Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kimi no Iro: Sarana Naoko Yamada Mengungkap Keindahan Pesona Masa Muda dalam Warna-warni Pencarian dan Penerimaan Jati Diri Kita

Erie Dewangga • Kamis, 24 Oktober 2024 | 20:30 WIB

Kimi no Iro, film terbaru Naoko Yamada yang mengajak penonton untuk mencintai dan menerima orang lain sebagai sesama manusia (Dok. YouTube/Official Toho Movie).
Kimi no Iro, film terbaru Naoko Yamada yang mengajak penonton untuk mencintai dan menerima orang lain sebagai sesama manusia (Dok. YouTube/Official Toho Movie).

JawaPos.com — Naoko Yamada (K-On!, Tamako MarketA Silent VoiceLiz and the Blue Bird, dan The Heike Story) kembali mempersembahkan film animasi barunya yang berjudul Kimi no Iro atau The Colors Within yang berhasil memenangkan kategori penghargaan sebagai Film Animasi Terbaik dalam pagelaran Shanghai International Film Festival pada Juni tahun ini.

Film animasi bergenre coming-of-age dengan tambahan bumbu musik dan drama yang diproduksi oleh Studio Science Saru (The Heike Story) di bawah arahan Naoko Yamada ini berangkat dari naskah orisinal karangan Reiko Yoshida (A Silent VoiceThe Heike StoryTamako Market) yang menawarkan sebuah kisah pendewasaan yang menghangatkan hati penonton, yang mana keindahan nuansa tersebut didukung oleh komposisi gubahan Kensuke Ushio (A Silent VoiceThe Heike StoryLiz and the Blue Bird) yang mana sangat memperhatikan musik dan bagaimana setiap ketukannya mengikuti langkah para tokohnya.

Baca Juga: Mechanical Arms: Berawal dari Proyek Anime Indie, Menjadi Serial Animasi Mecha yang Patut Dinanti

Penasaran sebagus apa, sih, anime-movie yang sukses menyabet penghargaan sebagai film animasi original terbaik dalam Shanghai International Film Festival dan sangat diantisipasi penayangan-nya oleh para penggemar karya-karya Naoko Yamada ini? Yuk, simak ulasan berikut!

Warna-warni nan Mempesona dalam Proses Pencarian serta Penerimaan Jati Diri

Meskipun tema pendewasaan dan penemuan jati diri telah banyak diadaptasi menjadi berbagai media, dengan mana sebagian besar media dengan tema yang sama menghabiskan waktu untuk ketegangan dan kesedihan untuk diakhiri dengan ledakan kebahagiaan dan resolusi, Kimi no Iro justru melakukan hal yang sebaliknya.

Mengutip situs MyAnimeList, film animasi ini akan mengajak anda untuk mengikuti Totsuko, seorang sinestesia yang selalu ceria yang menganggap orang sebagai warna; Kimi, seorang siswa teladan yang tiba-tiba putus sekolah; dan Rui, seorang penggemar musik yang ditakdirkan untuk menjadi dokter satu-satunya di pulau terdekat.

Seperti kebanyakan remaja, ketiganya berjuang menghadapi cara orang lain memandang mereka dan cara mereka memandang diri mereka sendiri. Totsuko tidak dapat menjelaskan sinestesianya yang unik karena takut ditolak, Kimi tidak dapat menyesuaikan citra sempurna pada dirinya dengan ambisinya yang samar-samar, dan Rui takut mengungkapkan sebagian dirinya kepada sang Ibu yang melihatnya sebagai penyelamat masa depan klinik keluarga mereka.

Ketiga karakter dalam film ini diwakili oleh warna-warna seperti merah (Totsuko), biru (Kimi), dan hijau (Rui) yang mana warna-warni tersebut begitu ditonjolkan di hampir setiap detail yang ada.

Merah dan merah muda yang melambangkan cinta dan hasrat, dilambangkan dengan apel yang dimakan Totsuko setiap hari. Ia tidak tahu warnanya sendiri, meskipun secara terang-terangan menyatakan bahwa ia ingin menjadi merah muda saat masih kecil, tanpa menyadari potensinya. Namun, alih-alih menjadi misteri bagi penonton, ketidakmampuan Totsuko untuk melihat warnanya sendiri ini diajukan sebagai sarana untuk menemukan jati diri dan sekali lagi, penerimaan.

Baca Juga: Empat Rekomendasi Anime Tentang Memancing yang Ajarkan Bahwa Hobi Ini Tak Hanya Soal Menangkap Ikan, Tapi Juga Perihal Menghargai Kehidupan

Biru, selain identik dengan warna kebebasan dan langit musim panas, tetapi ia juga lekat dengan kesedihan dan emosi yang tidak stabil seperti halnya laut. Warna ini sangat cocok untuk Kimi, sebagai ikon yang pernah populer yang memutuskan untuk berjuang di sepanjang jalan demi menemukan jati dirinya sendiri.

