JawaPos.com - Sore hari sering menjadi waktu yang tepat untuk bersantai dan menenangkan pikiran. Aktivitas seperti jogging atau membaca buku kerap menjadi pilihan. Namun, salah satu kebiasaan yang paling umum dilakukan saat bersantai di sore hari adalah menikmati secangkir teh atau kopi yang ditemani camilan manis.
Biasanya, camilan manis yang disantap berupa kue, biskuit, atau makanan ringan manis lainnya. Tapi, ada satu kudapan khas Banten yang bisa membuat momen santai kamu jadi lebih spesial, yaitu Kue Apem Putih.
Bagi kamu yang tinggal di Tangerang Selatan (Tangsel), tentu lebih mudah untuk mencicipi kuliner manis khas Banten ini, karena Tangsel sendiri merupakan bagian dari provinsi Banten. Nah, agar kamu bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah, berikut Jawapos.com sajikan resep Kue Apem Putih khas Banten, sebagaimana dikutip dari cookpad.com. Yuk, simak panduan lengkapnya!
Bahan-Bahan:
- 75 gr tepung beras.
- 15 gr tepung protein tinggi.
- 2,5 gr ragi instan.
- 150 ml air hangat.
- Sejumput garam.
Bahan untuk Kuah Kinca:
- 2 sdm gula aren bubuk.
- 1 sdm gula pasir.
- 4 sdm air putih.
- Sejumput garam.
Cara Pembuatan:
1. Aktifkan ragi dengan mencampurnya dengan 50 ml air hangat, kemudian diamkan hingga bergelembung.
2. Campur tepung beras dan terigu protein tinggi di wadah.
3. Masukkan ragi yang sudah aktif dan 100 ml air hangat ke dalam wadah tepung, lalu aduk rata dan diamkan selama 30 menit.
4. Setelah 30 menit, adonan akan mengembang. Lalu berikan garam dan aduk rata.
Baca Juga: Prabowo Siap Jadi Jembatan Perdamaian AS-Tiongkok, Segera Bertemu Trump untuk Redakan Perang Dagang
5. Olesi cetakan dengan minyak dan tuang adonan ke cetakan.
6. Setelah itu panaskan kukusan lalu kukus adonan selama kurang lebih 15 menit. Jangan lupa untuk bungkus tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke adonan. Selain itu, juga jangan lupa dites tusuk sebelum diangkat.
7. Lalu untuk kuah kinca, campurkan semua bahan ke teflon atau panci, kemudian masak hingga gula larut.
8. Kue Apem Putih khas Banten siap disajikan.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah