Kepala BGN Pastikan Akan Tutup SPPG Bandel, Sudaryono Terapkan Sistem Reward and Punishment Program MBG

JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menerapkan sistem reward and punishment bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun para pegawainya agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal.
Dia menjelaskan, seluruh prosedur standar operasional (SOP), petunjuk pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknis (juknis) tetap menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan MBG. Namun, menurutnya, setiap petugas juga harus mengedepankan akal sehat dan kepedulian dalam menilai kualitas makanan yang akan disajikan.
"Jadi, juklak, juknis, SOP tetap dilaksanakan. Tapi lebih dari itu, on top of that, lihat pakai common sense, pakai hati, pakai akal sehat yang baik," kata Sudaryono saat sidak pertamanya sebagai Kepala BGN di Kota Bogor, Kamis (24/7).
Sudaryono juga mengingatkan para kepala SPPG agar segera mengomunikasikan setiap kekurangan yang ditemukan kepada mitra atau yayasan sehingga kualitas layanan dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan mutu gizi merupakan komitmen yang harus dipegang setiap SPPG demi melindungi kesehatan para penerima manfaat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.
"Kita akan perbaiki, akan kita tegur. Kalau memang tidak bisa diperbaiki, kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu, dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," tegasnya.
Prinsip Pembinaan
Sudaryono menegaskan, BGN akan menerapkan prinsip pembinaan yang disertai penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sedangkan yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya tidak disiplin, atau petugasnya tidak disiplin, petugasnya tidak bagus, ya kita mesti hentikan," ujarnya. (lyn/ttg)




