JawaPos.com — Kiamat sudah dekat, dan mimpi-mimpi umat manusia tentang kehidupan utopia pun seketika hancur berkeping-keping tatkala bumi luluh-lantak akibat bencana dahsyat yang melanda, perang yang berkecamuk, serta epidemi yang mewabah. Apakah hanya kehancuran yang menunggu manusia di pengujung usia semesta?
Premis-premis di atas biasa kita temukan pada media-media bergenre sains-fiksi, utamanya yang mengangkat tema dunia pasca-apokaliptik. Sudah sejak lama manusia menyimpan ketertarikan pada yang tidak diketahui di tengah usaha bertahan hidup sebagai umat manusia terakhir di atas puing-puing peradaban yang hilang di antara dunia setelah kiamat terjadi.
Dan beberapa manga berikut ini mencoba untuk memberi anda gambaran terkait dunia yang hampir musnah akibat perang nuklir, invasi alien, bencana alam, atau pandemi. Dari abu dunia lama, manusia yang tersisa berjuang untuk bertahan hidup dan membangun kembali, sementara yang lain menjalani gaya hidup agraris baru dan masa lalu hanyalah legenda.
Penasaran, manga-manga apa saja yang akan membawa anda ke kehidupan di dunia pasca-apokaliptik itu? Yuk, simak ulasan kedua belas judul manga dengan tema dunia setelah kiamat yang dijamin akan membuat kita merenungi lagi hakikat serta tujuan manusia hidup di bumi ini!
- Heavenly Delusion
Mengutip situs MyAnimeList, manga karangan Ishiguro Masakazu ini bercerita tentang anak-anak yang dibesarkan di balik dinding yang aman dengan lingkungan seperti panti asuhan yang dijalankan oleh robot. Meskipun kehidupan di sana mungkin tampak hambar, tetapi anak-anak itu penuh dengan potensi dan rasa ingin tahu. Dalam banyak hal, tempat itu seperti sepotong surga, sementara dunia luar adalah neraka yang hampir sepenuhnya kosong dan sekarang dihuni oleh makhluk-makhluk mutan.
Maru, dengan bantuan Kiruko, berada di luar sana menjelajahi tempat yang dulunya adalah Tokyo untuk mencari letak ‘surga’. Namun, setelah mencari begitu lama, mungkin surga lebih merupakan mimpi yang tidak dapat dipertahankan daripada kenyataan yang potensial.
Serial Heavenly Delusion adalah definisi dari gaya bercerita paralel dengan mana Ishiguro Masakazu memberi dua plot cerita sejak manga ini mengawali debutnya. Ia memberi petunjuk di bab-bab awal yang secara alami akan diabaikan, hanya untuk membuat pembaca kembali ke bab-bab awal ini setelah mereka membaca bab-bab selanjutnya dan menyadari arti tersirat dari petunjuk tersebut. Aspek misteri dan karakterisasinya sangat fantastis. Pun ilustrasi tokoh serta latar belakang dan dunianya digambar dengan sangat baik dan benar-benar mendorong anda ke dalam aspek peradaban "distopia” yang terabaikan.
- The Color of the End: Mission in the Apocalypse
Mengutip situs MyAnimeList, manga karangan Iwamune Harue yang mendapat serialisasi di Harta Magazine ini bercerita tentang seorang gadis yang berjalan sendirian di dunia tanpa manusia. Misinya adalah mencari orang-orang yang selamat dan membersihkan puing-puing peradaban. Namun, apakah masih ada orang di luar sana, di antara reruntuhan yang sepi dan indah, yang menunggu untuk ditemukan?
Serial The Color of the End: Mission in the Apocalypse ini adalah jenis manga yang akan mengundang pembacanya untuk berkontemplasi di setiap akhir babnya karena ceritanya yang begitu menyentuh dengan mana pembaca dan tokoh utama akan mengalami kehancuran dunia secara bersama-sama.
