Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pertempuran Somme: Tragedi Tragis dalam Perang Dunia Pertama!

Viandra Rizqi • Senin, 3 Maret 2025 | 19:30 WIB
Tentara Inggris sedang menyerbu posisi lawan, Somme 1916
Tentara Inggris sedang menyerbu posisi lawan, Somme 1916

JawaPos.com - Inggris merupakan negara terkuat di dunia sejak kekalahan Napoleon pada tahun 1815 hingga tahun 1914 ketika Perang Dunia Pertama dimulai. Dilansir dari merriam-webster.com, periode zaman ini dikenal sebagai Pax Britannica atau Perdamaian Inggris. Maksud dari periode zaman ini adalah bahwa kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya dunia mengalami waktu yang relatif damai dengan Inggris sebagai negara superpower saat itu, meskipun terdapat beberapa konflik bersenjata seperti Perang Krimea. 

Perang Dunia Pertama mengakhiri periode zaman yang relatif damai dan menjadikan perang pada awal abad ke-20 ini sebagai salah satu yang paling memayikan. Tentu hal ini tidak hanya berlaku pada warga sipil saja, namun juga kepada anggota militer yang sedang berperang pada waktu itu. Bahkan banyak sekali prajurit yang mengalami gangguan kesehatan mental setelah perang selesai.

Tahun 1916, Perang Dunia I sudah memasuki tahun ketiganya dan sudah menelan jutaan korban jiwa. Pada awalnya, pihak Sekutu bersangka bahwa tahun ini akan memiliki situasi statis yang sama sebagaimana yang terjadi pada tahun 1914 dan 1915. Namun, perkiraan mereka salah total karena Jerman segera menyerang posisi pertahanan Perancis di Kota Verdun pada 21 Februari 1916 dan berhasil membuat Perancis hampir mengalami kekalahan. 

Inggris yang merupakan sekutu utama Perancis tentu merasa khawatir jika Kota Verdun jaruh. Oleh karena itu, petinggi politik dan militer Inggris setuju untuk melakukan serangan ke posisi pertahanan Jerman di kawasan Sungai Somme guna meringankan beban tentara Perancis di Verdun.

Dilansir dari iwm.org.uk, pertempuran Somme dimulai pada 1 Juli 1916 ketika Pasukan Inggris menyerbu posisi parit pertahanan Jerman setelah sebelumnya sudah membombardir selama seminggu. Pertahanan Jerman yang kokoh menyebabkan Inggris tidak berhasil mencapai target yang ditentukan untuk hari pertama. Selain itu, kekuatan militer Inggris juga mengalami korban yang sangat besar yaitu sebanyak 57.000 tentara Inggris menjadi korban dimana hampir 20.000 di antaranya tewas.

Jumlah korban tewas di Somme menjadikannya sebagai hari paling mematikan dalam sejarah militer Inggris. Pertempuran Somme memang berhasil meringankan beban Perancis di Verdun, karena Jerman telah mengalihkan beberapa divisinya untuk melawan Inggris. Namun, pertempuran ini kemudian malah menjadi stalemate atau menemui jalan buntu dengan jumlah korban yang sangat tinggi di kedua belah pihak.

Komandan Inggris di Somme yang bernama Marsekal Douglas Haig kemudian memerintahkan pasukannya untuk menyerang pertahanan Jerman setelah menjeda dengan pertempuran kecil selama 2 minggu. Serangan berikutnya dilakukan pada 15 Juli ketika artileri Inggris membombardir posisi Jerman yang kemudian diikuti oleh serbuan Infanteri Inggris untuk merebut Bukit Bazentin yang terletak di utara Somme. Serangan ini berhasil membuat Inggris maju sebanyak 6.000 yard atau sekitar lebih dari 5 km dan juga berhasil menduduki desa Longueval.

Keberhasilan kecil Inggris itu memang harus dibayar mahal untuk kedua kalinya. Hingga akhir bulan Juli 1916, Inggris dan Perancis (yang mengirimkan beberapa divisi untuk membantu sekutunya) telah kehilangan sebanyak 200.000 prajurit sedangkan Jerman sendiri sudah kehilangan 160.000 prajuritnya. Dapat disimpulkan, kemajuan sekecil apapun dalam pertempuran dan perang ini secara keseluruhan telah menimbulkan banyak korban.

Hingga akhir bulan Agustus semangat juang pasukan Jerman sudah menurun karena tidak adanya progres baik di Verdun ataupun Somme. Oleh karena itu, komandan pasukan Jerman Jenderal Erich von Falkenhayn digantikan oleh Jenderal Paul von Hindenburg dan Erich Ludendorff. Pergantian komando Jerman ini menandai perubahan strategi Jerman di Somme yang ditindaklanjuti dengan membangun garis pertahanan baru di belakang garis depan Somme saat ini.

Tank Mark I
Tank Mark I

Pembuatan garis pertahanan baru menyebabkan Jerman kehilangan wilayah, namun strategi ini memungkinkan mereka untuk menimbulkan korban yang lebih banyak kepada sekutu terutama Inggris. Untuk menghindari jatuhnya korban yang banyak lagi, Inggris mengakali pertahanan baru dengan teknologi baru yang bernama Tank.

Pada 15 September 1916, Inggris kembali melakukan serangan dengan kekuatan 12 divisi infanteri dan 48 tank Mark I, sehingga dalam pertempuran ini menjadikan digunakannya tank pertama kali dalam konflik bersenjata dunia.

Kemunculan tank memang tidak seperti yang diharapkan karena banyak yang mogok dan terjebak di lumpur. Meskipun demikian, Inggris berhasil menembus pertahanan Jerman sebanyak 1,5 mil atau 2,4 km dengan mengalami korban sebanyak 29.000 jiwa atau jauh lebih rendah dibandingkan serangan-serangan sebelumnya. Oktober pun datang, dan cuaca yang buruk sekali lagi menghambat kemajuan Inggris di tengah banyaknya lumpur di lokasi pertempuran.

Pertempuran Somme berakhir pada 18 November 1916 setelah 4 bulan pertempuran dan Inggris hanya berhasil maju sebanyak 7 mil atau 11 km dari posisi awal mereka dengan korban yang sangat banyak. Dilansir dari Britannica.com, pertempuran Somme menyebabkan Inggris kehilangan 420.000 korban, Perancis kehilangan hampir 200.000 korban, dan Jerman juga mengalami korban yang tidak kalah banyaknya yakni sebanyak 440.000 korban. Dari jumlah korban itu, terdapat sebanyak 108.700 tentara Inggris tewas, Perancis mengalami 50.000 tentara yang tewas, dan Jerman kehilangan sebanyak 160.000 pasukannya yang tewas selama pertempuran Somme. 

Pertempuran Somme tidak hanya menjadi pertempuran yang berdarah selama Perang Dunia I, namun juga dalam sejarah konflik dunia. Kita dapat melihat bahwa banyak sekali korban jiwa yang jatuh dan lingkungan yang rusak hanya untuk mencapai sejengkal tanah yang tak bertuan. Namun, konflik ini masih belum berakhir sampai dengan 2 tahun kemudian. 

Editor : Candra Mega Sari
#pertempuran Somme #perang dunia 1 #inggris #perang dunia pertama