Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Blokade AS Masih Berlanjut, Iran Tolak Berunding! Trump Juga Sebut Tak Akan Buru-Buru Akhiri Perang

Jumat, 24 Apr 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi serbuan Amerika Serikat dan Israel di Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Ilustrasi serbuan Amerika Serikat dan Israel di Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, tetapi tidak menyebutkan sampai kapan. Iran malah lebih tegas lagi dengan menolak melanjutkan perundingan di Islamabad, Pakistan.

Teheran beralasan bahwa Washington DC tidak menunjukkan itikad baik untuk berdamai. Blokade pelabuhan Iran yang dilakukan AS menjadi salah satu contohnya.

Penasihat strategis Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai perpanjangan gencatan senjata hanya merupakan taktik AS. “Ini taktik untuk mengulur waktu,” kata Mohammadi, seperti dikutip dari Xinhua kemarin (23/4).

Dia menambahkan bahwa tekanan berkelanjutan di laut dapat memicu respons yang lebih tegas dari Iran. “Iran tidak akan membiarkan tekanan terus berlangsung tanpa respons,” imbuhnya.

Pada 11 April lalu, perwakilan kedua negara berunding di Islamabad. Namun, perundingan yang berlangsung 21 jam itu gagal membuahkan kesepakatan konkret.

Dari Washington DC, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk segera mengakhiri konflik. “Saya tidak terburu-buru. Saya ingin kesepakatan yang baik,” kata Trump, seperti dikutip BBC.

Sampai dengan kemarin, AS tetap melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, bahkan setelah Trump mengumumkan sepihak kalau gencatan senjata diperpanjang. Iran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran komitmen, sehingga mereka menganggap tidak ada gunanya berunding.

Tetap Buka Ruang Dialog

Iran pun tetap menutup Selat Hormuz. Garda Revolusi juga telah menyita dua kapal kargo yang nekat melintas.
Nour News, media yang terafiliasi dengan Garda Revolusi, menyebut kapal pertama yang disergap bernama Epaminodes dan berasal dari Yunani. Kapal kedua, Euphoria, disergap tak lama kemudian. Mengutip BBC, Garda Revolusi juga menyita kapal ketiga yang berbendera Panama, Francesca.

Meski demikian, Iran tetap membuka ruang dialog. Namun, Teheran menegaskan bahwa diplomasi hanya bisa berjalan jika tidak disertai tekanan militer dan ekonomi dari pihak luar.


Artikel Terkait

MUI Serukan Stop Perang, Desak Dunia Tegakkan Keadilan

MUI Serukan Stop Perang, Desak Dunia Tegakkan Keadilan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian perang dan penegakan keadilan global. Seruan itu disampaikan melalui taujihat terkait agresi militer yang terjadi di berbagai kawasan, khususnya Timur Tengah.

Iran Serentak Bombardir Enam Negara, Serangan Balasan Menyasar Fasilitas Militer Amerika Serikat

Iran Serentak Bombardir Enam Negara, Serangan Balasan Menyasar Fasilitas Militer Amerika Serikat

Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia. Serangan yang dilancarkan hampir bersamaan ke beberapa negara itu disebut sebagai balasan.

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer! Setelah Kesepakatan Gencata Senjata Berakhir

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer! Setelah Kesepakatan Gencata Senjata Berakhir

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas hanya beberapa pekan setelah kedua negara menyepakati penghentian sementara permusuhan. Militer Amerika melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis Iran

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia