JawaPos.com - Berkarier sebagai pebulu tangkis profesional di luar Pelatnas PBSI tidak gampang. Pasangan Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani mendapat dukungan para istri dalam akomodasi dan transportasi untuk kejuaraan di luar negeri.
Berkah pernikahan dialami Sabar Karyaman Gutama yang menikah dengan Nazhiira Nadia pada 2 Desember 2023. Kemudian, M. Reza Pahlevi dengan Marsheilla Gischa Islami pada 20 April 2024. Setelah mempunyai pasangan hidup, karier ganda pria bulu tangkis itu makin ciamik sepanjang tahun lalu.
Padahal, perjalanan tidak mudah harus dilalui keduanya sebagai pebulu tangkis profesional setelah mundur dari Pelatnas PBSI pada akhir 2021. Mulai kerja sama dengan sponsor, menyiapkan latihan, mencari sparring partner, hingga booking pesawat dan hotel untuk mengikuti turnamen BWF World Tour, semuanya dilakukan secara mandiri.
Reza mengaku menikah sebagai anugerah. Sebab, istrinya dan istri Sabar sama-sama mendukung sebagai pebulu tangkis profesional. ”Kalau akomodasi, istri-istri bagian booking-booking hotel dan tiket pesawat. Jadi, kita cuma mempersiapkan di lapangan aja sih,” ungkapnya saat diwawancarai Jawa Pos pada Senin (30/12/2024).
Untuk booking tiket pesawat dan lainnya, Reza menyebutkan bahwa istri Sabar lebih detail mengurus. ”Karena istrinya Sabar suka (traveling). Mungkin kalau istrinya Sabar minta tolong bantuan istri saya juga dibantu,” ujarnya.
Sabar menambahkan, mengatur jadwal sebagai pemain profesional cukup rumit. Sebab, banyak hal yang perlu disiapkan. ”Kami butuh visa, akreditasi. Untungnya kami ada istri yang sangat membantu untuk isi form dan lainnya itu,” ucapnya.
Apalagi, keduanya pernah mendapat pengalaman kurang menyenangkan saat ikut turnamen di luar negeri. ”Ketinggalan pesawat karena salah booking tiket. Waktu itu di Thailand,” kenangnya.
Untuk tiket pesawat dan hotel, lanjut Sabar, ada beberapa kriteria yang bakal dipilih. Pertama, cari yang murah. Karena itu, keduanya jarang memilih ofisial hotel yang ditunjuk penyelenggara. ”Ofisial hotel dapat antar jemput dan lainnya. Bujet bisa Rp 1 miliar ke atas. Jadi, kami cari yang biasa, terus naik transportasi umum,” tutur Reza.
Selain itu, memilih negara yang biayanya tidak mahal untuk mengikuti pertandingan. Perihal mengatur keuangan juga tak kalah rumit. Namun, mereka punya trik untuk manajemen finansial. ”Hasil pertandingan biasanya sudah dibagi dua, tapi kami juga ada tabungan khusus untuk turnamen,” ucap Sabar.
Di samping itu, salah satu yang harus dipikirkan ketika menjadi pemain profesional adalah sparring partner supaya permainan tetap terjaga. Ketika di pelatnas, keduanya tak sulit mencari lawan tanding. Kini mereka harus pintar mengatur waktu untuk latihan dan mencari pebulu tangkis latih tanding.
Biasanya, Sabar/Reza berlatih di Gideon Badminton Academy yang berada di kawasan Gunung Putri, Bogor. ”Bareng sama anak-anak yang junior. Karena di luar (pelatnas), susah mau nyari sparing. Bujet latihan dan lawan tanding juga cukup terbatas,” tutur Reza.
Karena terbatasnya dana, Sabar/Reza sudah tidak lagi dilatih Andrei Adistia. Terakhir didampingi sebelum Japan Open yang berlangsung pada 20–25 Agustus 2024. Reza menuturkan, mereka belum memiliki pelatih. Sering kali bujet hanya cukup untuk berangkat pertandingan.
Kendati tidak ada pelatih tetap, beberapa kali Sabar/Reza mendapat bantuan dari coach Indonesia lain yang juga ikut dalam turnamen. Entah dari tim pelatih Pelatnas PBSI ataupun dari pelatih PB Djarum yang kerap berangkat sendiri.
Misalnya, ketika menembus final China Masters 2024. Ketika itu mereka dibantu Wifqi Windarto, pelatih yang menangani pemain Djarum Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang tumbang lebih dulu di perempat final.
Pada 2024, prestasi keduanya cukup stabil. Bahkan, Sabar/Reza bisa mendampingi Fajar Alfian/Rian Ardianto yang notabene sebagai ganda putra nomor satu Indonesia untuk tampil di BWF World Tour Finals 2024. Kedua pasangan terhenti di babak semifinal.
Karena itu, dia berharap 2025 bisa mendapat tambahan sponsor agar nantinya bisa terus mengikuti kejuaraan level atas dan bisa didampingi pelatih. Terlebih, target yang dicanangkan pemain ranking ke-11 dunia itu lebih tinggi.
Saat ini pembicaraan dan negosiasi terus dilakukan dengan sponsor utama dan second sponsor. ”Sekitar 70 persen sudah hampir jadi second sponsor. Kalau yang main sponsor, sudah ada pembicaraan,” kata Reza. (*/c19/dio)
Baca Juga: 10 Tips Meningkatkan Keterampilan Bulu Tangkis dan Menjadi Pemain yang Lebih Unggul Secara Konsisten
Editor : Hendra