Penceritaannya tidak memiliki misteri besar yang harus dipecahkan, sang Mangaka mengorbankan aspek misteri dan ketegangan untuk membangun empati pembaca demi mencapai interpretasi yang lebih subjektif, tetapi mendalam. Namun serial ini bisa dibilang sangat berhasil untuk mengekspresikan keputusasaan dan ketakutan yang paling dalam dan paling tragis yang dapat dialami di dunia pasca-apokaliptik, bagaimana setiap bab meninggalkan pembaca dengan kesedihan dan kehampaan total.
Serial manga pasca-apokaliptik ini bisa disebut sebagai salah satu yang dapat memicu depresi, tetapi yang membuatnya benar-benar bagus adalah kemampuannya untuk secara jujur menggugah renungan pembaca perihal hakikat manusia.
- Neon Genesis Evangelion
Mengutip situs MyAnimeList, manga karangan Sadamune Yoshiyuki ini bercerita tentang dampak yang ditimbulkan ketika sebuah meteorit jatuh di Antartika pada tahun 1999: es mencair, permukaan air laut naik, rusaknya iklim, dan musnahnya setengah populasi makhluk hidup di bumi. Sekarang di tahun 2015, makhluk-makhluk yang merusak dengan asal-usul yang tidak diketahui—disebut sebagai Malaikat—mulai menghancurkan apapun yang tersisa di planet ini.
Di kota Tokyo-3 yang dijaga ketat, Shinji Ikari yang berusia 14 tahun ditakdirkan untuk menghentikan serangan Malaikat. Direkrut oleh organisasi rahasia ayahnya, NERV, Shinji terdaftar sebagai pilot Evangelion, android bio-organik raksasa yang diciptakan semata-mata untuk mengalahkan Malaikat.
Seketika diberikan beban seberat dunia di pundaknya, Shinji pun harus menemukan keberanian dan dorongan untuk menyelamatkan masa depan dan dirinya sendiri. Namun saat pertikaian antara Evangelion dan Malaikat menjadi berulang, kebenaran dunia yang mengerikan perlahan terungkap.
- Dr. Stone
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Inagaki Riichiro dan diilustrasikan oleh Boichi ini bercerita tentang suatu peristiwa ketika cahaya misterius tiba-tiba menyelimuti Bumi dan umat manusia membatu. Ribuan tahun kemudian, dunia dipenuhi dengan tumbuhan, dan hutan telah menggantikan kota-kota yang dulu berdiri dengan gagah.
Salah satu yang pertama muncul dari penjara batu mereka adalah Taiju Ooki, yang menemukan bahwa teman baiknya, seorang ilmuwan muda yang brilian bernama Senkuu, telah mempersiapkan diri untuk kebangkitannya. Sementara Taiju ingin menyelamatkan gadis yang dicintainya, Senkuu bertekad untuk mencari tahu penyebab di balik fenomena pembatuan itu dan mengembalikan dunia ke kejayaannya sebelumnya.
Tetapi ketika mereka membebaskan Tsukasa Shishiou yang sangat kuat untuk menang melawan bahaya di dunia yang tidak dikenal, mereka menyadari bahwa rekan baru mereka memiliki rencana lain. Tsukasa melihat kesulitan mereka sebagai kesempatan untuk memulai kembali peradaban di bumi yang bebas dari ancaman kehancuran yang ditimbulkan oleh teknologi. Dengan kedua belah pihak tidak dapat sepakat, Senkuu dan pengabdiannya kepada sains akan berselisih dengan Tsukasa dan sifat primitifnya dalam apa yang benar-benar akan menjadi pertempuran terhebat sepanjang masa.
Bagi anda yang menyukai sains, tidak perlu mencari serial selain Dr. Stone. Bersiaplah untuk perjalanan yang tak terlupakan untuk mengembalikan peradaban umat manusia kembali ke masa jayanya. Kisah dunia yang membatu selama ribuan tahun, seorang pria membebaskan diri dari penjara batunya, dan mulai menggunakan pengetahuannya yang luas tentang sains untuk menyelamatkan umat manusia.
