Minggu, 2 Agustus 2026
Logo

Prabowo Siap Jadi Jembatan Perdamaian AS-Tiongkok, Segera Bertemu Trump untuk Redakan Perang Dagang

Minggu, 13 Apr 2025 | 13:00 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Harlah Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakata, Rabu (5/2/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Harlah Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakata, Rabu (5/2/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi ’’jembatan’’ dalam perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Hal itu disampaikan Prabowo di Antalya, Turki, Jumat (11/4) waktu setempat.


Prabowo mengatakan, Indonesia tidak akan memihak kepada Tiongkok atau AS. Indonesia akan menghormati kedaulatan sikap semua negara. ”Kami menganggap China teman baik. Kami juga menganggap AS sebagai teman baik,” jelasnya. Karena itu, Prabowo ingin menjadi jembatan yang menengahi keduanya.

Untuk membuka komunikasi, dia meminta pemerintah AS agar bisa bertemu dengan Presiden Donald Trump. ”Saya sudah minta waktu, mudah-mudahan ya,” harapnya. Prabowo berharap dua negara adidaya itu bisa segera mencapai kesepakatan.
Seperti diketahui, Amerika dan Tiongkok saling menaikkan tarif impor. Bahkan, angkanya terus meningkat.

Teranyar, Beijing mengumumkan tarif sebesar 125 persen terhadap barang-barang Amerika. Kebijakan itu sebagai respons atas sikap Amerika yang terus menaikkan tarif hingga 145 persen.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini mendorong segera dilakukan pengisian posisi duta besar Indonesia untuk AS. Dia menilai, kekosongan yang sudah berlangsung hampir dua tahun itu tidak ideal.

”Tentu kita berharap posisi dubes segera terisi,” ujarnya. Meski demikian, dia berharap komunikasi dengan AS terus berjalan. Jangan sampai kekosongan kursi dubes menjadi penghambat utama dalam proses diplomasi Indonesia.

Jazuli juga mendesak pemerintah untuk menyiapkan strategi jangka panjang. Misalnya dengan mengurangi ketergantungan pada AS. Pasar baru harus mulai digarap. ”Intinya bagaimana dari kebijakan presiden Amerika yang tidak bersahabat ini, kita tetap mengambil keuntungan ekonomi maksimal bagi bangsa,” ucapnya.


Artikel Terkait

Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Tetapi Tersandung  Sistem di Lapangan

Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Tetapi Tersandung  Sistem di Lapangan

Ambisi Tiongkok untuk memimpin inovasi mobil berbasis akal imitasi (AI) kian menguat dalam industri otomotif global. Namun, percepatan pengembangan teknologi tersebut kini diuji oleh persoalan mendasar: keandalan sistem

Pemerintah Tiongkok Larang PHK karena AI, Pengadilan Tegaskan Otomatisasi Bukan Alasan Pemecatan Pekerja

Pemerintah Tiongkok Larang PHK karena AI, Pengadilan Tegaskan Otomatisasi Bukan Alasan Pemecatan Pekerja

Pemerintah Tiongkok Larang PHK karena AI, Pengadilan Tegaskan Otomatisasi Bukan Alasan Pemecatan Pekerja

Blokade AS Masih Berlanjut, Iran Tolak Berunding! Trump Juga Sebut Tak Akan Buru-Buru Akhiri Perang

Blokade AS Masih Berlanjut, Iran Tolak Berunding! Trump Juga Sebut Tak Akan Buru-Buru Akhiri Perang

Amerika Serikat (AS) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, tetapi tidak menyebutkan sampai kapan. Iran malah lebih tegas lagi dengan menolak melanjutkan perundingan di Islamabad, Pakistan.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia