Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengetahui Cara Kerja Electronic Parking Brake: Punya Fungsi Pengereman Darurat, Kombinasikan ABS dan ESP

Dony Lesmana Eko Putra • Sabtu, 23 November 2024 | 18:00 WIB

 

Ilustrasi seorang perempuan mengendarai mobil. (Dok. Freepik)
Ilustrasi seorang perempuan mengendarai mobil. (Dok. Freepik)

 

JawaPos.com - Di dunia otomotif, adaptasi atas perkembangan teknologi diwujudkan dalam kehadiran berbagai fitur baru. Mulai yang memudahkan hingga mendukung keselamatan pengendara.

Sejumlah fitur dan teknologi canggih terdapat pada mobil keluaran baru. Salah satunya, rem tangan elektronik atau biasa disebut electronic parking brake (EPB). Sebagian pengguna mobil bisa jadi belum familier dengan fitur tersebut. Sebab, pemakaian EPB biasanya ada pada mobil keluaran baru dan versi paling atas.

Tampilan EPB memiliki desain lebih modern dan simpel, tanpa ada lagi tuas yang harus ditarik saat mengaktifkan rem tangan. Pengemudi tinggal menekan tombol untuk menggunakan rem tangan elektronik tersebut.

Ketika tombol EPB sudah ditekan atau ada juga yang diungkit dengan telunjuk, motor listrik pada setiap kaliper rem akan menekan bantalan ke dalam cakram. Aktifnya fitur ini ditandai dengan nyalanya lampu pada tombol. Sedangkan untuk menonaktifkan fitur tersebut hanya dengan menekan tombol kembali dan lampu indikator akan mati.

Biasanya, selain EPB, ada beberapa kendaraan yang dilengkapi dengan fitur auto hold parking brake. Teknologi itu merupakan sensor untuk menangkap ketika mobil berhenti dan pengendara menginjak rem, ban akan terkunci dibarengi mesin mobil mati.

Pada fitur auto hold, ketika pengemudi menginjak gas, mesin akan kembali beroperasi dan rem akan terlepas secara otomatis. Fitur ini terbilang sangat berguna ketika melewati jalanan menanjak atau kondisi macet dan bisa efisien dalam penggunaan BBM.

Lantas, apakah kemampuan rem tangan elektronik lebih baik dibandingkan model konvensional yang harus menarik tuas rem tangan?

Keunggulan

Cara kerja EPB mewujudkan rem parkir melalui kontrol sinyal listrik. Itu bisa dijumpai pada konsol tengah baris pertama dan terdapat logo pada mobil terbaru dengan huruf ”P” yang biasanya berada di samping tuas transmisi atau persneling.

Ketika mobil berhenti atau parkir, tombol EPB harus diaktifkan dan jika mobil akan mulai bergerak maka dinonaktifkan. Cara kerjanya sebenarnya sama dengan model konvesional, yakni menghentikan pergerakan roda melalui rem cakram. Yang membedakan, rem tangan elektronik mengirimkan sinyal secara kelistrikan pada peranti rem agar terkunci.

Salah satu keunggulan penting rem tangan elektronik adalah memiliki fungsi pengereman darurat. Dalam proses berkendara, jika rem gagal atau pengemudi tertidur, rem tangan elektronik memiliki fungsi pengereman darurat. Tombol rem tangan dapat diaktifkan atau tidak seketika saat dibutuhkan.

Dalam keadaan darurat, rem tangan elektronik lebih prioritas dibandingkan rem konvensional yang harus menekan atau menginjak pedal. Bahkan, saat pedal gas masih ditekan, sistem rem tangan elektronik memiliki prioritas untuk mengontrol tenaga mesin dan mengutamakan dalam membuat mobil dapat berhenti.

Rem tangan elektronik tidak membutuhkan banyak tenaga. Cukup menggunakan jari tangan. Sedangkan rem konvensional harus mengeluarkan tenaga dan terkadang harus sampai posisi tuas paling maksimal ditarik ke atas.

Dengan kemampuan dapat menghentikan mobil dalam keadaan darurat, tentu membuat mobil terhenti dengan aman yang dibarengi berkurangnya tenaga mesin.

Tetapi, rem tangan elektronik tidak seperti yang digunakan pada mobil drifting atau slalom. Kemampuannya bukan mengunci roda belakang mobil sekaligus sehingga kehilangan kendali.

Dengan kombinasi antara sistem kerja rem ABS dan ESP, roda mobil dapat terhenti secara perlahan atau tidak mendadak. Sehingga dapat dikatakan rem tangan elektronik seperti rem cadangan pada mobil.

Baca Juga: Rekomendasi Toko Ban Mobil di Tangerang Selatan, Simak Detail Kualitas Terbaik hingga Standar Ban di Tiga Bengkel Ini

Aktif saat Ada Suplai Listrik

Rem tangan elektronik hanya dapat diaktifkan atau dinonaktifkan ketika kontak dalam kondisi on atau mesin telah menyala. Jadi, perangkat rem baru dapat digunakan ketika mendapatkan suplai tenaga listrik dari aki atau baterai mobil.

Hal itu membuat rem tangan elektronik tidak akan berfungsi ketika aki mobil habis dan pastinya mobil akan tetap terkunci karena biasanya diaktifkan dalam keadaan terparkir. Berbeda dengan rem tangan konvensional yang tidak membutuhkan bantuan tenaga listrik.

Sistem kerja rem tangan elektronik tidak terpengaruh oleh kualitas sistem rem hidrolik tradisional. Rem dapat langsung mengerem mobil dengan aman berkat kerja sama sistem ABS. Ketika pengemudi tidak dapat mengaktifkan rem tangan elektronik untuk menghindari kecelakaan, penumpang di dalam mobil juga dapat menghentikan mobil dengan aman.

Baca Juga: Mengenali Ciri-Ciri Radiator Mobil Bermasalah, Jangan Paksa Mobil jika Ada Gejala Overheat dan Perhatikan Juga Cara Perawatannya

Cara Pakai EPB ketika Darurat

Bonar Pakpahan, product expert Hyundai Motors Indonesia, menjelaskan, pada Hyundai Stargazer X misalnya, ketika mobil sedang melaju dalam kecepatan tertentu dan ada yang menekan atau menukil EPB, belum tentu fitur itu akan langsung bekerja. ”Bila saklar ditarik atau dicolek tidak sengaja, rem parkirnya tidak akan aktif, ban mobil tidak akan terkunci dan membahayakan. Ada komputer yang membaca kondisi, apakah mobil sedang melaju atau berhenti,” kata Bonar.

Namun, bila menginginkan pengereman menggunakan rem parkir terjadi pada kecepatan tinggi (kondisi darurat), bisa mengikuti prosedur yang ada. Yakni, dengan menahan atau menarik tombol parkir elektrik beberapa detik sampai berbunyi. ”Jika kondisi tersebut terpenuhi, rem belakang akan aktif secara gradual sehingga mobil bisa melambat dan berhenti,” kata Bonar.

Menurut dia, prinsip kerja remnya sama dengan rem tangan mekanikal. Ia akan berhenti secara perlahan. Konsekuensi memakai teknik ini adalah jarak pengeremannya lebih jauh, apalagi tanpa bantuan rem depan.

Sekali lagi perlu dipahami bahwa rem jenis ini tidak bisa menggantikan tuas rem tangan layaknya pada mobil balap untuk drifting

 
Editor : Hendra
#mobil #Electronic Parking Brake #ESP #abs #otomotif #rem