Sholat merupakan kewajiban utama dalam Islam yang dilaksanakan lima kali sehari pada waktu tertentu. Jadwal sholat berfungsi sebagai penanda waktu ibadah yang ditetapkan berdasarkan pergerakan matahari.
Mengetahui jadwal sholat harian di wilayah Tangerang Selatan memudahkan setiap Muslim menjaga ketepatan waktu ibadah.
Berikut jadwal sholat Tangerang Selatan 5 Agustus 2025 dilansir dari laman Bimas Islam Kemenag, Senin (4/8):
- Imsak: 04.36 WIB
- Subuh: 04.46 WIB
- Terbit: 06.00 WIB
- Duha: 06.28 WIB
- Zuhur: 12.03 WIB
- Asar: 15.24 WIB
- Magrib: 17.58 WIB
- Isya': 19.09 WIB
Islam memberikan panduan jelas mengenai pentingnya menjaga waktu sholat, bahkan dalam kondisi kurang sehat. Kewajiban ini tidak gugur, tetapi disesuaikan dengan kemampuan fisik seseorang dilansir dari laman Rsroemani:
1. Q.S. An-Nisa: 103
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah Allah di waktu berdiri, duduk, dan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, dirikanlah sholat itu. Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman."
Ayat ini menunjukkan bahwa sholat memiliki waktu yang telah ditetapkan. Menunaikannya sesuai jadwal menunjukkan ketaatan terhadap perintah Allah.
2. Q.S. At-Taghabun: 16
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu."
Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah, termasuk sholat, tetap dijalankan sesuai kemampuan. Ketepatan waktu tetap menjadi bagian dari ketakwaan, meskipun dalam keterbatasan fisik.
3. HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ، فَقَالَ: «صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»
"Dari Imran bin Hushain RA, ia berkata: Aku dulu sakit bawasir, lalu bertanya kepada Nabi SAW tentang sholat, maka beliau bersabda: Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka berbaring di sisi."
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat tetap wajib dilaksanakan walaupun dalam kondisi sakit. Keringanan posisi tidak menggugurkan kewajiban waktu pelaksanaan.
Jadikan sholat sebagai kekuatan spiritual harian serta penuntun waktu dalam menjalani setiap aktivitas.