Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tujuh Tren Kuliner Terpopuler di Tahun 2025 Berdasarkan Data Instacart yang Menarik untuk Dicoba! Ada Mocktail, Keju Cottage, sampai Yogurt Yunani

Nurul Fitriyah • Selasa, 10 Desember 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi ikan kaleng lebih variatif menjadi salah satu tren kuliner terpopuler di tahun 2025 (Dok. Freepik)
Ilustrasi ikan kaleng lebih variatif menjadi salah satu tren kuliner terpopuler di tahun 2025 (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Tren kuliner terus berubah seiring waktu, beberapa di antaranya bahkan menjadi bagian penting dari gaya hidup. Data terbaru menunjukkan kebiasaan makan yang tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung kesehatan di masa depan.

Tren makanan mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap jenis makanan dan minuman tertentu. Hal ini sering dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, inovasi kuliner, dan kesadaran terhadap kesehatan.

Baca Juga: Sensasi New York di Tangsel, Nikmati Akhir Pekan Estetik di Broadway Alam Sutera: Banyak Kuliner dan Spot Instagramable

Berikut tujuh tren kuliner terpopuler di tahun 2025 berdasarkan data instacart, platform belanja daring yang beroperasi di Amerika Serikat dan Kanada, yang dilansir dari laman Realsimple oleh JawaPos.com, Senin (9/12):

1. Popularitas Mocktail Non-Alkohol

Minuman tanpa alkohol semakin diminati karena menawarkan alternatif sehat bagi berbagai kalangan. Penjualan koktail non-alkohol meningkat hingga 400%, menunjukkan perubahan besar dalam kebiasaan konsumsi.

Produk seperti bir dan anggur non-alkohol juga mencatat pertumbuhan pesat, menunjukkan bahwa konsumen mencari minuman yang lebih ramah kesehatan tanpa kehilangan pengalaman sosial. Gen Z dan Milenial menjadi kelompok yang mendorong tren ini, menunjukkan preferensi mereka terhadap gaya hidup bebas alkohol.

Pilihan ini memberikan fleksibilitas untuk menikmati minuman lezat tanpa dampak negatif alkohol. Data dari Instacart mengungkapkan lonjakan signifikan dalam pembelian produk ini selama beberapa tahun terakhir.

2. Memasak Roti dan Pizza Sendiri

Memanggang di rumah semakin digemari, mencerminkan tren kembali ke dapur. Penjualan tepung khusus seperti tepung roti dan tepung 00 meningkat hingga 50%, menunjukkan antusiasme untuk menciptakan makanan sendiri.

Jenis tepung yang lebih sehat seperti gandum utuh juga menjadi pilihan utama, menawarkan manfaat gizi tambahan. Aktivitas memanggang memberikan kendali atas bahan yang digunakan, mengurangi konsumsi bahan pengawet.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk terapi sekaligus hiburan, terutama selama masa-masa sibuk. Tren ini menunjukkan bahwa konsumen semakin mengutamakan kualitas dan nutrisi dalam makanan sehari-hari.

3. Kesehatan Usus Jadi Prioritas

Makanan prebiotik dan probiotik mendapat perhatian lebih karena manfaatnya bagi pencernaan. Penjualan produk seperti kimchi, miso, dan soda probiotik meningkat hingga 58%, mencerminkan kesadaran baru akan pentingnya kesehatan usus.

Produk ini menawarkan cara praktis untuk memperbaiki keseimbangan mikrobiota tubuh. Dengan semakin cepatnya ritme kehidupan, konsumen mencari solusi sederhana untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Mengganti soda tradisional dengan soda probiotik menjadi salah satu langkah kecil yang berdampak besar. Tren ini mencerminkan pergeseran ke arah gaya hidup yang lebih sehat dan fungsional.

4. Keju Cottage dan Yogurt Yunani

Produk susu berprotein tinggi menjadi pilihan utama untuk mendukung pola makan sehat. Penjualan keju cottage meningkat 17%, sementara yogurt Yunani dan Islandia mencatat pertumbuhan 6%.

Konsumsi produk ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung kebutuhan protein harian. Keju cottage bahkan dijadikan bahan dasar inovatif untuk berbagai resep modern seperti es krim dan roti pipih.

Selain memberikan manfaat gizi, produk ini fleksibel digunakan dalam berbagai kreasi kuliner. Peningkatan minat pada makanan ini mencerminkan tren konsumsi yang lebih sadar nutrisi.

5. Makanan dan Minuman Asia Populer

Kuliner Asia semakin populer dengan cita rasa uniknya. Produk seperti teh susu, roti beku, miso, dan kimchi mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan.

Kombinasi rasa otentik dan inovasi modern membuat makanan ini diminati oleh berbagai kalangan. Penjualan roti beku khas Asia hampir dua kali lipat, menunjukkan bahwa makanan praktis juga bisa berkualitas tinggi.

Minuman seperti teh susu tidak hanya menawarkan rasa manis, tetapi juga kaya rasa rempah. Tren ini mencerminkan keinginan konsumen untuk mengeksplorasi pengalaman rasa baru yang menarik.

6. Ikan Kaleng yang Lebih Variatif

Ikan kaleng menjadi sorotan dengan jenis-jenis yang lebih beragam. Penjualan mackerel kalengan meningkat hingga 74%, sementara sarden naik 13%, menunjukkan popularitas produk ini di kalangan konsumen.

Makanan ini tidak hanya praktis, tetapi juga menawarkan sumber protein berkualitas tinggi. Penggunaan ikan kaleng meluas hingga kreasi kuliner seperti papan seacuterie, perpaduan kreatif antara makanan laut dan charcuterie.

Pilihan ini cocok untuk mereka yang ingin menjaga pola makan sehat tanpa kesulitan mempersiapkan bahan segar. Lonjakan penjualan produk ini mencerminkan kebutuhan akan solusi makanan yang praktis dan bernutrisi.

7. Hidrasi dengan Sentuhan Baru

Hidrasi menjadi fokus utama dengan inovasi produk minuman. Penjualan bubuk elektrolit meningkat, sementara air kelapa juga mencatat pertumbuhan.

Produk-produk ini menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang ingin meningkatkan pengalaman minum mereka. Minuman elektrolit membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama di tengah aktivitas padat.

Air kelapa juga populer karena kaya elektrolit alami yang mendukung fungsi tubuh. Tren ini menunjukkan perhatian konsumen pada hidrasi yang lebih baik dan bermanfaat.

Tren makanan di tahun 2025 menekankan pada keseimbangan antara kenikmatan dan kesehatan. Berbagai pilihan yang tersedia memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi makanan baru yang bermanfaat bagi tubuh dan pikiran.

Editor : Hendra
#tren kuliner #Prebiotik #keju cottage #probiotik #mocktail