JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin mengubah wajah kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol. Terlebih, dua kawasan itu nantinya akan dihubungkan oleh jembatan layang sepanjang 350 meter.
“Saya baru sembilan bulan memimpin Jakarta. Saya gakin, sebentar lagi wajah JIS akan berbeda,” kata Pramono.
Politisi PDI Perjuangan itu meyakini, dengan terhubungnya dua kawasan itu, maka akan memudahkan pengunjung untuk datang ke sana. Termasuk masalah parkir, yang selama ini menjadi kesulitan pengunjung JIS.
Sebab, kapasita parkir di dalam JIS terbatas, yaitu sekitar 1.200-1.305 kendaraan (termasuk mobil dan bus). Hal itu karena stadion berstandar internasional itu dirancang untuk mengutamakan penggunaan transportasi publik.
“Nantinya, kalau ada konser, ada pertandingan sepak bola atau apapun keramaian, maka kita arahkan mayoritas parkirnya itu di dalam Ancol. Supaya tidak kemudian menjadi beban di JIS,” terangnya.
Selain itu, masalah transportasi umum yang terbatas, Pramono mengaku, sudah berkomunikasi langsung dengan Kementerian Perhubungan, termasuk Dirjen Perkertaapian.
“Mudah-mudahan, dalam waktu dekat ini, yang namanya KRL betul-betul berhentinya itu di bawahnya JIS. Dan betul-betul bisa menghubungkan di berbagai ruas yang ada,” katanya.
Dengan tersedianya KRL Commuter Line dan terbangunnya LRT Jakarta sampai JIS bisa mengatasi persoalan klasik setiap ada konser atau pertandingan besar di JIS. Pramono mencontohkan berbagai pengalaman pengunjung saat konser Bruno Mars, Adam Levine (Maroon 5), hingga Dewa 19.
“Saya nonton langsung waktu Dewa dengan Pak Presiden Jokowi. Nunggu hampir dua jam baru bisa keluar dari JIS. Itu enggak boleh,” katanya.
Dia meyakini jika akses KRL terealisasi dan LRT Jakarta tersambung ke sana, JIS akan menjadi fasilitas yang jauh lebih ideal.
Editor : Hendra