JawaPos.com – Sebagai produk yang penggunaannya diaplikasikan langsung pada tubuh, kosmetik dan skincare memiliki masa pakai atau daya tahan tertentu. Informasi mengenai waktu ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk selama penggunaan.
Mungkin banyak orang sudah familier dengan tanggal kedaluwarsa, namun tak banyak yang mengetahui tentang istilah Period After Opening (PAO). Sama seperti tanggal kedaluwarsa, PAO juga tertera pada label produk.
Untuk memahami mengenai PAO dan perbedaannya dengan tanggal kedaluwarsa, simak penjelasan berikut!
Apa Itu PAO?
Period After Opening (PAO) merupakan simbol yang memberikan informasi tentang berapa lama produk dapat digunakan setelah segelnya dibuka. PAO biasanya ditandai dengan simbol toples terbuka.
Pada simbol PAO, terdapat angka yang menunjukkan jangka waktu penggunaan produk setelah dibuka, diikuti dengan huruf “M” yang berarti month atau bulan. PAO dapat bervariasi, seperti 3M, 6M, 12M, 18M, 24M, dan sebagainya.
Perbedaan PAO dengan Tanggal Kedaluwarsa
Berbeda dengan tanggal kedaluwarsa atau expired date, PAO ditandai dengan terlepasnya segel dari produk. Sementara itu, tanggal kedaluwarsa tercetak sebagai “Exp. Month/Year” pada kemasan.
Tanggal kedaluwarsa menunjukkan lamanya waktu suatu produk akan tetap stabil bila disimpan pada suhu ruangan, selama tidak ada keanehan dan kecacatan. Di sisi lain, PAO melibatkan faktor eksternal seperti udara dan cahaya dapat memengaruhi kualitas dan keamanan produk. Oleh karena itu, meskipun produk belum melewati tanggal kedaluwarsa, PAO tetap perlu diperhatikan agar produk tetap efektif dan aman digunakan.
Editor : Hendra