- Coppelion
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Inoue Tomonori ini bercerita tentang kehancuran pembangkit listrik tenaga nuklir yang menciptakan bencana besar di Tokyo pada tahun 2016. Dan, 20 tahun kemudian, kota itu telah menjadi kota hantu karena tingginya tingkat radiasi. Dari area itu, sinyal marabahaya diterima. Pasukan Pertahanan Diri mengirim tiga gadis dari unit khusus "Coppelion" untuk mencari korban selamat. Tetapi mengapa mereka tidak mengenakan perlindungan terhadap radiasi?
Coppelion adalah manga yang menarik yang berfokus pada evakuasi para penyintas yang tertinggal di Tokyo dengan mana selalu ada cerita di balik alasan mengapa mereka tetap tinggal atau mengapa mereka tidak ingin diselamatkan. Serial manga berlatar dunia setelah kiamat ini benar-benar menekankan gagasan bahwa dalam menghadapi kematian atau dalam menghadapi keselamatan, tindakan masa lalu akan selalu menentukan keputusan akhir setiap orang. Hal ini membuat para tokoh berhadapan dengan diri mereka sendiri dan bertanya apakah yang mereka lakukan adalah hal yang benar?
- Yokohama Shopping Log
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Ashinano Hitoshi ini bercerita tentang keadaan dunia pasca-apokaliptik setelah bencana lingkungan menyebabkan letusan Gunung Fuji dan banjir di Yokohama; zaman manusia sudah hampir berakhir. Pada masa itu, hiduplah Alpha Hatsuseno, seorang android, yang bertanggung jawab menjalankan sebuah kafe kecil di luar Yokohama karena pemiliknya sedang bepergian untuk waktu yang tidak ditentukan. Sementara Alpha menunggu kepulangan pemiliknya, ia menjelajahi daerah sekitarnya dengan skuter dan kameranya. Sepanjang perjalanannya, ia bertemu orang-orang baru serta android lainnya, dan menciptakan kenangan bersama mereka di sepanjang jalan.
Serial manga iyashikei adalah kisah indah dan santai yang berpusat di sekitar kegiatan sehari-hari Alpha di dunia pasca-apokaliptik yang secara diam-diam menyaksikan kiamat berlangsung dalam kedamaian.
Di antara sekian banyak cara dari berbagai media dalam menggambarkan kiamat, "damai" adalah hal yang tidak umum. Banyak dari kita mungkin suka membayangkan dunia berakhir dengan cara yang brutal, dramatis, dan secepat kilat. Namun, akhir dunia dalam manga ini dibuat bertahap, cukup untuk memberi manusia waktu agar menerima takdirnya, duduk santai, dan menikmati saat-saat terakhir hidupnya. Apa pun yang akan terjadi, biarlah terjadi.
Begitulah terungkapnya senjakala umat manusia yang fana. Dan manusia kecil mendapatkan banyak kesempatan untuk mengalami berbagai kefanaan. Berkali-kali, kesedihan yang indah dari dunia yang sekarat menyentuh dan membanjiri. Ceritanya terungkap dengan kecepatan yang hampir sama dengan publikasi bulanannya; kita mengikuti karakter-karakternya seiring berjalannya waktu, dan saat tirai ditutup pada sisa-sisa dunia. Itulah, di antara kejadian-kejadian drama yang tidak terlalu ditonjolkan, yang membuat Yokohama Shopping Log menjadi manga yang luar biasa: ratapan dunianya yang sekarat, tenang, tetapi mengejutkan.
- Erio and Electric Doll
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Shimazaki Mujirushi dan diilustrasikan oleh Kuroi Mori ini ceritanya berpusat di sekitar Anjie, boneka listrik, dan Erio, manusia yang dibesarkan olehnya. Agar Erio dapat merasakan dunia luar, keduanya pun memulai perjalanan.
