungan Yuu dan Touko yang sedang berkembang, meskipun ini mungkin agak keterlaluan. Sayaka jelas tidak tampak mendukung, dan jelas merasa ditinggalkan atau disingkirkan, tetapi dia juga tidak tampak menyimpan banyak dendam terhadap Yuu.
Bunga-bunga Sayaka menceritakan kepada penonton tentang cintanya kepada Touko serta kebisuan dan ketidakmampuannya untuk mengungkapkan perasaan tersebut meskipun telah mengawasinya selama bertahun-tahun. Melalui percakapan dengan Touko dan Yuu, pandangan sekilas pada keduanya saat mereka bersama, dan persahabatan masa kecilnya dengan Touko, penonton dapat menebak emosi dan niat Sayaka.
Editor : Candra Mega Sari