Hijau melambangkan pengasuhan, perlindungan, dan penyembuhan; bahkan ketika Rui tidak ada, warnanya ada di seluruh sekolah: pada dindingnya, seragamnya, dan tentu saja pepohonan dan tanaman.

Cantik dengan sendirinya, palet warna-warna ini pun menjadi sama pentingnya dengan alur cerita seperti yang tersirat melalui judulnya: Kimi no Iro atau The Colors Within.

Semua elemen warna di atas dengan anggun mengiringi visi persahabatan, cinta, dan pengampunan, yang berakhir pada jendela kaca patri yang bertuliskan kata "Love Thy Neighbor." Film ini, mengutip pernyataan Naoko Yamada, sang sutradara, adalah bukan tentang Katolik atau bahkan agama, premis penelitian besar yang dilakukan untuk menciptakan dunia ini hanya berfungsi sebagai penguatan untuk ide filmnya dengan cara sebaik mungkin.

Inti dari film ini sederhana, yaitu tentang penerimaan dan mencintai diri. Meskipun tema-tema seperti itu telah dibahas berkali-kali sebelumnya, eksekusinyalah yang membuat The Colors Within menjadi unik. Lalu, bagaimana cara seseorang menerima dirinya sendiri? Jawaban Naoko Yamada adalah melakukannya melalui seni itu sendiri. Sebab seni, dengan membuat yang tak terlihat menjadi terlihat, memungkinkan orang untuk menemukan cinta dan mencintai diri sendiri melalui proses kreatif penciptaannya.

Film animasi coming-of-age ini memang bukan tentang mengejar masa depan yang benderang, tetapi lebih tentang tiga sahabat yang menikmati masa sekarang sembari terus maju selangkah demi selangkah. Mungkin mereka akan kembali ke masa itu, atau masa itu hanya kenangan yang menyenangkan untuk menutup kehidupan remaja masing-masing.

Menjadi Sarana Naoko Yamada Menyerukan Pesan Kemanusiaan

Film animasi terbaru Naoko Yamada ini terinspirasi dari hubungannya dengan alam, seni dan proses kreatif, gambaran spiritual, dan pilihan instrumen yang sangat spesifik untuk grup remajanya; kesemuanya menjadi sarana sang sutradara untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan warna-warni harapan kepada penggemarnya di luar sana.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Anime Tema Persahabatan Indah Bagai Kepompong yang Cocok Ditonton Saat Kumpul Bareng Teman

Bagi mereka yang menyukai karya-karya Naoko Yamada, Kimi no Iro atau The Colors Within merupakan anime yang sangat ditunggu-tunggu penayangannya. Film ini memiliki nuansa yang mirip dengan Liz and the Blue Bird (2018), tetapi dengan nada serta estetika yang jauh lebih hangat, ditambah struktur yang lebih eksperimental yang mungkin mengejutkan sebagian orang.

Seperti karya-karya Naoko Yamada sebelumnya, Kimi no Iro atau The Colors Within dicirikan dengan perhatian sang sutradara yang besar terhadap pemahaman yang komprehensif tentang gerakan manusia, baik kecil maupun besar, dengan mana setiap tokoh berjalan dan bertindak secara khas. Hal ini dikarenakan kemampuannya mengabstraksikan perasaan ke dalam bahasa audiovisual yang luas, yang kemudian ia kontraskan dengan pendekatannya yang lucu, tetapi naturalistis terhadap gerakan animasi karakter-karakternya.

Meskipun Naoko Yamada selalu berhasil dalam membuat tokoh-tokoh yang personal dan membumi, tetapi ada sisi dramatis dalam cerita seperti A Silent Voice atau Liz and the Blue Bird yang sengaja dihilangkan dalam The Colors Within. Namun, ini bukan karena cerita barunya ini tidak memiliki perasaan atau situasi muram yang dapat mengakibatkan hasil negatif yang berat, melainkan karena komitmen Naoko Yamada yang menyeluruh terhadap pesan-pesan terkait penerimaan dan pengertian, terhadap orang lain dan diri anda sendiri.

Selain karakter, film ini juga dipenuhi dengan kecintaan Naoko Yamada terhadap detail serta simbol yang halus dengan mana musim atau perasaan tertentu ditunjukkan melalui kemunculan singkat tanaman, hewan, atau benda tertentu. Momen-momen ilustratif ini dengan sendirinya hadir untuk menciptakan ruang bernapas dan melambangkan emosi tanpa dialog apapun. Naoko Yamada tidak pernah berlebihan dengan simbol-simbolnya, sang sutradara membuai para penonton melalui sentuhan kisah yang hangat dan musik yang lembut.

Kimi no Iro atau The Colors Within menjadi satu dari sekian proyek animasi Naoko Yamada yang begitu memukau dan sangat menghibur di permukaan, tetapi tetap kaya dengan berbagai muatan seperti karya-karyanya yang lain. Melalui permainan warna, cahaya, keyakinan, putaran, dan gravitasi, film animasi berdurasi 101 menit ini berusaha menyerukan pesan penerimaan terhadap sesama manusia yang paling tulus dari sang sutradara.

Editor : Hendra
#anime #manga