Latar ceritanya adalah 10 tahun setelah manusia memenangkan perang selama satu abad melawan AI bernama Metis dan pasukan robotnya. Untuk melakukannya, bangsa manusia setuju untuk meninggalkan listrik, jadi latar ceritanya bergaya steampunk. Di sebuah mercusuar terpencil, Erio dan Ange telah hidup bersama sejak perang. Erio telah diujicobakan sejak ia masih kecil, dan sebagai hasilnya ia dapat menghasilkan listrik. Ange adalah android mata-mata "soldiroid", tetapi berkat penemuannya terhadap Erio, ia memiliki pasokan listrik dan terbebas dari kendali Metis sehingga ia tidak memiliki alasan untuk menyerang orang. Mereka memulai perjalanan agar Erio dapat melihat manusia lain, meskipun itu akan berisiko bagi mereka.
Ange sendiri adalah android yang sering berkomentar tentang apa yang logis dan tidak logis serta bersikeras bahwa dia tidak memiliki perasaan seperti manusia. Namun, android seperti dia mampu peduli dan membuat pilihan yang sesuai adalah tema dari seri ini.
- Fool Night
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Yasuda Kasumi ini bercerita tentang bumi di masa depan yang jauh ditutupi awan tebal dan matahari tidak lagi bersinar. Tumbuhan layu, dan oksigen menipis. Untuk melawan kepunahan, umat manusia telah mengembangkan teknologi yang mengubah manusia menjadi tumbuhan, yang menyediakan sedikit oksigen. Apakah proses ini berkelanjutan? Apakah etis? Toshiro Kamiya harus mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan ini saat ia dihadapkan pada pilihan yang sulit: menyelamatkan keluarganya atau menyelamatkan dirinya sendiri.
Kamiya sudah putus asa. Ibunya sakit, dan pekerjaannya hampir tidak cukup untuk membayar pengobatannya, apalagi makanannya. Dengan sedikit pilihan yang tersisa, ia mempertimbangkan proses floromorfosis yang mengubah hidupnya. Siap menyerahkan tubuhnya untuk mendapatkan bayaran, Kamiya akan menjelajahi batas-batas kemanusiaan masyarakat yang semakin memudar.
Hal yang membuat serial Fool Night menarik adalah kenyataan bahwa semua yang ada dalam manga ini masuk akal dan koheren, bahkan seolah-olah anda dapat membayangkan cerita ini terjadi persis seperti yang tertulis. Tokoh-tokohnya terasa sangat manusiawi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah bagaimana sang Mangaka menangani kompleksitas tema ini dengan cara yang alami.
Serial ini bisa disebut sangat politis dengan mana kritiknya kuat dan tajam; semuanya terstruktur seperti masyarakat kita pada umumnya. Anda bisa melihat kalau semua yang terjadi sangat masuk akal, sampai rasanya sungguh mencengangkan.
- Girls’ Last Tour
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Tsukumizu ini mengambil latar dunia paska-apokaliptik. Di tengah sisa-sisa reruntuhan kota yang dulunya berkembang pesat, terdengar deru motor yang memecah kesunyian musim dingin. Adalah Chito dan Yuuri yang mengendarai motor tersebut dengan berboncengan. Mereka adalah manusia-manusia terakhir yang selamat dari peperangan besar. Berdua, mereka menyelusuri kamp-kamp bekas militer di antara puing-puing kota demi bertahan hidup, mengais-ngais makanan dan juga benda-benda yang masih bisa digunakan, di pengujung senjakala umat manusia.
Selama mereka menjelajahi sisa-sisa peradaban di tanah yang terlantar, Chito dan Yuuri terus berspekulasi tentang dunia lama. Bagaimana bentuknya? Bagaimana kehidupan orang-orang pada masa itu? Apa saja yang mereka makan? Apakah perang itu baik atau buruk? Bagaimana dengan Tuhan mereka?
Di antara kehampaan pada pengujung usia semesta, kedua gadis itu, Chito dan Yuuri, sebagai manusia yang tersisa, berpetualang untuk yang terakhir kalinya di antara puing-puing peradaban, berusaha menemukan secercah harapan di dunia yang suram dan sekarat.
- Touring After the Apocalypse
Mengutip situs MyAnimeList, manga yang dikarang oleh Saitou Sakae ini bercerita tentang dua gadis yang bersepeda melewati reruntuhan Jepang yang kosong, sendirian setelah kiamat melanda; keduanya tidak akan membiarkan runtuhnya peradaban menghalangi hasrat mereka untuk jalan-jalan. Bahkan saat dunia kiamat, perjalanan mereka terus berlanjut.
Akhir dunia pada manga ini terjadi beberapa dekade yang lalu, dan anda dapat menyaksikan akibatnya melalui sudut pandang dua gadis yang hanya ingin melihat-lihat seperti apa dunia itu setelah kiamat melanda.
Walaupun mungkin tema yang diangkat oleh serial ini sudah sering kali dipakai, seperti pada manga Yokohama Shopping Log atau Girls’ Last Tour, tetapi setidaknya tokoh manusia memiliki potensi untuk menggeser tema dan narasi dari sesuatu yang lebih nihilistik dan menyedihkan secara eksistensial menjadi refleksi tentang ketidakkekalan dan makna hidup.
- Pen Pal at the End of the World
Mengutip situs MyAnimeList, manga oneshot yang dikarang oleh Iwata Sekka dan diilustrasikan oleh Matsuura Kento ini bercerita tentang Kasumi Arai yang baru berusia enam tahun ketika dunia dilanda kekacauan. Satu-satunya hiburan baginya adalah toko alat tulis tua yang terbengkalai, yang mencoba bertahan di tengah kekacauan dunia. Selama di sana, ia sering menggunakan berbagai macam pena warna-warni untuk menggambar karakter anime favoritnya, Miracle Momo, hanya untuk menghabiskan waktu.
Setelah mengenang masa-masa sebelum kiamat bersama temannya, seorang pemuda memutuskan untuk kembali ke toko alat tulis keluarganya dan menemukan gambar Kasumi di dalamnya. Terbawa nostalgia, ia pun membuat sketsa karakter anime yang sama, yang memicu korespondensi antara kedua orang yang tidak mungkin itu.
Manga yang bisa anda baca sekali duduk ini menceritakan sisa-sisa kisah dan kenangan setelah bencana alam tragis menghancurkan lanskap, dan bagaimana orang-orang akan menemukan cara untuk tetap melangkah, bahkan ketika segala sesuatu di sekitarnya hancur; sebuah kisah intim yang hanya membutuhkan seseorang untuk diajak bicara dan seseorang untuk mendengarkan di kedalaman toko seni yang terbengkalai agar anda merasa nyaman.
Sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah tahu bagaimana rasanya hidup dalam kehancuran dan keterasingan total, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Manusia sering menganggap remeh kenyamanan dan keamanan hingga terlambat, dan cerita ini memungkinkan para tokoh untuk melihat melampaui keputusasaan di cakrawala tempat tinggal mereka dan secara alami menemukan tempat yang mereka rasa paling aman. Pen Pal At the End of the World mengeksplorasi kehidupan dalam realitas yang keras dengan cara yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini mungkin akan menjadi salah satu cerita one-shot yang sangat layak untuk dicoba.
- The Walking Cat: A Cat’s-Eye View of the Zombie Apocalypse
Mengutip situs MyAnimeList, manga oneshot yang dikarang oleh Kitaoka Tomo ini bercerita tentang suatu periode waktu yang lama setelah kiamat zombi mengakhiri peradaban manusia, para penyintas berusaha sebaik mungkin untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Pada suatu hari, Jin yang selamat dari bencana itu dan menyelamatkan nyawa seekor kucing putih berusaha bertahan hidup sembari mencari "pulau" tempat di mana istri Jin mungkin masih tinggal.
Siapa bilang kucing bukan makhluk yang emosional dan tidak peduli dengan kita manusia? Ikuti petualangan Yuki si kucing saat ia dan teman-teman manusianya saling melindungi dari zombi pemakan daging yang gila. Tidak perlu kata-kata untuk memahami dan menikmati manga ini jika anda menyukai kucing dan serial sains-fiksi bertema wabah zombi, maka manga ini adalah kombinasi yang tepat untuk dibaca.
Editor : Hendra